The Bicthes

The Bicthes
Episode 1



Di malam pergantian tahun 2016 Linzi sedang berkumpul bersama teman-temannya.


Mereka pergi ke club malam,Saat itu linzi masih wanita polos dan tidak tau apa-apa.


"Linzi,coba ini?" Seru temannya sambil menyodorkan minuman keras.


"Ahh,tidak ! Aku hanya minum ini !" Menunjuk gelas yang berisi soda.


"Ayo lah coba ini sedikit ! Kau tak akan kenapa-napa jika meminum nya sedikit !"


"Iya linzi ayo laah,masa cuma kau saja yang tak minum disini !!" Seru teman nya yang lain.


Linzi pun merasa tak enak dan mencicipi sedikit.


Minuman itu terasa aneh dan pahit.


"Arghh minuman macam apa ini?" gumam linzi


Teman-temannya pun tertawa,dan kembali menyodorkan minuman lain.


Linzi berusaha menolak,tetapi teman-temannya terus memaksanya,dan akhirnya linzi minum cukup banyak.


hingga membuatnya sedikit merasa oleng dan puing.


"Hei aku merasa mual dan pusing,aku akan ke toilet."


"Ya baiklah..." jawab teman-temanya.


Saat berjalan menuju toilet Ia bertabrakan dengan seorang laki-laki.


"Hei apa kau tak punya mata !" Ucap laki-laki itu dengan nada tinggi.


"Ahh maaf..maaf !!"


Karena merasa mual tak tertahan,linzi pun langsung berlari dan meninggalkan laki-laki itu.


Laki-laki itu merasa semakin kesal.


"Kurang ajar wanita itu !!"


Sementara itu di toilet linzi muntah-muntah,dia mencuci mukanya agar merasa segar.


Setelah itu dia keluar dari toilet dan ia terkejut melihat laki-laki yang ia tabrak ada di hadapannya.


Tanpa aba-aba laki-laki itu menarik tangan linzi dan membuat linzi takut dan panik.


"Hei siapa kau !!" Berusaha melepaskan tangannya.


Laki-laki itu tidak menjawab dan hanya berjalan naik ke lantai 2 club itu.


Laki-laki itu ternyata membawa linzi ke suatu ruangan yang biasa ia pakai untuk bekumpul bersama teman-temannya.


Ia membanting linzi ke atas sofa di ruangan tersebut.


"Hei,apa yang mau kau lakukan..." dengan terbata-bata.


"Apa yang mau ku lakukan katamu?kau tadi menabrak ku dan langsung lari !! Berani sekali kau !"


"Aku..aku tidak sengaja.."


"Hmm tidak sengaja kau bilang !!!"


"Iya,aku tidak sengaja,maaf kan aku."


"Kau pikir maaf saja cukup !" Gertak laki-laki itu.


"Lalu kau mau apa?" jawab Linzi takut.


"Layani aku !"


"Layani maksud mu?"


"Apa kau bodoh,layani berarti layani !"


"Menjadi pelayan mu?"


"Kau ini benar-benar bodoh atau pura-pura bodoh !"


"Aku tidak mengerti maksud mu !!" Jawab linzi


Laki-laki itu langsung menatap sekujur tubuh Linzi dan berpikir "Apa dia masih perawan !"


Tiba-tiba laki-laki itu langsung mendekat pada linzi dan mencium bibir Linzi.


Linzi pun terkejut dan langsung mendorong laki-laki itu.


"Hei apa yang kau lakukan?" sambil memegang bibirnya dan meneteskan air mata.


"Kenapa kau menangis?" Tanya laki-laki itu.


"Kau,kau berani sekali mencuri ciuman pertama ku ! dasar laki-laki bajing*n !!"


"Ha,apa?ini ciuman pertama mu?" tanya laki-laki itu


Linzi hanya diam dan menangis.


"Haha ternyata benar dia masih perawan,ini bagus,aku harus mendapatkan nya !" Gumam laki-laki itu.


"Hei hei sudah lah jangan menangis.." mencoba menenangkan linzi.


"Lepaskan,jangan sentuh aku !" sambil menepis tangan laki-laki itu.


"Berani sekali wanita ini !" Gumam laki-laki itu.