The Bicthes

The Bicthes
Episode 2



Laki-laki itu terus mencoba menenangkan Linzi dan mencari cara agar bisa mendapatkan Linzi.


"Hei,tidak bisakah kau diam??" dengan nada tinggi.


Linzi pun tersentak dan langsung diam.


"Nah begitu lebih baik." sambil menepuk-nepuk kepala Linzi.


"Siapa namamu?" Tanya laki-laki itu.


"Untuk apa kau bertanya !" jawab Linzi ketus.


"Hei hei wanita ini,aku tanya sekali lagi siapa nama mu?"


"Linzi nama ku linzi !!"


"Baiklah Linzi,jangan menangis lagi,aku tidak menyukai suara tangisan perempuan,itu membuatku muak."


Linzi tertunduk tidak mau menatap laki-laki itu.


"Kenapa kau menunduk,perlihatkan wajah cantik mu itu,dan perkenalkan nama ku Andrew !"


Linzi hanya diam tak menjawab,ia merasa ketakutan.


Ia berharap teman-temannya datang mencari nya,tetapi teman-temannya sibuk minum-minum dan mabuk,mereka melupakan Linzi.


Andrew terus menatap Linzi ia menyukai gadis itu.


"Aku harus mendapatkan perempuan ini dengan cara apapun malam ini !" Gumam Andrew.


"Tak bisa kah kau melepaskan ku,aku ingin bersama teman-teman ku !" Celetuk Linzi.


Andrew pun berpura-pura baik dan ingin mengantar Linzi menemui teman-temanya.


"Baiklah,ayo kita keluar dari sini."


Linzi dan Andrew pun turun dan mencari teman-temanya,tetapi teman-temannya sudah tidak disana.


Mereka sudah pergi.


Linzi menelfon teman-temannya,tetapi tidak di angkat.


Ia kemudian beerusaha menghubungi kiki dan kiki mengangkat telfon nya.


"Kiki,kau dimana?"


"Aku sedang di hotel linzi,ada apa?"


"Apa kalian lupa padaku?aku masih di club xxx?"


"Ha,maafkan aku linzi,Aku mabuk dan Jordi mengajak ku pulang."


"Sayang,matikan telfonnya,aku tidak tahan ni." Ucap Jordi.


"Linzi,maaf ya,kau bisa cari penginapan atau hotel dk dekat situ kan,besok aku dan jordi akan menjemput mu."


Mendengar itu di telfon jadi tidak enak,dan mematikan telfonnya.


"Hmm bagaimana ini,aku tidak tahu daerah ini,dan ini sudah sangat larut." gumam Linzi


Andrew yang melihat itu berusaha mengambil kesempatan.


"Apa kau tidak ada tempat tinggal disini?"


Linzi hanya diam dan merasa takut.


"Linzi sebaiknya kau menginap di tempat ku !" Ucap Andrew.


"Tidak,aku tidak mau tidur di tempat mu !" jawab Linzi ketus.


"Terus kau mau kemana? apa kau mau tidur di tempat ini?"


"Aku akan cari hotel !"


"Haha apa kau tau daerah sini? jam segini tidak ada taxi yang akan mengantar mu ke hotel !"


Linzi pun terdiam.


"Jika kau tidak mau ikut bersama ku ya sudah." sambil meninggalkan Linzi


"Hei tunggu..." Menarik baju Andrew.


"Apa??"


"Aku akan ikut dengan muu..."


"Ayo ikuti aku !!" Tersenyum sinis.


Linzi pun masuk ke mobil Andrew dan menuju ke Apartemen Andrew.


Andrew pun membuka pintu kamarnya dan masuk,tetapi Linzi hanya diam dan berdiri di depan pintu.


"Hei apa yang kau lakukan?kau tak mau masuk?" Tanya Andrew.


"Ayo masuk !!!" Menarik tangan Linzi.


Linzi pun masuk,Ia hanya diam dan duduk di sofa.


Andrew pun mengatur siasat dan memberikan minuman berisi obat perangsang kepada linzi.


"Linzi,minum ini dulu,kau terlihat sangat tegang !"


"Ahh tidak usah,aku baik-baik saja."


"Hei,minum lah ini dulu.." Bujuk Andrew


Tanpa curiga sedikit pun Linzi meminum air tersebut.