The Absurdity Of My Class

The Absurdity Of My Class
PERPISAHAN KELAS(ENDING)



PERPISAHAN KELAS(ENDING)


Setelah berbagai ujian mereks lewati akhir nya sampailah mereka pada titik akhir yaitu acara perpisahan kelas. Acara dimana biasanya terdapat banyak air mata. Yaitu air mata yang disebabkan oleh kebahagiaan dan kesedihan. Kebahagiaan dimana mereka akan memasuki ruang seragam abu-abu dan kesedihan dimana harusberpisah dengan teman teman yang selalu menghibur dan menciptakan tawa bagi mereka. Tidak ada manusia yang suka dengan perpisahan. Namun apa boleh buat?? Kata orang setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan mungkin inilah waktu mereka untuk berpisah. Sulit memang namun hidup akan terus berjalan sesuai alur nya


"Gw gak akan pernah lupain kalian " ucap Maya di sela sela tangis nya


"Gw akan selalu rindu ocehan kalian" sahut Dita yang juga menangis


Kalo boleh ku jujur aku paling benci dengan perpisahan. Menurut ku perpisahan hanya lah sebuah kesedihan yang pasti akan di lalui semua orang


"Kalian jangan sedih dong, coming gaess kita gak akan pernah melupakan satu sama lain. Kita ini keluarga. Walaupun nanti nya mungkin kita tidak akan satu kelas atau bahkan satu sekolah tapi kita tetap lah satu keluarga yang tidak akan terpecah belah selama nya. Jangan sedih. " Ucap Dinda panjang lebar sambil memaksakan untuk tersenyum kearah teman teman nya


"Iya bener kata Dinda" ucap dita lalu menghapus air mata nya


"Klean kek anak kecil deh pada nangis nangis kek gini" ucap Anisa memperkeruh suasana


"Lo ini bisa gak sih gak usah ngerusak suasana. Orang lagi sedih kek gini malah Lo bercandain" ucap syerli sambil menjitak kepala Anisa


"Anjir lah kau main jitak aja. Sakit tau bego" cerocos Anisa sambil mengelus kepala nya


"Woee udah ribut nya. Bentar lagi giliran kita maju ke depan buat nyanyi" ucap Rifky melerai perdebatan tiada guna mereka


Mereka pun maju ke depan dan naik ke panggung yang telah di sediakan untuk menyanyikan lagu perpisahan mereka. Tak sedikit siswa yang meneteskan air mata nya


Maya pun mendapat kan giliran untuk membacakan pidato singkat nya


"***.. wr. Wb yang saya hormati bapak kepala sekolah. Yang saya hormati bapak dan untuk ibu guru beserta staf SMPN xxx. Dan yang saya sayangi teman teman ku sekalian. saya mewakili teman teman saya sekalian terimakasih Untuk bapak dan ibu guru terimakasih telah mengajarkan kami banyak hal. Membuat kami mengetahui banyak hal. Membuat kami penasaran dan akhir nya memiliki keinginan untuk mengetahui sesuatu. Tanpa bantuan dari bapak dan ibu guru mungkin kami tidak akan bisa menjadi seperti ini. Papa dan mama terimakasih kalian telah mendukung ku dengan berbagai hal supaya aku menjadi sosok yang pintar. Untuk ibu dan bapak guru maafkan segala kesalahan kami. Maafkan kami yang sering tidak mengerjakan tugas. Maafkan kami yang sering tidak mendengarkan nasehat dari kalian. Kalian orang tua kedua kami. Kalian termasuk orang orang yang paling berjasa dalam hidup kami. Maafkan segala kesalahan kami. Sekian yang bisa saya sampaikan . Sekali lagi terimakasih untuk para guru ku. Aku bangga memiliki guru seperti kalian." Ucap Maya mengakhiri pidato nya. Dusta jika ia tidak menangis. Bahkan bisa di bilang dia adalah siswa yang paling dimerasa sedih meninggal kan sekolah ini. Namun mau bagai mana lagi dia juga ingin melanjutkan cita cita nya untuk masa depan agar lebih cerah


TERIMAKASIH


Saya ucapkan terimakasih kepada reader ku yang telah mengikuti ku memulai dan mengakhiri novel pertama ku ini. Maafkan Saiya menamatkan novel ini secara tiba-tiba. Bukan karena apa namun Saiya bingung ingin melanjutkan bagaimana lagi ceritanya. Jangan lupa like komen and vote yah teman teman. Aku akan sangat berterimakasih kepada kalian. Yang telah dengan ikhlas memberiku kesempatan untuk mendapatkan like, komen dan vote dari kalian.


Sampai jumpa di novel ku yang selanjutnya ya. Salam manis dari aku Netizen Ambyar


Dadahhh


mampir juga ke cerita ku yang berjudul Laura Yak, segera cek aja di lapak aku


End...