The Absurdity Of My Class

The Absurdity Of My Class
MINTA MAAF 2



MINTA MAAF 2


"Ren??" Ucap Dinda memanggil Rendy dan duduk disebelah Rendy


"Mau apa Lo kesini??" Tanya Rendy sinis


"Gw minta maaf soal tadi, gw nggak bermaksud nggak Nerima bantuan dari Lo. Gw cuma mau tau seberapa besar perjuangan Lo buat gw" ucap Dinda sambil menundukkan kepalanya


"Lo masih nggak percaya kalo gw bener-bener tulus sama Lo??" Ucap Rendy geram


"**** gw percaya kok" ucap Dinda masih menunduk


"Jadi kemaren-kemaren Lo nggak percaya sama perjuangan gw??" Ucap Rendy makin geram


"Maaf gw nggak bermaksud gitu ndy. Gw cuma nggak mau dijadiin pelampiasan lagi sama laki-laki " ucap Dinda


"Gw bukan laki-laki kayak mereka Din" ucap Rendy sedikit berteriak. Dinda yang terkejut karena baru kali ini dibentak oleh Rendy pun seketika bergetar. Sebar-bar apapun perempuan dia pasti bakalan merasa sakit kalau dibentak oleh orang yang dia sayang


"Maaf gw nggak bermaksud ngebentak Lo, gw nggak sengaja. Gw cuma emosi aja"ucap Rendy lalu merangkul Dinda


"Gw yang minta maaf. Harusnya gw nggak bertingkah kayak bocah begini"ucap Dinda masih menunduk


"Din tatap mata gw" ucap Rendy sambil membalikkan tubuh Dinda menghadap ke arahnya


"Gw sayang sama Lo. Gw tulus sama lo. Gw nggak pernah ada niatan buat main-main sama Lo. Gw serius Din" ucap Rendy sambil menatap tajam mata Dinda. Dinda memang melihat kejujuran Dinmata Rendy


"Gw minta maaf" ucap Dinda


"Udahh Lo nggak usah nangis lagi ya" ucap Rendy sambil menghapus air mata Dinda


"Terimakasih ya Lo udah Nerima gw apa adanya" ucap Dinda lalu memeluk Rendy


"Iyaa gw juga terimakasih karena Lo udah Nerima cowok kek gw" ucap Rendy membalas pelukan Dinda


"Ehemmm ehehemmmmm" ucap Aldy yang sudah berada dibalik pohon


"Ngapain lo disitu kek tikus kejepit aja"ucap Rendy melepas pelukannya


"Jangan pelukan disini, entar ada setannya" ucap Aldy


"Ya Lo setannya" ucap Rendy


"Lahh Lo apain kakak gw sampai nangis begitu" ucap Aldy menatap sinis kearah Rendy


"Njirrr gw colok mata Lo baru tahu rasa" ucap Rendy


"Berani lo" tantang Aldy


"Ayo maju sini Lo" ucap Rendy


"Stoppp kalian mau geludd??silahkan gw mau balik ke tenda" ucap Dinda lalu meninggalkan mereka berdua


"Baru juga maaf An udah ditinggalin aja" gerutu Rendy


"Hahaha rasain" ucap Aldy lalu menyusul Dinda


"Darimana Lo Din??" Tanya Dita


"Dari mana-mana hatiku senang" sahut Dinda lalu duduk disebelah Maya


"Ckkk sial** ditanya bener-bener juga" umpat Dita


"Ku tak peduliii" ucap Dinda


"Hufttt sabar-sabar" ucap Dita


"Bahi Napa" ucap Dinda sambil merebut Snack yang sedang dimakan oleh Maya


"Itu punya gw bang***" umpat Maya


"Lo bawa banyak kan" ucap Dinda lalu memakan Snack milik Maya


"Bagi Din" ucap Rendy lalu merebut Snack yang dipegang Dinda


"Woee main ambil aja, itu juga hasil rebutan" gerutu Dinda


"Mau??aaa" ucap Rendy lalu menyuapi Dinda Snack itu


"Aduhhh keselek gw uhukk uhukk" ucap Dita sambil memegangi lehernya


"Potong aja leher Lo dit" ucap Epno


"Si**** Lo ep" ucap Dita


"Jiwa jombloku meronta-ronta" ucap syerli


"Lo bukannya udah punya pacar syer?!" Tanya Saputra


"Hehe udah, tapi kan nggak disini" ucap syerli sambil senyum Pepsodent


"Wahhh s***** lo syer" ucap Rendy


"Budu amat ah" sahut syerli


"Hayy gaess nihh incess bawa cemilan banyak"ucap Antika yang baru datang dengan membawa satu kantong plastik Snack


"Wahhhhh Antika baik banget"ucap Aldy


"Baru sadar lo kalo gw memang baik"ucap Antika menyombongkan diri


"Ckkk nyesel gw muji Lo nty"ucap Aldy lalu menikmati Snack dari Antika


"Nggak boleh nyesel gw udah denger kok" ucap Antika


"Fiuhhh serahhh Lo bae lah" ucap Aldy


BSMMMMMM.......