The Absurdity Of My Class

The Absurdity Of My Class
DITERAKTIR



DITERAKTIR


"Gaess kantin Yoo gw dah lapar" ucap Maya mengajak teman-teman untuk kekantin


"Ayoo lah, gw juga udahh lapar" sahut. Antika


"Woeeee tungguin gw" ucap Dita sambil mematikan laptop nya


"Buruan gw dahh lapar nah" ucap Nurita


"Ren kantin gak??" Tanya Dinda kepada Rendy


"Ayoo lah" sahut Rendy


"Aldy, Epno, dan kalian ikut nggak ke kantin" tanya Dinda pada mereka


"Iyaa kak kita kekantin juga lah" ucap Aldy


" Buruan nohh yang lainnya dah pada jalan" ucap Rendy


"Sabar Napa" ucap Epno


Dikantin


"Ren??" Panggil Dita kepada Rendy


"Paan??" Sahutt Rendy


"Lo kan baru jadian nihh sama Dinda" ucap Dita


"Ya teruss??" Tanya Rendy


"Traktir kita lah. Pj nya buat kita" ucap Dita


"Yadehh yadehh pesen aja yang kalian mau entar gw yang bayar" ucap Rendy


"wahwahwah makasihh Rendy. Rendy emang baik gak kayak Epno" ucap Antika


"Paan Lo bawa-bawa nama bhabang ganteng ini"sahut Epno


"Dihhh najiss" ucap Antika


"Holkay mah bebas" ucap Maya


Nyaman itu ditraktir sama teman. Sebenarnya uang sendiri sihh masih cukup buat beli makanan tapinya gimana ya kalo makan gratis itu enak aja. Udah makanannya enak gratis lagi. Nikmat mana yang kau dusta kan. Ciahahahahaha oke lanjottt bae lah


"Hahaha sambil sa ae Lo may" ucap Rendy


"Bu kami pesan blanlablabla" ucap mereka memesan makanan pada Bu kantin


"Baik, saya akan buatkan sesuai pesanan " ucap Bu kantin


10 menit kemudian


Tiba-tiba Rio datang dan duduk disebelah Dinda


"Ishh paan Lo duduk disebelah gw??" Ucap Dinda sambil duduk menjauhi Rio


"Gw mau duduk sini" ucap Rio sambil mendekati Dinda


"Dihhh jauh-jauh enatrr ketularan virus gw" ucap Dinda


"Gw gak mau tuh"ucap Rio


"Woeeee b****** jauhin pacar gw" ucap Rendy


"Lo punya telinga gak sih, jauhi kakak gw oon. Apa jangan-jangan Lo budeg ya" timpal Aldy


"Lo ngatain gw??" Tanya Rio


"Nggak gw ngatain cowok yang bukan kelas 8B yang duduk disini " ucap Aldy


"******* Lo ya" ucap Rio langsung menonjok Aldy


"Rioo stoppp, please go at now" teriak Dinda kepada Rio


"Lo gapapa kan Dy" ucap Dinda sambil membantu Aldy berdiri


"Iyaa kak gapapa kok"sahut Aldy


"Gini amat ya kakak kelas jaman sekarang main tonjok aja hanya karena masalah sepele" ucap Maya


"Gak semuanya sih mayy, ada-ada orangnya aja yang gak bisa ngobrol emosi jadinya ya kayak si Rio itu" timpal syerli


"Bener juga sih" sahut Dita


"Lo kenapa nggak, diem aja??" Tanya Nurita pada Antika


"Gw bingung" ucap antika


"Bingung kenapa Lo??" Tanya Anisa


"Gw masih kepikiran soal Mauly" ucap Antika


"Ya ampun itu, kejadiannya kan dah beberapa hari yang lalu" ucap Saputra


"Ya gimana ya hah tau ah" ucap Antika


"Nggak l jangan dipikirin orang kayak gitu mah suka sirik sama kebahagiaan orang lain. Dia akan selalu berusaha membuat kita down. Dia nggak pernah mau lihat kita bahagia sebentar saja. Gak usah dipikirkan kali nty. Anggap aja angin lewat" ucap Maya sok bijak


"Makasihh ya sarannya. Gw beruntung punya kalian" ucap Antika sambil tersenyum


"Jangan senyum-senyum Mak lampir. Bikin orang kesurupan ntarr" ucap Epno


"Apasijh sirik aja" ucap antika


"Ya kali gw sirik aja Lo. Ogahh gw" ucap Epno


"Yakk gorilla vs dinosaurus " ucap Dita


Paan Lo stress" ucap Antika kepada dita


"Siapa" tanya Dita


"Kau lah siapa lagi gak mungkin kan setan yang ada dikelas kita" ucap Antika


"Yang tanya" sambung Aldy


"Pufttttttt bhahahahahaha" all siswa 8B-Antika


"Tega.kalian. huwaaaa mama anakmu dibully mama" ucap Antika


"Alayyy Lo njirrr" ucap Dinda


"Budu amat gw gak peduli" ucap Antika


BSMMMMMM......