
NGGAK BISA TIDUR
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam para siswa sudah masuk ke dalam tenda masing masing. Mereka sudah tidur. Namun Dinda masih saja duduk termenung didepan tenda mereka. Rendy pun mendatangi Dinda
"Heyyyy kenapa nggak tidur??" Tanya Rendy lalu duduk disebelah Dinda
"Nggak papa gw belum ngantuk aja, kalo Lo kenapa belum tidur?" Tanya Dinda balik
"Gw nggak bisa tidur, gw ke pikiran Lo terus. Gw khawatir kenapa sampai jam segini Lo belum tidur " ucap Rendy
"Gw beruntung memiliki Lo ndy. Lo selalu ada buat gw. Makasih ya" ucap Dinda
"Din Denger ini gw baik baik ya. Gw ini cwo Lo. Udah tugas gw buat jagain Lo. Kalo Lo ada masalah apa aja cerita sama gw. Gw tahu kok dibalik sikap Lo yang bar bar itu Lo pasti punya kesedihan tersendiri " ucap Rendy lalu menyatu jemari mereka
"Gw nggak tahu ren, gw pengen cerita tapi gw nggak mau menjadi beban di kehidupan orang lain" ucap Dinda sambil tertunduk
"Din, apapun masalah Lo gw akan selalu support Lo. Lo jangan merasa sendiri" ucap Rendy
"Sebenarnya dulu gw sama Aldy punya Abang. Abang gw adalah orang yang ceria, dia sangat baik sekali, dia orang nya penyayang , dia selalu mendukung gw apapun pilihan gw. Dia yang selalu ngebelain gw dan Aldy kalo kita lagi di marahin sama papa dan mama. Padahal dia adalah orang yang baik. Namun ada saja yang iri dengan dia. Sampai pada akhirnya dia dibunuh oleh teman dia sendiri sewaktu Abang gw kelas 3 SMP. Waktu itu gw bener bener down . Gw nggak tahu lagi bagaimana kehidupan gw selanjutnya tanpa adanya Abang gw. Tapi setelah hadirnya Lo di kehidupan gw, semangat hidup gw selama tumbuh lagi. Gw bersyukur banget tuhan telah menggantikan kak Deni dengan pria yang baik hati seperti mu" ucap Dinda lalu memeluk Rendy
"Lo jangan sedih ya. Gw juga akan selalu support apapun pilihan Lo. Bahkan sekalipun Lo mau ninggalin gw , gw juga ikhlas kok Din" ucap Rendy membalas pelukan Dinda
"Gw nggak akan ninggalin Lo kecuali Lo yang meminta gw pergi dari hidup Lo" ucap Dinda melepas pelukannya
"Itu tidak akan terjadi" ucap Rendy
"Masa sih kok gw nggak percaya ya" ucap Dinda
"S***** Lo din" ucap Rendy lalu menggelitiki Dinda
"Ehem ehemmm" ucap Aldy yang duduk disebelah Dinda
"Sejak kapan Lo ada disitu??" Tanya Dinda dengan menatap sinis kearah Aldy
"Busett tatapannya mengerikan" ucap Aldy
"Bodo amat" ucap Dinda
"Kak, makasih ya kakak udah jadi pahlawan ku setelah kak Deni. Aku menyayangimu kak" ucap aldy lalu memeluk kakaknya itu
"Sama-sama dek" ucap Dinda lalu membalas pelukan Aldy
"Tapi gw adek nya" ucap Aldy
"Gw pacarnya" ucap Rendy
"Gw kakak nya" ucap Aldy
"Gw suami nya" ucap Rendy
"Gw papa nya" ucap Aldy tak mau kalah
"Gw.." ucapan Rendy terhenti karena Dinda
"Stoppp stop berantem aja terus kalian sampai pagi gw mau tidur" ucap Dinda lalu memasuki tenda nya
"Lanjut nggak nih??" Tanya Aldy
"Nggak usah" ucap Rendy
"Gw cuma mau bilang sama Lo. Jagain kakak gw. Gw nggak mau kakak gw tersakiti lagi kek sama Rio dulu " ucap Aldy
"Gw bukan Rio oon" ucap Rendy
"Awas aja kalo sampai gw tahu Lo nyakitin kakak gw. Gw pastikan Lo akan nyesel seumur hidup" ucap Aldy mengancam Rendy
"Busett dahh ancaman nya" ucap Rendy bergidik
"Ckkk gitu aja takut" ucap Aldy
"Gw bukan takut. Tapi gw ngehargainn Lo sebagai calon adik ipar gw" ucap Rendy sambil merangkul Aldy
"Bagus dehh kalo Lo masih ngehargain gw nggak kayak Rio itu main hajar aja"ucap Aldy yang masih merasa geram dengan Rio
"Emang nya lo kenapa bisa dihajar sama dia??" Tanya Rendy penasaran
"Gara gara dia cemburu ama gw. Katanya gw selingkuhan nya kakak gw" ucap Aldy
"Hahaha kesalahan pahaman berujung maut" ucap Rendy
BSM...