Thanks For You

Thanks For You
TERNYATA LO BELUM BERUBAH



Baiklah hari yang baru telah datang, aku akan menyambutnya dengan senyuman. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Batin Galih.


"Selamat pagi ma, selamat pagi pa" Sapa Galih riang.


"Selamat pagi juga Galih" Balas orang tua Galih kompak. Mama dan papanya heran melihat putra sulung mereka menyapa mereka pagi ini. Aneh banget, tidak seperti biasanya yang selalu cuek.


"Gue nggak disapa juga nih?" Tanya Gilang


"Oh iya selamat pagi adek gue. Sorry gue nggak lihat ada lo tadi." Jawab Galih dengan muka datarnya.


"Ikhlas nggak sih nyapa gue. Datar banget mukanya." Ujar Gilang sewot yang tidak mendapat tanggapan dari Galih


"Sudah jangan bertengkar. Ayo muli sarapan lagi. Nanti telat berangkat sekolahnya." Tegur mama Nadya, ibu dari Galih dan Gilang.


Mereka sekeluarga mulai sarapan pagi ini dengan tenang. Tidak ada suara apa pun kecuali denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


Setelah sarapan Galih langsung pamit kepada keluarganya.


"Galih pamit duluan ya" pamit Galih sambil berdiri dari duduknya.


"Kok buru-buru banget Gal?" Tanya mamanya


"Iya ma Galih hari ini ada tugas piket pagi." jawab Galih


"Biasanya kalau ada piket pagi juga nggak buru-buru begini deh. Ini pasti ada sesuatu deh." Celetuk Gilang


"Ya sudah hati-hati di jalan ya Gal." pesan mamanya.


"Iya ma, pa, Lang Galih berangkat sekolah dulu ya" pamit Galih sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


"Tangan gue nggak nih?" Tanya Gilang dengan menyodorkan tangannya kepada Galih.


Galih hanya diam dan menepis tangan adiknya itu. Orang tua mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putra mereka.


Sudah biasa seperti ini.


Galih berangkat menggunakan motornya yang biasa digunakannya.


Sesampainya di sekolah, Galih melihat Gadis di parkiran. Dia ingin menyapa Gadis, tapi urung melihat Gadis dihampiri teman-temannya.


"Eh Gadis lo tau nggak?" Tanya Tari


"Enggak"


"Ya gue kan belum siap ngomong lo main potong aja"


"Ya udah ada apaan?"


"Galih dari tadi ngeliatin lo tau nggak sih. Kayaknya dia mau nyamperin lo deh. Mungkin keburu gue nyampe duluan ya, jadi dia nggak jadi nyamperin" Ucapnya kebingungan


"Udahlah itu aja lo pikirin. Mending lo pikirin tuh tugas lo."


"Iya iya" jawabnya kesal


"Eh Gadis, kamu baik-baik aja?" Tanya Keysha yang sedari tadi hanya menyimak ucapan teman-temannya.


Memang wajah Gadis pagi ini terlihat agak pucat. Semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Galih. Berbagai cara dilakukannya namun tak juga dapat terpejam. Dia jatuh tertidur pukul 04.00. Jadi wajar wajahnya terlihat pucat.


Tari yang baru menyadari langsung bereaksi panik " iya juga ya lo pucat banget. Gue anterin UKS ya? Lo istirahat aja di sana."


"Gue nggak apa-apa guys. Gue cuma kurang tidur doang kok nggak usah lebay deh." Ucapnya acuh.


"Apanya yang nggak usah lebay deh lo? Mending lo istirahat di UKS" ujar Tari kesal.


"Bener yang dibilang tari. Sekarang kamu ke UKS aja ya istirahat aja atau mau pulang aja?" ucap Keysha menyetujui perkataan Tari


"Gue nggak mau. Gue mau belajar aja. kalian kok jadi posesif gini sih?" jawabnya sambil berlalu ke kelas.


Kedua temannya hanya bisa menghela nafas melihat Gadis tidak mau istirahat di UKS.


"Kita jaga aja Tari, kalau dia nggak kuat lagi pasti dia bilang." Saran Keysha menenangkan.


"Oke buat sekarang gue lepasin. Tapi nanti kalau dia tambah sakit tetap nggak mau di periksa biar gue seret dia" Tari benar-benar geram melihat temannya itu.


"Tenang Tari Gadis kuat kok." Keysha tersenyum


Tak jauh dari tempat mereka Galih mendengarkan semua percakapan mereka tadi. Dia cemas melihat Gadis tidak mau istirahat di UKS.


'Kenapa lo nggak mau istirahat Cha? Kalau sakit bilang sakit jangan pura-pura tegar'. Batin Galih.


Sesampainya Gadis di tempat duduknya dia langsung membuka buku pelajarannya. Seperti biasa dia satu-satunya orang yang hanya diam di tengah keramaian. Dia hanya menyimak apa yang diucapkan oleh teman-temannya itu atau kalau lagi malas dia menutup telinganya dengan earphone agar suara mereka tidak terdengar olehnya.


Di sekolah ini hanya Tari dan Keysha yang menerimanya menjadi teman mereka. Kalaupun ada, mereka hanya datang di saat butuh saja.


Tari dan Keysha memasuki kelas, melirik Gadis kemudian duduk di tempat duduk mereka.


Pelajaran jam pertama hingga jam istirahat berjalan lancar. Jam istirahat tiba, Keysha dan Tari mengajak Gadis ke kantin. Tapi Gadis menolak. Dia ingin di kelas aja.


"Lo yakin mau di kelas sendirian aja?" Tanya Tari memastikan


"Yakin seratus persen Tari." Gadis jawab dengan yakin


"Lo nitip apa gadis? Biar gue beliin" Tari keukeuh.


"Nggak ada apa-apa Utari. Gue nggak nitip apa-apa." tegas Gadis sekali lagi.


"Ya udah kami pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa kasih tau kita ya." Ucap Keysha


"Iya Keysha, Tari udah deh mending cepetan ke kantin nanti makanannya keburu habis."


Akhirnya Keysha dan Tari meninggalkan Gadis seorang diri di kelas. Tak lama Keysha dan Tari pergi, Galih masuk ke kelas. Dia terkejut melihat Gadis di kelas. Lalu dia teringat percakapan Gadis dan teman-temannya tadi pagi. Dilihatnya wajah Gadis masih pucat dan sekarang dia sedang memijit keningnya perlahan.


"Ikut gue" Galih menarik tangan Gadis secara paksa


"Ih gak apa-apaan lo narik gue kayak gini gue bukan kambing ditarik-tarik" Berontak Gadis yang bahkan tidak ditanggapi oleh Galih bahkan Galih seakan tuli.


Galih membawa Gadis ke kantin. Dia membeli satu porsi nasi dan tak lupa dia juga membeli air mineral.


Setelah dari kantin Galih kembali menarik Gadis ke UKS. Gadis hendak protes tapi dipelototi oleh Galih. Alhasil dia hanya melihat apa yang akan dilakukan oleh temannya itu.


"Makan" Gadis ternganga mendengar kalimat itu. Dia mendengus.


"Dari tadi lo narik paksa gue terus gue tanya lo diam aja dan sekarang lo maksa gue buat makan. Gue nggak mau." Tolak Gadis emosi.


"Makan" Kembali kata itu yang Galih katakan. Gadis tetap enggan menyentuh makanan itu.


Akhirnya Galih kembali bersuara.


"Lo mau makan sendiri atau gue suapi?" Tanya Galih sedikit marah, tapi tetap saja nadanya terdengar datar.


"Oke oke gue makan. Puas lo." Akhirnya Gadis memakan makanannya.


Galih tersenyum kecil yang tentu saja tidak dilihat oleh Gadis. Dia tahu Gadis lapar, tapi dia malas pergi ke kantin dan juga malas minta tolong temannya.


"Ternyata lo belum berubah ya."


Gadis yang sedang makan tersedak. Galih cepat-cepat memberikan air mineral kepada Gadis.


Setelah batuknya reda dia berkata "Apa maksud lo?"


**To Be Continue


Maaf masih banyak typo


Masih dalam tahap belajar 🙏😇😊**