
"Ahh sudahlah aku menelfon karena ingin memberi tahu sesuatu" ucap pak Rahmad
"Kalau saya boleh tahu apa itu?" Tanya pak Helmi sopan.
"Salah satu siswa sekolahmu ada di kantor polisi, sekarang sedang ditangani oleh anak buahku." Terang pak Rahmad
"Apakah dia membuat masalah sehingga masuk kantor polisi?" Tanya pak Helmi
"Untuk lebih jelasnya silahkan anda datang ke kantor polisi. Jika bicara di telepon seperti ini tak enak rasanya memberi tahu informasi ini." Ucap Pak Rahmad.
"Baiklah saya akan ke sana." Ucap Pak Helmi
Pak Helmi bergegas pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah siswanya. Sebelum pergi dia berpesan kepada pegawai tata usaha jika ada yang mencari dirinya untuk memberitahukan bahwa dia sedang menyelesaikan urusan dahulu. Jika orang tersebut berkenan menunggu persilahkan saja dia menunggu di ruang tunggu.
Sesampainya di kantor polisi, pak Helmi langsung menemui siswa sekolahnya untuk bertanya kronologi peristiwanya.
"Ohh apa benar anda Pak Helmi?" Sapa salah satu polisi.
"Iya benar saya Pak Helmi."Sahut pak Helmi membenarkan
"Assalamu'alaikum pak saya dulu murid bapak. Saya Fajar Ikhsan pak. Saya harap bapak masih ingat." ujar polisi Ikhsan
"Ahh waalaikumsalam Ikhsan tentu saja aku masih ingat betapa tidak dulu kamu itu murid paling bandel tidak di sangka kamu sekarang jadi seorang polisi. Bangga aku sebagai gurumu. Selamat Ikhsan jangan buat ulah di sini." Ucap pak Helmi kepada muridnya dahulu
"Alhamdulillah bapak masih ingat. sampai kenakalan saya pun bapak masih ingat." Ucap polisi Ikhsan sambil terkekeh
"Tentu saja aku kan wali kelas mu dahulu. Setiap kebandelan mu aku yang selalu kena ceramah kepala sekolah." Balas kepala sekolah sambil mengenang masa lalunya.
"Oh iya ada apa bapak ke sini? Saking asiknya saya sampai menahan keperluan bapak." Tanya Ikhsan
"Ahh itu ada salah satu siswaku masuk kantor polisi dan aku diminta untuk ke sini." jawab pak Helmi
"Ahh siswa itu, jadi dia murid bapak toh. Tapi pak sebenarnya dia tidak bersalah hanya salah paham sedikit saja. Jadi bapak tidak usah cemas masalah nya tidak sebesar masalah saya dulu." Ucap polisi Ikhsan tersenyum ketika mengingat kenakalannya dulu
"Benarkah. Kalau begitu ada dimanakah dia sekarang." Tanya pak Helmi
"Dia ada di ruangan Kapolsek pak. Kapolsek sendiri yang menangani kasus ini. Ruangannya tinggal lurus saja dari sini kemudian ada simpang nanti belok kanan saja pak nah tidak jauh dari sana ruangannya pak." jelas polisi Ikhsan.
"Hmm terimakasih ya ikhsan" ucap pak Helmi
"Tidak masalah pak atau mau saya antarkan ke ruangannya pak Rahmad." Tawar polisi Ikhsan
"Tidak perlu Ikhsan sekarang kamu sudah jadi seorang polisi dan pasti tugasmu banyak sekali. Sekali lagi terimakasih Ikhsan. Lanjutkanlah tugasmu. Bapak permisi dulu ya." ucap pak Helmi
"Tidak merepotkan kok pak. Baiklah jika itu keinginan bapak kalau begitu saya juga pamit pak Assalamualaikum. Sampai jumpa di lain waktu pak." Balas polisi Ikhsan
"Waalaikumsalam Ikhsan. Sampai jumpa juga di lain waktu Ikhsan." Jawab pak Helmi
Keduanya kemudian pergi ke arah tujuan masing-masing. Pak Helmi menuju ke ruangan pak Rahmad orang yang meneleponnya tadi dan mengaku sebagai temannya dulu.
Tok tok tok. Ketuk pak Helmi di depan ruangan pak Rahmad.
"Silahkan masuk." Sahut suara di dalam mempersilahkan masuk.
"Assalamualaikum." Sapa pak Helmi
"Waalaikumsalam" jawab orang di dalam serentak
"Ternyata si ceking Rahmad yang ini toh. Ku kira Rahmad yang mana pula." ucap pak Helmi sembari menghampiri siswanya yang ternyata salah satu siswa teladan di sekolah.
"Wah sekarang sudah ingat juga kau Helmi. Silahkan duduk dulu biar nyaman kita bicara." ujar Pak Rahmad senang karena teman sudah mengingat dirinya.
"Jadi apa yang terjadi kepada siswaku Rahmad sehingga masuk kantor polisi?" Tanya pak Helmi.
"Begini Helmi siswamu ini tadi sedang menolong seorang ibuk-ibuk yang terjatuh di jalan. Tapi suami Ibuk ini salah paham dikiranya siswamu adalah selingkuhan istrinya sehingga dia marah-marah di jalan dan menimbulkan keributan. Akhirnya polisi lalu lintas membawanya ke sini. Begitulah ceritanya Helmi. Benar begitu kan nak Galih?."Terang Pak Rahmad secara singkat
"Iya pak begitu ceritanya pak. Jadi hanya salah paham." Ucap Galih membenarkan keterangan Pak Rahmad
"Lagipula masalahnya sudah selesai dari tadi kawan. Ruanganku tadi sudah seperti arena saja. Hehehe" Ujar Pak Rahmad sambil terkekeh
"Aku kira masalah apa jadi hanya salah paham toh. Dan kamu mengapa tertawa Rahmad kamu kira kejadian ini lucu. Dari sekolah tadi aku sudah cemas sekali. Mengira-ngira apa yang terjadi dan kamu malah tertawa. Tidak habis pikir aku ternyata kamu belum berubah juga." ucap Pak Helmi sambil menghela nafas lega dan geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya belum berubah juga sejak dahulu.
"Hehehe Helmi masih ingat saja keu dengan perangaiku dahulu." Pak Rahmad menanggapi dengan terkekeh
"Kalau begitu jika masalahnya sudah selesai aku akan kembali ke sekolah bersama siswaku." Ucap Pak Helmi
"Mengapa kamu terburu-buru Helmi duduklah sebentar lagi. Mau ku buatkan minuman apa dan kau juga Galih mau minum apa? Ayo sebutkan saja tidak perlu sungkan." Tahan Pak Rahmad
"Tidak perlu repot-repot Rahmad lagi pula urusan di sekolah menumpuk kamu kan tahu kalau aku kepala sekolah sekarang bukan anak-anak seperti dulu itu yang bisa saja kabur." Tolak Pak Helmi halus.
"Iya pak nggak usah repot-repot."Ucap Galih menimpali
"Tidak repot kok ini juga dalam rangka bertemu dengan teman lama." Sanggah Pak Rahmad
Dia pun berdiri mengambil air putih untuk minum para tamunya.
"Kalau air putih tidak menolak kan. lagi pula apa kau tidak lelah berulang kali menjelaskan kepada bapak tadi itu." Ucap pak Rahmad
"Terimakasih Rahmad jadi merepotkan saja." Ucap pak Helmi sambil meneguk air putih yang diberikan begitu pula dengan Galih mengikuti gurunya itu
"Ohh iya Helmi jika kau mengizinkan, bolehkah aku meminta nomor telepon pribadi kau? Bila ada waktu aku ingin berbincang lagi denganmu." Tanya Pak Rahmad ragu
"Tentu saja Helmi aku akan memberikannya tak usah ragu seperti itu" ucap Pak Helmi
Dengan bergegas Pak Rahmad memberikan secarik kertas kepada Pak Rahmad untuk beliau menuliskan nomor teleponnya.
"Terimakasih Helmi tunggu telepon dari ku ya." ucap pak Rahmad
"Baiklah Rahmad kami pamit dulu. Terimakasih telah disuguhkan minuman." Pamit Pak Helmi
"Tidak usah sungkan lain kali singgah lah ke sini kalau ada waktu." Ucap Pak Rahmad
"Kami pamit dulu Rahmad. Assalamualaikum sampai jumpa di lain waktu."
"Saya juga pamit pak Assalamualaikum." Pamit pak Helmi dan Galih
"Waalaikumsalam hati-hati di jalan" Sahut pak Rahmad.
💞💞💞
Sekian dulu ya sampai jumpa