
Gadis POV
Huft mereka lama banget sih. Udah lima menit gue siap, tapi mereka belum sampai juga. Obrolin apaan sih. Buat orang jadi badmood aja deh. Kalau dalam lima menit lagi mereka belum nyampe, liat aja gue tinggal aja ke kelas. Ehh tapi kalau gue yang ditinggal ke kelas duluan gimana?
Disaat Gadis perang batin, Angga -ketua kelas Gadis- menghampiri Gadis untuk menyampaikan pesan Bu Lidya.
"Gadis lo ngapain dah bengong di depan toilet. Nanti lo kesurupan baru tahu rasa." Ucap Angga mengangetkan Gadis.
"Siapa yang bengong juga sih. Gue tuh lagi mikir ini bukan bengong tahu." Sewot Gadis
"Dari muka lo tuh juga keliatan kalo lo lagi bengong tahu. Lagian mikirin apaan sih. jangan-jangan Lo lagi mikirin gue ya?" Tebak Angga asal yang membuat Gadis semakin badmood.
"Dih amit-amit gue suka sama lo. Yang ada ya tiap hari gue bakal badmood. Ada lo buat gue emosi terus tiap hari. Udah deh ngapain lo ke sini?" Tanya Gadis mengalihkan percakapan.
"Oh iya gue ke sini kan mau manyampaikan pesan dari Bu Lidya. Lo dipanggil Bu Lidya ke ruang guru. Bu Lidya minta tolong sama lo."
"Ohh ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya. Makasih udah bilang ke gue."
"Ehh lo nggak mau gue anterin gitu?" Tanya Angga
"Ngapain juga gue minta dianterin sama lo? Emang gue anak kecil? Ga usah makasih." Tolak Gadis
"Yah siapa tahu kan lo mau gue anterin. Lagian ya kebanyakan cewek tuh minta dianterin ke gue tahu." Jawab Angga
"Bukan gue ya. Ya udah gue pergi dulu." Pamit Gadis.
"Oh iya kalau lo ketemu Tari sama Keysha tolong bilangin gue ke ruang guru ya." Lanjut Gadis.
"Ok. Tenang aja gue sampaikan kok."
Gadis berjalan santai menuju ke ruang guru. Sambil berjalan dia memikirkan sikap Angga kepadanya. Ternyata lo belum berubah Angga. Maafin gue ya, gue nggak bisa menerima perasaan lo.
Tak terasa Gadis sudah sampai di ruang guru. Dia pun segera menuju ke meja Bu Lidya dan menanyakan ada apa sang guru memanggilnya.
"Assalamualaikum buk. Ibuk tadi cari Gadis ada apa ya buk? Ada yang bisa Gadis bantu buk?" Tanya Gadis
"waalaikumsalam Gadis. Iya ibuk mau minta bantuan Gadis. Gini loh Gadis ibu minta tolong nanti sepulang sekolah kamu mengawasi seorang siswa. Dia mau ujian susulan. Sebentar saja kok. " Pinta Bu Lidya
"Kenapa Gadis buk. kenapa nggak yang lain aja." Tanya Gadis
"Kamu nggak mau ya. Ya udah nggak apa-apa kok."
"Bukan gitu buk kan ada yang lain yang lebih pintar dari gadis buk. Gadis takut mengecewakan ibuk."
"Masalahnya ibuk hanya percaya sama Gadis. Dan ibuk percaya kalau Gadis bisa melaksanakan tugas ini."
"Baiklah buk kalau ibuk percaya sama Gadis, Gadis akan berusaha nanti." Akhirnya Gadis setuju untuk membantu Bu Lidya
"Ok baiklah. Nanti sepulang sekolah jangan lupa ya. Terimakasih Gadis."
"Ya udah Gadis ke kelas lagi. Udah dari tadi belnya kan? Ibuk udah bilang kok sama guru mata pelajaran selanjutnya tadi." Lanjut Bu Lidya.
"Ok buk Gadis masuk kelas dulu ya buk. Assalamualaikum buk." Pamit Gadis.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Sontak siswa siswi yang dari tadi menguap berkali-kali menjadi gembira tak terkira. Hilang sudah wajah ngantuk tadi. Guru yang sedang mengajar sampai geleng-geleng kepala, geli melihat kelakuan siswanya itu. Tak terkecuali sahabat Gadis.
"Gadis ayo kita pulang." Ajak Keysha
"Lo duluan aja key, gue ke ruang guru dulu.- Tolak Gadis halus
Keysha kecewa mendengarnya, "Ya udah key duluan ya. Gadis hati-hati pulangnya nanti." Pamit Keysha
"Gue juga duluan ya. Hati-hati lo di sekolah." Tari ikut berpamitan juga.
"Iya lo berdua juga hati-hati." Balas Gadis
Setelah kedua temannya pulang. Gadis bergegas ke ruang guru.
"Kamu udah datang. Sini dia lagi ngerjain soal tuh."
"Oh udah datang. Maaf Gadis telat buk."
"Nggak apa-apa. Ibuk pergi dulu ya. Jangan biarin dia nyontek dan jangan diberikan sontekan ya." Pesan Bu Lidya
Setelah kepergian Bu Lidya, Gadis menuju meja sang guru itu. Betapa kagetnya Gadis ketika dia melihat siapa yang akan diawasinya itu.
"Galih?"
"Eh elo Gadis. Ngapain lo di sini? Lo nggak pulang?" Tanya Galih
bingung.
"Gue disuruh jadi pengawas ujian sama Bu Lidya." Jawab Gadis ogah-ogahan.
"Jadi elo yang bakal ngawas gue. Ya udah duduk nggak capek apa berdiri di situ."
"Kerjain tuh soal lo jangan nyontek lo." Ancam Gadis.
"Tenang gue nggak bakal nyontek."
Setelah itu tidak ada obrolan lagi di antara keduanya. Gadis sibuk membaca novel sesekali melihat orang di seberangnya. Galih sibuk mengerjakan soal ujiannya itu. Suasana hening hanya mereka berdua, guru-guru lain sudah pulang semuanya.
Galih berdehem menyadarkan Gadis yang tengah asik membaca novelnya.
"Gue udah siap nih. Taruh dimana nih?" Tanya Galih.
"Taruh aja di sini. Lo pulang aja duluan. Gue nunggu Bu Lidya di sini dulu." Jawabnya acuh
"Oh ok. Gue juga tunggu di sini deh."
Gadis melotot mendengar jawaban dari cowok di depannya ini.
"Ngapain lo nunggu di sini. Kan urusan lo udah kelar." Sewot Gadis
"Biarin lah sekalian gue nungguin lo. Emang lo berani nunggu sendirian. Sekolah ini angker tahu." Canda Galih
"Gue nggak sendirian tahu. Kan ada penjaga sekolah. Nggak usah nakut-nakutin gue. Kalau lo mau tinggal ya udah tinggal aja." Jawaban Galih membuat Gadis tambah sewot.
Galih tersenyum senang mendengarnya.
Suasana hening kembali menguasai mereka berdua. Gadis berusaha tidak terpengaruh akan keberadaan Galih. Dia mencoba meredakan detak jantungnya. Sedangkan Galih santai-santai saja.
"Gadis gue mau ngomong."
Suara Galih kembali memecah keheningan di antara mereka
"Ngomong aja. Lagian itu lo udah ngomong." Jawab Gadis
" Tentang masalah itu... Gue minta maaf sama lo. Gue..." Ucap Galih
"Nggak usah bahas itu. Gue nggak belum siap dengar penjelasan lo." Potong Gadis
"Lagian lo belum siap buat jelasin." Sambung Gadis
Gadis berdiri dari duduknya. Reflek Galih menahan lengan Gadis.
" Lepasin tangan gue. Bu Lidya bentar lagi sampai sini tahu." ucapnya
Perlahan Galih melepaskan genggamannya dari lengan Gadis.
" Gue pulang dulu." Pamit Gadis
Ketika Gadis sampai pintu Bu Lidya juga baru sampai depan pintu, membuat keduanya terkejut.
"Astaghfirullah Gadis. Kaget ibuk." Sapa Bu Lidya sambil tersenyum
"Maaf buk."
" Iya nggak apa-apa. Sudah siap ujiannya?" Tanya Bu Lidya
" Sudah Bu. Gadis pulang duluan ya buk. Assalamualaikum." Pamit Gadis
"Waalaikumsalam. Hati-hati Gadis. Makasih ya Gadis." Bala Bu Lidya
Gadis hanya mengangguk mendengarnya. Dia mulai berjalan pergi.