
"Lo tadi kemana Gal? Kok lama banget datangnya? Biasanya lo tuh yang paling cepat datang tumben banget tadi telat. Hampir jam istirahat lagi" Tanya Aska beruntun kepada Galih
"Yaelah Ka kalau nanya tuh satu-satu dong. Lah elo sekali nanya seperti kereta api aja. Yang mana dulu nih yang mau dijawab?" Balas Galih santai.
Aska Senja Sanjaya adalah sahabat Galih satu satunya. Ketika yang lain menjauhi Galih hanya Aska yang bersedia bermain bersama Galih. Dan Aska tuh yang paling tahu sifat Galih di banding orang tuanya sendiri. Hanya dengan lirikan mata saja Aska sudah ngerti.
Aska sebenarnya tahu Galih pasti memberitahukan insiden telat datang ke sekolah itu. Tapi Aska sudah tidak sabar menunggu Galih yang menceritakannya itu bakal lama. Jadi Aska tanya duluan aja.
"Gue serius kali Gal, jawab aja elah semua pertanyaan gue. Sepanjang apa gue tunggu deh penjelasan dari lo." Ucap Aska
"Gue kemana tadi? Kan udah di jelasin sama Pak Helmi tadi. Kok gue tadi lama? Kan juga udah di jelasin tadi Ka. Lo gimana sih nanya kok yang udah tau jawabannya?"Jawab Galih
"Bukan itu Gal, gue pengen denger dari lo sendiri bukan dari orang lain. Kan gue sohib lo masa lo nggak mau ngasih tau gue sih." Sungut Aska
" Hahaha iya deh gue jawab pertanyaan lo. Lo mau nanya apa? Gue jawab nih tapi lo harus jaga rahasia. Janji?" Tawar Galih
"Lo seperti nggak kenal sama gue aja deh. Kalau lo nitip rahasia pasti gue jaga dengan nyawa gue" Ucap Aska
"Lo udah janji ya kalau lo ingkar lo dosa. Ya udah buruan apa yang mau lo tanya. Nanti keburu bel nih. Oh iya satu-satu jangan panjang-panjang." Kata Galih
"Lo dari mana?" Tanya Aska singkat
"Gue dari kantor polisi." Jawab Galih santai.
"What?? Kok bisa? Gimana ceritanya lo bisa sampai di kantor polisi?" Tanya Aska tidak sabar
"Cuma salah paham kok. Awalnya gue mau nolong ibuk-ibuk yang jatuh di jalan ehh tiba-tiba ada suaminya datang nah gue malah di tuduh selingkuhan istrinya. Yah gitu deh kejadiannya sehingga gue sampai ke kantor polisi." Jelas Galih
"Tragis banget hidup lo sob. Seperti sinetron aja. Coba gue juga ada di sana pasti seru banget tuh." Ucap Aska sambil tersenyum membayangkan keseruan peristiwa tadi.
"Elo mah bukannya ikut simpati malah ngejek. Nggak seru lo ah. Tau gitu nggak cerita gue tadi." Ucap Galih kesal
"Seru aja membayangi kejadian tadi Gal. Sorry ya. Yok ah ke kelas 10 menit lagi bel masuk nih." Ajak Aska
Mereka berdua beranjak menuju kelas.
Sedangkan Gadis dan teman-temannya sedang di arah berlawanan dengan Galih dan Aska. Ketika mereka bertemu
"Halo Keysha hendak kemanakah my queen?" Tanya Aska ke Keysha. Aska ini sudah lama menyukai Keysha tapi Keysha tidak membalas perasaan Aska.
"Apa sih Aska enak aja lo manggil key queen. Key kan bukan ratunya Aska." Sewot Key
"Ciee ada yang ditolak nih. Yang sabar ya babang Aska." Ucap Tari sembari tertawa
Lain halnya dengan Gadis, dia hanya menatap dingin kedua sohib itu. Dia berlalu meninggalkan sahabatnya karena tujuannya tadi hendak ke toilet. Mereka berempat masih asik berbalas ejekan, tidak menyadari bahwa Gadis sudah pergi meninggalkan mereka. Adalah Tari yang pertama menyadari ketidakhadiran sang sahabat.
"Loh Gadis kemana ya kok nggak ada?" Ucap Tari mengagetkan mereka
"Iya ya kemana nih Gadis kok tiba-tiba ngilang sih?" Balas Aska
"Oh mungkin di toilet Tari. Kan tadi Gadis minta temenin ke toilet." Ucap Keysha
"Oh iya ya key ya udah yok ke toilet. Gue duluan ya guys." Pamit Tari
"Key juga pamit ya teman-teman mau nyusul Gadis. Bye" Keysha pun juga pamit kepada Galih dan Aska
"Ya udah kita juga lanjut ke kelas Ka." Ajak Galih
"Ya udah Gal." Balas Aska
"Aduh Tari, Gadis kemana ya? Kok nggak ada di toilet?" Tanya Keysha cemas
"Mungkin udah di kelas key. Ya udah nggak usah cemas ayo kita susul Gadis ke kelas." ucap Tari menenangkan.
"Tapi mengapa tidak menunggu kita ya tar" Ucap Keysha sedih
"Udahlah key ayo kita susul Gadis ke kelas." ucap Tari
Tari mengajak Keysha ke kelas karena jam pelajaran sebentar lagi akan di mulai. Sesampainya di kelas alangkah terkejutnya Tari dan Keysha tidak ada Gadis di kelas.
"Aduh tuh kan Tari Gadis nggak ada di kelas. Jadi gimana dong 1 menit lagi bel masuk nih." Ucap Keysha cemas.
"Iya ya kemana nih Gadis?" Ada nada kekhawatiran dari suara Tari tapi coba ditutupinya agar dapat sahabatnya tidak terlalu panik
"Ya udah biar coba gue telepon Gadis dulu. Siapa tahu dia mampir ke suatu tempat." Tambah Tari mencoba menenangkan Keysha
"Bener juga ide bagus tar, coba deh telepon Gadis."
Tari mencoba menelepon Gadis. Tut Tut Tut suara nada tunggu membuat Keysha tambah cemas, soalnya Gadis tidak pernah lama mengangkat panggilan. Apalagi dari keluarga dan sahabatnya. Tapi ternyata Gadis meninggalkan ponselnya di dalam tasnya.
"Aduh Gadis kok tumben nggak bawa ponsel ya?" Heran Tari
"Tuh kan tar jadi gimana dong? Kita cari Gadis atau nunggu Gadis di sini?" Tanya Keysha
"Bingung gue key."
"Ada apa Tari, Keysha ribut ribut di depan pintu?" Tegur ketua kelas
"Ohh nggak kok kita lagi nunggu Gadis kok lama banget ada yang mau di omongin nih."
"Iya nih"
Jawab Keysha dan Tari kompak
"Loh Gadis belum bilang ya dia tadi di panggil Bu Lidya ke kantor guru."
"A... Ada kok, makanya kita nunggu dia di sini. Iya kan key." Jawab Tari
"Ehh Tari kapan ya Gadis ngomongnya. Kita kan belum ketemu Gadis"
Tari menyikut perut Keysha
"Masa lo nggak ingat sih key, tadi dia kan chat gue terus gue kasih tahu ke elo masa lo lupa sih." ucap Tari sambil mendelik kepada Keysha
"Ohh iya ya key lupa."
Ketua kelas yang bernama Angga itu hanya geleng-geleng kepala aja.
"Kalau nggak tahu ya jangan dipaksakan kali. Gadis tadi aja minta tolong sampaikan ke kalian berdua. Soalnya dia nggak sempat memberi tahu langsung. Bu Lidya butuh cepat tadi. Ponselnya juga ditinggalinnya." Angga menjelaskan sambil menahan tawanya dan berlalu meninggalkan kedua sahabat yang menahan malu karena ketahuan berbohong
💞💞💞
Sampai sini dulu ya
Kalau ada yang mau ditambahin di komen aja ya