Supreme Lord

Supreme Lord
CH.2



"Kira-kira apa yang dilakukan penyihir epident itu disini?" ucap myuu


"aku tidak tahu, tapi dari perkataannya tadi "[Kalian telah melakukan kesalahan fatal]" aku beranggapan bahwa ada orang yang berbahaya bagi mereka di rumah sakit tadi" jawab lissa.


"tapi, siapa? Dirumah sakit itu hanya ada aku dan kamu. Hanya kita penyihir disana"


"kamu benar. Mungkin maksud perkataannya tadi.. Adalah "kita telah salah mendukung"?"


"ah, sudahlah lissa, tak perlu dipusingkan"


"benar juga! Hahaha..."


{Rumah kalga}


"aku pulang"


"kalga! Kamu gak apa-apa kan?!"


"i-iya ibu, aku gak apa apa, dimana karina?"


"dia ada diatas, dia mengkhawatirkan mu"


Kalga menaiki tangga, ia masuk dalam kamar karina. Didalam kamarnya, karina sedang bermain game. Dengan hati-hati kalga mendekati karina dan...


"DOR!!! ANGKAT TANGAN!!! JANGAN BERGERAK!!!"


"Kyaaaaa!!! Aku gak salah, tolong ampuni aku! Aku janji akan belikan burger!!!"


"Whahahahaha! Karina, kamu lucu sekali!!"


"kakak?, dasar,bodoh!! (pak!!) (suara pukulan di wajah)"


"adu-duh.."


Karina, kemudian menangis dan memeluk kalga. "eh, karina..ada apa?". Karina menjawab "da-dasar bodoh! Aku mengkhawatirkan mu tahu!". Kalga tersenyum dan berkata "wah, adikku yang manis ternyata khawatir kepada ku, kukira kamu orang nya dingin". Karina malu, dan dia kembali bersikap dingin "bo-bodoh!! Mana mungkin aku khawatir kepadamu!!". "tadi kan kamu sendiri yang bilang. "heh?! Mau kena hantam lagi?!!". "eng-enggak enggak, haha".


Kalga turun kebawah dan memakan makan malam, untung saja tangan nya yang patah adalah tangan kiri. Setelah makan malam, kalga berjalan-jalan keluar rumah, ia berniat untuk mengunjungi perpustakaan dekat rumahnya. Di tengah-tengah jalan, kalga merasakan ada yang aneh, ia bertanya-tanya "sejak kapan ada reruntuhan dekat sini?". Rasa penasaran kalga terhadap reruntuhan itu makin menjadi-jadi ketika ia melihat ada yang bercahaya di bawah reruntuhan itu.


Kalga kemudian, menggali reruntuhan itu, dan benar saja. Ia menemukan sebuah kotak kecil yang berkilauan. Kotak kecil itu akhirnya dibawa kalga kerumahnya. Ketika hampir sampai, kalga mendengar suara samar-samar dari kotak itu. Suara itu terdengar seperti ["lepaskan aku, sialan!"]. Kalga agak merinding ketika mendengar nya, tetapi ia menghiraukannya dan menganggap itu adalah angin yang bertiup kencang di telinga nya, sehingga seperti menghasilkan suara. Sesampai nya dirumah, kalga memasukkan kotak itu kedalam baju nya, dan berlarian ke kamar nya.


"apa-apaan kotak ini? Siapa sih pemilik nya?"


Kalga mengambil sebuah besi kecil lalu berusaha membuka kotak itu, tetapi tetap tidak terbuka. Di banting, dipukul, ditendang bahkan dibelah pun tidak terbuka. "ini kotak apa sih? Sampai tidak dapat dibuka?!". Kalga menghelah nafas, lalu berniat mengembalikannya "aku seharusnya mengembalikan kotak ini". Tiba-tiba ruangan kalga menjadi gelap, sebuah pintu seperti "portal" terbuka, kalga melihat fenomena aneh tersebut, dan tak mempercayai itu. Ia lalu, mengambil pisau untuk berjaga-jaga. Seseorang keluar dari balik portal tersebut, lalu,Ruangan kalga kembali terang. Orang itu, menggunakan hoodie hitam, dengan cepat dia mencekik kalga. Kalga tidak sadar bahwa sudah tercekik dengan kencang. Ia muntah darah, perut nya ditusuk menggunakan pedang gelap. Orang misterius itu berkata "berikan kotak itu padaku". Kalga yang kesakitan menjawab "ti-tidak akan, aku akan memberikan kepada pemilik asli-nya bukan kau!". Orang misterius itu kembali menggunakan pedang berwarna gelap dan menusuk kalga beberapa kali. "cepat berikan, jika tidak aku akan membunuh mu!". "ti-tidak a..kan... Ini...bukan...milik...mu,...ini...milik....ku!". Dalam sekejap mata, Kotak itu terbuka, "TIDAK!! KOTAK ITU TERBUKA!!". orang misterius itu berlari ingin keluar, tetapi tiba-tiba dia musnah. Dan muncullah sesosok makhluk yang amat bercahaya. Sosok itu berkata "wahai anak muda, kamu memiliki tekad yang kuat, meski tahu kamu akan mati, kamu tidak menyerahkan kotak itu,Oleh karena itu, aku akan mengajari mu sihir, dan menjadi guru mu." kalga tercengang, ia berkata "si-sihir, tidak mungkin hal semacam itu ada?!"


"kamu tidak percaya? Bagaimana kalau aku tunjukkan?"


"hah?! Ti-tidak mungkin, kan!!. Kamu pasti bohong?!!, lagian kamu ini apa?!! Setan?!! Jin?!! Hantu?!! Pocong?!! Kok bisa keluar dari kotak itu serem ah!!"


"King of world realm: Information"


Sihir untuk membagikan informasi.


"oh! Jadi, kamu adalah sang penguasa alam dunia?!!"


"hmm ya benar (wajah sombong), aku adalah peng-"


"siapa itu eskarius? Penguasa alam dunia? Sejenis Tokoh utama di film? Kamu ini, Punya kelainan mental ya? Sampai-sampai mengkhayal sebegitu jauhnya!"


"BOCAH BRENGSEK!!!


"AKU TIDAK MENGKHAYAL!!!"


"AKU ESKARIUS VANDAL OMEGA!!"


"he-hei jangan teriak! Nanti orang tua ku dengar lagi!"


"tidak apa apa, aku adalah sosok jiwa, tidak ada yang dapat mendengar ku, kecuali kamu seorang"


"hah? Yang benar? Tapi, katamu mau mengajari ku sihir, mana sihir nya? Coba tunjukkan?"


"hei, bocah bodoh. Kamu tahu aku dari mana? Aku memberi mu informasi dengan sihir ku,bodoh"


"oh!!! Wajar saja aku tiba-tiba tahu kamu!!"


"ini gak mimpi kan?"


"BOCAH SIALAN, JANGAN BANYAK TANYA!!!"


"Ba-baiklah."


Eskarius menghelah nafas. ia berkata "kita akan mulai cara penggunaan sihir besok pagi". Kalga meminta pada eskarius untuk menggunakan sihirnya agar luka-lukanya disembuhkan. Eskarius menggunakan "king of world realm: Perfect Heal", menyembuhkan kalga dari luka-lukanya dan membust tsngan kiri kalga sembuh. Eskarius teringat bahwa kondisi dari kalga sangat parah saat pertama kali melihatnya, ia pun bertanya "hei,nak kamu tadi ditusuk-tusuk oleh orang itu,tapi kenapa kamu tak merasa sakit?". Ia menjawab "itu sakit banget tahu! Tapi aku sudah biasa dengan rasa sakit, jadi aku tak menghiraukannya". Ucapan kalga itu membuat eskarius terheran-heran, Karena menurut nya, jika dia berada di posisi kalga, dia bakal merengek kesakitan.