Supreme Lord

Supreme Lord
CH.9



"TIDAK!!!!!!"


"KENAPA?!! KALGA?!!"


"seminggu lagi itu hari senin, dan itu hari pertama sekolah setelah libur"


"HANYA ITU SAJA?!!! KAU HEBOH SEKALI!! DASAR ANAK MULUT BUAYA!!"


"HANYA?!!! AYAH!!! AKU SUDAH ABSEN LEBIH DARI 5 KALI!! JIKA AKU ABSEN LAGI AKU GAK AKAN NAIK!!!"


"oh."


"gak apa apa, tinggak di ulang kan?"


"(menghelah nafas) kita bicara yang lebih serius, kalian, berlatihlah selama seminggu sendiri-sendiri, aku akan menunggu kalian di terminal"


"baiklah"


"guru, ini gimana? Pelatihan keempat nya tetap dilanjutkan, tapi cuma seminggu dapet nya"


"bocah bodoh, emang segitu waktu nya, malah dapet 1 hari bonus"


"oh iya ya"


"lebih baik kamu siap-siap"


"baik!"


"oh ya kalga, ambil batu raksasa yang berukuran 5x lipat tinggi badan mu, dan bawa ke hutan tanpa menggunakan sihir"


"baik!"


Kalga kemudian menyusuri hutan, pegunungan sampai perkotaan. Namun, ia tidak menemukan satupun batu yang besar, tiba-tiba terlintas suatu ide di kepala kalga, untuk mencari batu besar tersebut di tempat pengelolaan batu. Sesampai nya disana, kalga melihat batu yang sama persis dengan yang dikatakan eskarius. "pak, batu ini dijual gak?". "iya,dek. Batu ini dijual". "berapa pak?". "hmm 1 juta gozar". " ini pak 1 juta gozar". "makasih,dek ini mau taruh dimana, biar diangkut oleh mobil". "biar aku bawa sendiri pak". "eh, kok malah bercanda?". "aku serius (tatapan serius)". "eh, emang bisa dek". "iya dong! Aku kan kuat!". "hiaaaa, nih liat". "gi-gila kuat banget?!!. Kalga kemudian berlari sambil membawa batu yang sangat besar itu. Sesampainya dihutan. "nih...guru...batunya..huufftttt..hufffttt..berat banget...". "ok sekarang kamu coba gunakan sihir tipe elemental "Wave of wind", tipe item creator "steel spear", tipe summon "Stone spider", tipe support "palm of Heaven". Gunakan hal yang aku perintahkan, hancurkan batu itu"


"eh..berarti hanya bisa satu dong"


"kendalikan keempat empat nya secara bersamaan!"


"mustahil!!"


"tidak mustahil jika kamu tidak banyak bacot"


"baik..."


"spedent magicians: wave of wind, steel spear, stone spid-"


Kalga terhempas karena tidak bisa mempertahankan membuat 4 tipe secara bersamaan


"aduh..."


"(menghelah nafas) gitu aja gak bisa liat nih"


"king of world realm: Wave of wind, steel spear, stone spider, palm of heaven"


"wah,gila!"


"kamu harua fokus, sudah berapa kali aku bilang fokus dan percaya diri"


"maafkan aku..."


Kalga mencoba berulang-ulang, tetapi ia terus gagal. Hingga akhirnya ia dapat menguasainya tetapi, mana nya terkuras habis, kalga pingsan. Kalga kembali lagi ke alam bawah sadar nya, ia bertemu eskarius yang lain


•alam bawah sadar•


"kamu kembali lagi kalga"


"hah? Kamu, eskarius yang lain?"


"ya, kamu kenapa kembali lagi kesini?"


"aku? Aku pingsan makanya bisa disini"


"kamu tak seharusnya pingsan, karena mana mu masih tersisa setengah"


"makhluk itu pasti yang memanggil mu?"


"makhluk apa?"


"kau akan tahu nanti"


"kembali lah"


Kalga kembali ke dunia nyata, kepala nya pusing. Kalga menenangkan dirinya, setelah tenang, ia menyempurnakan sihir nya lagi..


"kalga? Aku,myuu!"


"oh, myuu? Kalga nya ada di belakang"


"terima kasih, tante"


"hai kal-"


"myuu? Kamu sudah datang? Aku baru saja mau mandi...hahahaa"


"maaf! Maaf!"


"tidak apa apa myuu, aku hanya telanjang dada saja"


"aku mandi dulu ya"


"i-iya!"


"kalga telanjang dada, aduh, apa yang aku pikirkan!!"


"berpikir positif! Myuu!"


5 menit kemudian...


"myuu ayo kita berangkat"


"ayo!"


"dimana lissa?"


"dia pergi duluan, katanya ada urusan"


"[wanita itu pasti sengaja!]"


"itu dia!"


"ayah!"


"yo,kalga!"


"hai tuan dunaven, dan lissa"


"panggil aja ayah mertua, hihihi"


"OI AP-APA YANG AYAH KATAKAN!?!?"


"lihat tuh wajahmu memerah"


"wajah myuu juga ahahah"


"hah...hah..sudah cukup bercandanya..kita datang kemari untuk masalah yang serius"


"kan ayah yang bercanda..."


"kalian tahu kenapa aku mengajak kalian ke terminal?"


"tidak tahu"


"ikuti aku"


Mereka berjalan sekitar 500m dan masuk kedalam sebuah lorong bawah tanah, disana mereka masuk lagi kedalam lift bawah tanah, lalu bertemu dengan todelka.


"yo,todelka"


"sudah lama ya...dunavan"


"oh..orang yang aku kalahkan itu ya?"


"hoho...todelka kamu dikalahkan anak ku ya"


"i-i-itu hanya beruntung saja!!"


"aku hanya kasihan, eh aku sebenarnya tidak kasihan! Whahahaahah, itu saat aku sudah terluka makanya aku dapat dikalahkan"


"sifatnya berbeda 180°"


"ya, aku tahu"


"ok, sebaiknya kita langsung ke kediaman klan"