Supreme Lord

Supreme Lord
CH.15



"Guru? Kamu kenapa??"


"aku...gak...apa...apa"


"tapi wajah mu..."


"aku hanya tidak makan selama seminggu hehehe..."


"guru aku bawa ram-"


"omnonomnomnomnom"


"OII!! BELUM DI KASIH AIR KENAPA LANGSUNG MAKAN"


"omnonomnomnomnom"


Terdengar suara samar-samar "jangan lari myuu". "orang bakal mendengarmu, dasar anak brengsek!". "tolong aku!". "itu suara myuu". Kalga berlari keluar, ia melihat myuu sedang di kejar-kejar seseorang. "Myuu!!". "kalga?!". "myuu kamu kenapa malam-malam!". "kalga kamu pergilah jangan lihat aku! Nanti kamu berurusan dengan keluarga ku!". Kalga menghampiri myuu "apa yang terjadi?". "tidak! Jangan dekat-dekat nanti kamu dihajar keluarga ku, tidak tolong aku, tidak jangqn tolong aku, tidak tolonglah aku ti-". Kalga memeluk myuu "sudahlah, aku ada disini, kamu tidak perlu takut. "haaaa...tolong aku kalga...". "iya,iya nona myuu". "kamu mundur dulu ya..". "iya..". "berhenti disana anak brengsek!". "eh? Paman bicara dengan siapa?". "kamu melihat anak seumuran mu berlari kesini?". "enggak,tuh". "cih, dimana sih dia". "eh? Siapa yang dibelakang mu?". "dia...pacarku". "pacar?". Wajah myuu memerah sangat merah bahkan lebih merah dari darah. "eh?! Wajah nya seperti orang yang kukenal..". "siapa namanya?". "Myuu". "BRENGSEK...SERAHKAN DIA...". "aduh, aduh paman. Santai dong..". "daripada marah-marah melulu lebih baik paman lihat keatas". "apa yang ad- Apa?!!"


"kurang ajar kau!!". "tembakkan sinar nya, Todelka". "Jangan menyuruh ku!". "spedent magicians: Nuclear area!". "cih, spedent magicians: Arm of Minotaur". "spedent tingkat dua ya?!". "haahhaha! Anak-anak bau kencur seperti kalian tidak bisa menang melawanku!". "betul begitu kah paman?". "sejak kapan kau diatas sana?!!!". "spedent magicians: Ball of Darkness!". "spedent magicians: Speed of Sound dragon". "Spedent magicians: Muscle of Orc, rasakan pukulan ku!". "arghh!!". "kalga!!". "mundur myuu!!". "spedent magicians: Angel heal!". "aduh..duh"


"kau seorang support ya? Tetapi ball of darkness milik mu itu terasa seperti seorang tipe elemental". "atau jangan-jangan?!!". "jangan lengah, paman. Spedent magicians: Fist of wind!". "krgghh...bocah sialan, kau berhasil melukai wajahku...". "myuu larilah!". "cepat!! Lari kerumahku, disana ada ayah!". "tapi...". "cepat!!!!". "baik!". "jangan kabur! Bocah sialan!". "lawan mu aku, paman!". "minggir kalian berdua!". "spedent magicians: Demon Prison!". "cih, spedent magicians: black flame". "cih, tidak bisa dihancurkan!". "meski aku menggunakan yang bukan tipe ku, kalian tetap akan sulit menghancurkan penjara ini. "kekuatan orang tingkat dua ini benar-benar memuakkan". "spedent magicians: telepathy". "ayah! Myuu sedang menuju kesini, tolong lah dia!". "serahkan padaku!". "kalrina, tolong bawa anak bernama myuu kesini". "baiklah!".


"aku sudah kehabisan sihir, bagaimana dengan mu todelka?"


"aku juga.."


Tiba-tiba penjara terbakar dari luar, dan mengeluarkan mereka berdua. "kalian baik-baik saja kan?". "lissa!". "aku sudah menerima sinyal todelka.". "kalian ini, bagaimana bisa tahu kalau myuu lagi dikejar. "begini, begini, begitu,begitu," (menjelaskan). "hmm...kalian mengikuti myuu dari belakang karena menerima sinyal dari paman kedua nya?". "bisa dibilang begitu". "sekarang, ayo kita kejar mereka!". "berhenti bocah sialan!". "tidak mau!". "cih, spedent magicians: Demon bull". "kejar dia demon bull". "aku sudah kehabisan energi...tolong..aku" tiba-tiba tubuh myuu bercahaya, cahaya tersebut membesar dan keluar seekor merpati dari dalam tubuh myuu. "cahaya ini...mungkinkah....?!!". "Fuuta, sang merpati putih?!"


"Merpati putih" itulah julukkan ayah myuu, fuuta.


Sekitar 10 tahun lalu...


Klan shark...


Kediaman keluarha jaergus


"ayah, ayah! Aku mau jadi seperti ayah, memiliki teman seekor burung!"


"benarkah!"


"iya, hahaha. Sekarang, kamu bermain dulu dengan lissa ya! Ayah ada kerja"


"yah...ayah kenapa cepat sekali pergi..padahal aku mau bermain lebih lama dengan ayah"


"maaf ya,myuu! Ayah ada banyak kerjaan. Kalau ditinggalkan nanti ayah di marahin lho!"


"ah! Gak apa apa lah"


"Fuuta..kamu sudah selesai bermain-main dengan putri kecil mu?"


"apa maksud mu, darea"


"ah, tidak apa apa, kepala keluarga jaergus"


"hah...kamu memanggil ku bukan tanpa sebab bukan? Sang panda merah"


"jelas dong! Aku kesini cuma mau mengambil kembali, anakku, lissa"


"lissa bukan anak mu!"


"aduh,duh. Jahat banget sih, nyembunyiin anak orang"


"apa sih tujuan mu mengambil lissa?"


"oh! Apa kamu bertujuan untuk membuat anakmu tidak kesepian saat kematian mu yang sudah dekat, atau kamu ingin membesarkan dua orang monster?"


"tutup mulut mu!!! Dundun! Keluarlah"


"aduh...kamu yang mulai yah..."


Pertarungan antara dua orang tingkat 3 menyebabkan gunung hancur. Orang-orang yang melihat mereka bertarung terkagum-kagum. Pertarungan mereka diakhiri dengan fuuta dibunuh oleh sosok misterius. Sosok misterius itu mengubah ingatan semua orang menjadi "Groen (sang panda merah) adalah pahlawan yang menghentikan amukan dari fuuta (sang merpati putih). Tetapi, sebuah perisai melindungi myuu dan lissa dari penggantian ingatan, meski mereka tidak melihat pertarungan itu. Alasan terjadinya peperangan didalam klan, adalah karena campur tangan orang misterius itu.