
Sesampai dirumah aku pun langsung berlari mencari nenek dan akhirnya menemukannya. Dan langsung ku cerita kejadian tersebut kepada nenek. Nenek pun mengerti apa yang kurasa kan karena itu nenek pun mau membantu ku dalam menyelesaikan masalah ini. Akhirnya Merly akan hidup dengan tenang dan tidak akan diperlakukan kasar oleh Bu Candra. Aku tidak sabar untuk membawa Merly keluar dari rumah itu.
BESOKNYA
Kami pun tiba di rumah Bu Candra pada pagi hari tepatnya jam 07.00. Dengan membawa banyak polisi. Karena kebingungan kenapa berisik Bu Candra pun langsung keluar dari rumahnya . Dia terkejut karena begitu banyak sekali polisi yang berada di sekitar rumahnya.
" Ada apa ini. Kenapa kalian semua berada di sekitar rumah saya.
" Bu Candra telah diduga melakukan tindakan yang kasar kepada anak-anak seperti memperlakukan binatang", ujar Pak Polisi.
" Tidak, saya tidak melalukan tindakan seperti itu kepada anak-anak. Saya sangat menyanyangi mereka dan merawatnya dengan baik.
Karena tidak terima dengan apa yang dikatakan Bu Candra aku pun langsung tampil dan mengatakan .
" Serius kah anda mengatakan itu!! Saya pikir anda telah melakukan akting yang sangat luar biasa.
" Kamu anak yang kemarin. Jadi kamu yang melaporkan hal ini kepada polisi. Pak polisi anak ini memang tidak tahu sopan santun, dia kemarin datang kerumah dan berniat untuk menculik anak saya Merly. Saya sangat sedih dan dia katakan akan mengatakan hal ini kepada polisi. Jadi saya yakin bahwa gadis ini telah melakukan laporan palsu.
" Kamu siapa seenaknya saja menghina cucu saya? Dasar perempuan tidak tahu diri. Kamu sudah memperlakukan anak kecil dengan kasar dan menyuruh mereka untuk bekerja. Dasar orang tidak berguna. Kamu juga bahkan telah menghina kami yang berasal dari keluarga kaya di dunia ini. Kamu pikir kamu bisa lolos dari masalah yang kamu buat.
Karena mendengar apa yang nenek katakan, Bu Candra pun langsung terkejut dan bersujud memohon minta maaf. Tiba-tiba Merly pun keluar dari rumah.
" Bu aku mau pergi kerja dulu. Loh kok banyak polisi ada kakak Sonya lagi.
" Merly!! Pak polisi sudah dengar sendiri kan bahwa Merly disuruh untuk bekerja.
( Dasar Merly gak berguna ngapain keluar dari rumah setelah ini akan kuberi dia pelajaran)"ucap bu candra dalam hati sambil menatap merly dengan tajam.
" Merly sayang kamu gak usah kerja kan tugas rumah terus melulu kamu pasti capek udah istirahat saja. Kamu belum makan kan biar ibu buat masakan yang enak.
" Tapi Bu.
Ibu Candra menatap Merly dengan penuh marah dan memegang tangan merly dengan kuat.
" Oo..Ok Bu.
Merly mencoba untuk menahan rasa sakit akibat karena bu candra memegang tangan Merly dengan kuat. Walau sudah mengalami hal tersebut Merly tetap saja bisa tersenyum dan menahan segala rasa sakit itu. Bayang kan saja anak kecil dengan seusia 8 Tahun mampu bertahan dan berusaha untuk tidak menangis. Berbeda dengan ku aku terlalu gampang merasa Iba dan menangis.
Jika aku berada diposisinya yang sekarang ini mungkin aku sudah menyerah atau gak aku sudah kabur dari rumah ini menuju tempat yang lebih aman .Tetapi berbeda dengannya masih tetap menerima keadaan.
Aku berusaha mengajak Merly untuk ikut bersamaku tapi dia tetap saja menolakku dan malah memilih bersama Bu Candra. Aku tahu dia menganggap Bu Candra seperti ibu kandungnya tapi aku tidak sanggup melihatnya menderita seperti aku yang dulu. Kenapa kamu harus memilihnya daripada aku Merly padahal aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan mu dan membuat hidupmu lebih nyaman dan selalu tersenyum.
Karena polisi sudah mengdengarkan secara langsung bahwa Bu Candra tidak jahat dengannya dan mengatakan bahwa luka yang dia dapat itu karena terjatuh dan kebanyakan bermain bersama saudara-saudarinya.
Pada hal aku yakin apa yang Merly katakan itu bohong dia masoh saya tersenyum pada saat mengatakan hal tersebut. Dia memang anak yang kuat aku sangat kagum dengannya.
Aku dan nenek pun kembali pulang ke rumah. Nenek mengatakan bahwa Merly terlalu mempercayai Bu Candra sehingga dia tetap ingin bersama ibu tersebut.
Memang anak yang terlalu polos dan lugu dia hanya melalukan apa yang ingin dia lakukan dan terlalu percaya bahwa yang dipilihnya pasti benar. Aku berdoa kepada Tuhan agar Merly tetap kuat dalam menghadapi rintangan tersebut dan mendapatkan jalan keluar untuk keluar dari rintangan ini.
DI RUMAH BU CANDRA
Bu Candra yang emosian dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada Merly bahkan dia memukul dan menjambak rambut Merly habis-habisan.
" Ampun Bu....Ampun... Merly gak bakal ngulangi lagi.
" Apa kamu bilang gak bakal ngulangi lagi. Kamu pikir saya tidak bakal mendapatkan masalah yang lebih besar daripada hari ini karena anak yang gak berguna seperti kamu.
Seharusnya kamu tidak perlu ku pelihara dari dulu .
Anak-anak yang lain yang mendengar hal tersebut dan melihat perlakuan kasar Bu Candra kepada Merly pun merasa takut dan ada juga yang menangis tetapi mencoba untuk menahannya. Mereka sangat ingin sekali membantu Merly tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Karena jika mereka membantah, mereka juga akan mengalami apa yang dialami oleh Merly.
Merly yang menjerit kesakitan dan meminta ampun terus menerus kepada Bu Candra. Bu Candra semakin marah karena Merly menangis dengan suara yang keras dan disitu Bu Candra kedatangan tamu. Karena itu Bu Candra langsung menarik rambut dan didorongnya kepala Merly ke dinding.
Seteganya Bu Candra yang tidak memiliki belas kasih sedikit pun selayaknya iblis yang membunuh dan menyiksa manusia.
" Mati saja kau anak tidak tahu diri!!!
Bu Candra pun pergi meninggalkan Merly yang terjatuh pingsan dengan wajah tidak berdaya dengan penuh lumuran darah dikepalanya. Bu Candra pergi begitu saja dan tidak merasa bersalah sedikit pun. Karena itu lah Bu Candra kehilangan anak nya karena dia sendiri membiarkan anaknya mati di tengah jalan. Dan dia malah senang dengan hal tersebut. Senyumannya Bu Candra bagaikan senyuman iblis yang senang melihat penderitaan orang lain.
Anak-anak yang lain pun datang menuju Merly dan memcoba menyelamatkan Merly.
" Merly bertahan lah kami pasti akan membawak mu kerumah sakit.
Anak-anak pun langsung pergi kerumah sakit dengan segera dan membawak Merly yang sudah kehilangan banyak darah . Karena rumah sakit jaih dari rumah mereka. Mereka pun mencoba meminta bantuan kepada orang-orang yang memiliki mobil. Dan disitu juga Sonya baru pulang dari rumah lorellia dan tidak sengaja melihat anak-anak dan merly. Sonya pun langsung turun dari mobil dan mendekati mereka. Sonya terkejut melihat Merly terluka parah dan langsung pergi membawanya menuju rumah sakit.
Dengan segera Sonya tancap gas agar cepat sampai dirumah sakit.
Akhirnya mereka tiba dirumah sakit, dokter pun datang dan Merly dibawakan kedalam ruangan tersebut. Aku berharap Merly tidak kenapa-kenapa. Anak-anak yang lain pun memberitahukan hal yang sebenarnya kepadaku aku pun merasa sangat kesal dan marah karena perbuatan Bu Candra dan langsung melapor kepada polisi atas perbuatan Bu Candra.
Polisi pun langsung datang menemui Ibu tersebut dan setelah diselidiki ternyata benar Bu Candra telah melukai Merly dengan bukti bekas darah yang ada didinding. Polisi pun langsung membawa Bu Candra kepenjara akhirnya Bu Candra telah masuk penjara dan anak-anak yang lain pun dirawat di panti asuhan.
Sementara Merly masih berbaring dirumah sakit tersebut dan aku berharap dia segera cepat sembuh.