
Hari yang begitu cerah dan udara yang sangat sejuk.Aku langsung segera bangun dan mandi lalu bersiap-siap. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Yang pasti aku akan memberikan sesuatu kepadanya. Ohh, iya sebelum itu aku akan memperkenalkan diriku, namaku adalah Sonya Karneisya yang masih berumur 4 tahun. Aku terlahir dari keluarga yang kaya tapi..., aku tidak pernah sombong kepada siapa pun dan aku juga mandiri .
Pada Sore hari aku akan pergi ke mall bersama ayah dan ibu untuk membeli kado buat ibu dan membeli boneka untuk ku karena aku sangat menyukai boneka.
Ibu si dah tahu bahwa aku dan ayah akan membuat suprise buat ibu. Tapi ibu masih belum tahu masih ada hadiah suprise yang lebih besar dan hanya aku dan ayah yang mengetahuinya. Dan ibu juga tidak tahu kalau hadiah yang sekarang akan kami kasih adalah kalung berlian yang sangat mahal harganya. Walaupun mahal tapi ayah tetap ingin membelinya karena dulu ibu ku pernah mengatakan bahwa nenek pernah memberikan kalung berlian yang sangat indah dan berharga untuk ibu dan ternyata kalung itu hilang dan tidak pernah didapat lagi karena kalung itu sangat susah dibuat. Dan sekarang kalung ini sudah ada lagi. Aku yakin ibu akan terkejut dengan penuh kebahagiaan atas hadiah yang kuberikan dan juga ayah.
Hari sudah sore hari dan saatnya untuk pergi ke malll. Saat di mall aku pergi langsung untuk memilih boneka teddy yang kukagumi, ibu juga ikut membantuku sedangkan ayah pergi ke toko perhiasan untuk membeli kalung berlian tersebut Akhirnya aku menemukan boneka teddy berwarna pink sesuai dengan warna kesukaanku. Dan pada saat dikasir, aku melihat seorang pria yang berpenampilan aneh dengan memakai topi dan masker yang berniat mengambil dompet dari tas seorang ibu yang sedang berbelanja.
"Pencuriiiii......!!!!!kata ibu yang dompetnya dicopet .
Untung saja aku melihat wajah pencopet itu dan akhirnya dia tertangkap juga. Aku dan keluargaku pun langsung keparkiran dan pulang kerumah. Dalam perjalanan tiba-tiba mobilnya Aku baru sadar pantasan pencopet itu ditemukan diparkiran ternyata dia menaroh bom di mobilku. Tapi kenapa...??
2 hari kemudian
Aku membuka mataku dan aku merasa tak sanggup untuk bangun. Ternyata aku berada di rumah sakit.
"Akhirnya, adek bangun juga' kata seorang pria yang tak kukenal sama sekali.
" Paman siapa dan kenapa aku disini dan siapa aku' jawabku dengan agak kebingungan.
"Namamu adalah Sonya kamu kecelakaan dan hanya kamu yang bisa diselamatkan. Orang tuamu telah meninggal. Dan kamu juga kehilangan ingatanmu ", jawab paman dengan suara pelan dan turut berdukacita.
Aku pun sedih dan menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ini sudah kehendak Tuhan. Tapi aku harus sabar dan memulai hidup baruku. Aku pun juga berdoa dan memohon kepada Tuhan agar orangtuaku mati dengan tenang .
2 Tahun kemudian
Pada saat sore hari aku melihat sepasang suami istri datang ke pantiasuhan. Dia pergi mendatangi paman yang menolongku dan juga pemilik pantiasuhan. Aku tidak tahu apa tujuan kedatangannya kesini. Disampingku ada karin yang sedang asik membaca novel.
"Rin, sepasang suami istri itu ngapain datang kesini", kataku saking ingin tahu.
"Ooohh, mereka ya. Katanya mereka akan datang untuk membawa 1 anak pergi dari pantiasuhan dan mebjadikannya sebagai anak angkat", sahut karin sambil membaca novelnya.
Aku pun paham dengan perkataan karin.
Bibi Roya mengetuk pintu dan masuk kekamar kami dan mengatakan segera keluar , kalian pasti sudah mengerti kan.
Baik .
Aku dan karin keluar dari kamar. Ternyata s anak-anak yang lain juga disuruh keluar. Paman pun menjelaskan bahwa sepasang suami istri ini mencari seorang anak untuk dijadikan anka angkat.Dan siapapun yang dipilih akan meninggalkan pantiasuhan dan hidup bersama keluarga baru. Sang istri pun melihat-lihat semua anak-anak yang ada dipantiasuhan. Dan ternyata anak yang dipilih adalah aku. Aku kaget pada saat dia memilihku.
"Selamat ya sonya, akhirnya kau dapat keluarga baru", sahut karin sambil menepuk punggungku.
"Iya karin.
"Setelah pergi dari sini kau jangan lupa dengan sahabat terbaik mu ini loh!!!
"Ok, mana mungkin aku melupakanmu. Aku pasti akan menelponmu untuk menanyakan kabarmu.
"Ok.
Sebelum pergi, aku juga berpamitan kepada Bibi Roya dan Paman karena telah menjagaku
Aku pun pergi meninggalkan pantiasuhan dan mendapatkan keluarga baru.