
Lukaku emang belum sembuh semua, tapi aku memilih untuk pulang kerumah tentu bersama ayah.
Sesampai dirumah.
Ibu dan saudariku datang menyambutku karena telah pulang dari rumah sakit. Mereka langsung memelukku.
"Sonya maafkan kesalahan Ibu, Ibu mengaku salah.
"Aku juga Sonya, maafkan aku saudarimu ya bodoh ini aku janji tidak mengulanginya lagi.
Aku mulai berpikir Ibu dan saudariku tidak akan mudah menyerah untuk menyiksaku. Ini hanya awal dari rencana mereka. Mereka hanya akan memperlakukanku dengan baik hanya didekat ayah.
"Aku akan tinggal disini selama 1 minggu. Aku tidak akan membiarkan kau melukai putriku. Jika kau melakukan kejahatan lagi aku akan mengusirmu dari sini.
" Tenang saya, Suamiku aku sadar dengan kesalahanku aku pasti akan menjadi Ibu yang terbaik ( bicara dengan penuh penyesalan dan mencoba menyakinkan).
( Ayah pergi memasuki kamar.)
(Via mendekati Sonya dan langsung membantunya berdiri.)
"Sini kubantu, aku tidak tega membiarkanmu kesusahan untuk pergi kekamar.
"Baiklah.
"Ok, sekarang kakak tidur saja . Kakak pasti lapar aku akan membawakan sarapan agar kakak tidar lapar(berkata sambil meninggalkan kamar)
Apakah Ibu dan saudariku emang sudah berubah tapi aku takut mereka akan melakukan hal kejam kepadaku.
Ya, Tuhan semoga yang terjadi selanjutnya semakin membaik.
"Kakak aku datang. Aku membawa sarapan yang enak untukmu ( masuk kekamar )
"Ta daahhh.
"Kakak bisa makan sendirikan, soalnya aku harus pergi bersama temanku.
"Gak apa-apa. Kakak bisa makan sendiri kok
kamu pergi saja hati-hati dijalan ya.
"Ok.
Diluar rumah
"Ok aku dah keluar, yuk langsung pergi.
"Ok(sambil masuk ke mobil)
"Oh, iya Via kamu membawa selendangku yang kamu pinjam kemarinkan.
"Tentu aku membawanya.
"Sini ya gue letakkan.
Sesampai di Mall.
"Aku mau belanja dengan sepuas-puasnya deh.
"Kebiasaanmu tak pernah berubah Via.
"Tentu dong Karin .
"Itu ada tokoh tas. Wah gila cantik-cantik banget tas nya gue langsung beli ah.
" Selalu saja seperti ini. Gue kesana ya mau beli minuman.
"Ok.
"Cantik banget tasnya. Tunggu apa aku beli aja hadiah sama si kakak idiot gue. Kasihan juga si nasib dia gue beli aja deh dia juga dah baik sama gue. Tapi apa yang gue beli(berpikir sambil melihat-lihat disekeliling tokoh).
"Beli boneka aja deh. (melihat-lihat semua boneka). "Wah, bonekanya cantik sekali warna pink pula lagi. Aku kasih ini aja deh sama dia.
(berjalan kekasir untuk membayar boneka).
"Ini uangnya.
"Terimakasih.
"Ok.
"Woi, Karin yuk pulang .
"Ok.
Di parkiran
" Kamu ngapain beli boneka.
"Untuk kakakku, selama ini dia baik sama gue ya sekali-kali kasih aja.
"Sok baik loh.
Sampai dirumah
"Ok makasih ya Rin dah temenin gue hari ini.
"Ok.
"Bye(sambil masuk kerumah).
Via langsung kekamar dan memberikan boneka kepadaku.Aku sangat menyukainya dan berterima kasih atas pemberian Via. Tapi aku merasa aneh dengan boneka ini seakan-akan aku pernah melihatnya tapi dimana dan kapan. Apakah boneka ini pernah kulihat sebelum aku kehilangan ingatanku. Kepala ku jadi pusing karena terlalu banyak berpikir. Tapi aku senang karena mendapatkan hadiah dari saudariku. Mungkin dia sudah berubah menjadi yang lebih baik lagi.Sekarang tubuhku masih belum pulih aku lebih baik tidur.
1 minggu kemudian
Sudah seminggu lewat, Ayah pergi meninggalkanku untuk kerja. Aku sedih karena ditinggalkan Ayah dan tetap harus berusaha untuk bisa menyakinkan diri.
"WOIIIII.....SONYAAAA ......BANGUUUNNNN...!!!
"Iya,Bu aku bangun.
"Dasar anak pemalas kerjanya hanya tidur jangan pikir aku bisa seenak-enaknya dirumah ini. Jika bukan karena suamiku aku pasti gak akan segan-segan langsung membunuhmu.
"CEPAATTTT..... BERSIHKAN RUMAH...INI....!!!!(dengan suara kencang).
"Iya,Bu.
Aku menangis dan sedih mengapa Ibu mengatakan akan membunuhku. Ya Tuhan, mengapa ada Ibu yang tega untuk membunuh anaknya sendiri ???
Aku tidak tahan lagi dengan semua ini semakin aku tetap bertahan semakin banyak rintangan yang mendekatiku.
Tapi aku harus tetap bertahan mungkin aku sudah ditakdirkan untuk menjadi sial.
Ibu menyutuhku untuk pergi belanja ke supermarket pada jam 10 malam. Aku sempat kaget dan mencoba mengatakan kepada Ibu bahwa aku tidak mungkin keluar belanja ke supermarket karena hari sudah larut malam dan aku perempuan aku takut karena banyak preman-preman dan orang jahat diluar sana.
Tapi Ibu tetap menyuruhku dan marah kepadaku dan mengatakan apakah seperti inikah sifatmu kepada Ibu mu. Aku terpaksa untuk pergi karena aku juga tidak ingin membuat Ibu semakin benci kepadaku.
Setelah selesai berbelanja di supermarket. Ternyata ada orang jahat yang berniat menggangguku. Aku sangat takut sungguh-sunggu takut. Sambil mengatakan didalam hati Tuhan lindungi aku. Tetapi pria jahat itu berusaha menangkapku. Aku pergi berlari dan menyari tempat bersembunyi. Berlari dan berlati demi selamat . Aku melihat semua ton sampah aku bersembunyi dibalik itu.
Sepertinya pria itu berusaha menangkapku apakah pria itu suruhan dari Ibu utuk menangkapku. Tapi mengapa??? Kenapa harus aku mengalami semua ini.
Akhirnya tempat persembunyianku diketahuinya . Aku langsung spontan kaget. Aku sungguh ketakutan tubuhku merinding dan penuh dengan keringat. Kau tidak bisa kemana-mana lagi anak kecil.
Aku tidak mau ditangkap pria itu bisa-bisa dia melakukan hal kejam kepadaku. Aku langsung mendorongnya dengan kuat dan langsung berlari dengan cepat. Dan tanpa sadar ternyata ada orang mengendarai mobilnya deengan cepat . Dan mobil itu langsung menabrakku. Diriku yang tercampak karena ditabrak mobil dan darahku yang keluar semua. Tubuhku tidak bisa digerakkan sepertinya aku akan mati jika aku mati aku ingin bersama ayah dan ibu kandungku