
Aku merasa sangat bosan dirumah karena hari ini aku libur kuliah. Karena itu aku berniat ketempat yang pertama kali aku bertemu dengan adik itu. Aku ingin mengenalinya lebih mendalam.
Setelah samapai di toko kecil tersebut, aku mencari-cari ke segala daerah toko itu tapi tak melihat adik tersebut. Karena merasa aneh aku pun langsung menanyakan dimana adik tersebut kepada ibu yang memiliki toko kecil tersebut.
"Bu, Ibu melihat adek perempuan yang umurnya 8 tahun dan sering mengamen disini?
" Ooh, Nak Merly ya.
" Nama adek itu Merly ya, Bu??
" Iya. Dia hari ini tidak mengamen, Saya tidak tahu dia berada dimana. Sebaiknya kamu kunjungin saja dia langsung kerumahnya. Karena saya yakin pasti dia sedang dipukuli oleh Bu Candra.
" Apaa?? Dipukul!!
" Iya, karena saya sering melihat wajahnya bengkak dan kakinya luka dan banyak memar-memar. Karena merasa kasihan saya memberikan obat agar lukanya sembuh.
Dan pada saat saya tanya kenapa dia terluka dia jawab ", Kalau saya tidak membawa uang minimal Rp 50.000 maka saya akan kenak hukuman dan jatah makan tidak diberi selama seminggu.
" Astaga!! Tega sekali orang itu!!
" Rumahnya tidak jauh dari sini kamu langsung saja lurus terus, lalu belok kanan dan disitu kalau kamu melihat rumah yang bertingkat 2, bercat biru dan gerbang hitam.
" Ok, makasih Bu atas infonya. Saya pergi dulu ya Bu.
" Iya nak. Sama-sama. Hati-hati dijalan nak.
" Iya, Bu.
Aku pun langsung pergi menaiki mobil dan langsung pergi menuju tempat tersebut. Aku merasa kasihan dengannya, nasib Merly sama denganku kehilangan orang tua dan diadobsi oleh orang dan mereka hanya terus memanfaatkan kita seperti boneka nya saja. Kenapa didunia ini lebih banyak orang jahat daripada orang baik .
Aku tahu ini cobaan yang Tuhan berikan untuk mengetahui seberapa kuat kah aku untuk menahan semua penderitaan ini.
Tapi itu tidak mungkin akan terjadi. Seberapa tinggi pun harapanku itu tidak bakan mungkin terjadi. Aku terlalu banyak berharap dan menghayal. Aku harus cepat untuk tiba disana, aku pasti akan menolong Merly untuk pergi dari tempat itu. Aku juga akan memyelamatkan anak-anak yang lain.
DI RUMAH BU CANDRA
Akhirnya tiba juga aku disini. Aku harus masuk dan membawa Merly pergi dari sini.
Tok.....Tok..... Tok.....Tok.....
Bu Candra pun datang dan membukakan pintu.
"Iya, ada apa ya. Ada yang bisa saya bantu?
"Saya Sonya, dan saya ingin bertemu dengan Merly.
" Merly ya... Hmmm... Mer...lynya lagi pergi beli buah .
" Oohhh. Kalau gitu bisa disuruh pulang dulu, Bu.
" Ya, enggak bisa lah. Lagian kamu itu siapa ganggu saja , kamu pikir waktu saya tidak terbuang sudah sana pergi sama mau kerja.
Bu Candra yang langsung marah karena aku memintanya agar memyuruh Merly pulang dan langsung masuk kerumah nya begitu saja. Menurutku dia salah satu orang yang tidak punya sopan santun , pada hal aku ini juga ingin bertamu ke rumahnya malah aku langsung di usir. Aku semakin mencurigai Bu Candra mungkin emang benar dia memaksa Merly untuk bekerja. Dasar ibu yang egois dan mata duitan, memyuruh anak kecil untuk mendapatkan uang dan malah dia yang menggunakan uang tersebut.
Ini sudah termasuk tindakan keras untuk anak-anak aku akan melaporkan tindakan ibu tersebut kepada polisi. Biar polisi yang menangani masalah tersebut agar cepat selesai aku tidak ingin tindakan tersebut tetap berlanjut. Karena anak-anak itu pasti sudah tersiksa dan menderita tubuh mereka yang kecil itu terluka habis-habisan dan penuh memar serasa di perlakukan seperti binatang. Apa salah anak-anak itu sehingga dia memperlakukan mereka seperti itu.
Sebelum itu, aku harus mengatakan hal ini kepada nenek dulu. Agar nenek bisa membantuku dalam menangani masalah ini. Aku yakin Bu Candra sudah tahu niat kedatangan ku kesini. Tapi dia mungkin tidak bisa lari dari masalah yang dia buat sendiri selama ini.