
Setelah sampai dirumah, aku pun langsung bersiapsiap dan mandi. Setelah itu aku pun langsung pergi ke restorant yang di pesan untuk merayakan ulang tahun lorellia.
Aku juga sudah menyiapkan kado yang spesial untuknya aku yakin dia pasti akan menyukainya.
Setelah sampai di restorant, aku pun segera masuk dan mengucapkan selamat ulangtahun kepada lorellia. Nenek juga sudah tiba direstorant tersebut dan mengucapkan selamat tahun kepada lorellia.
Ternyata nenek membawak hadiah yang sangat spesial untuk lorellia. Walaupun begitu hadiah yang sangat terbesar adalah doa nenek kepada kami. Dengan doa nenek pasti lorellia sehat selalu dan pangjang umur.
Setelah acara selesai aku pun langsung memberikan hadiah kepada lorellia. Saat membukanya lorellia sangat terkejut dan sangat senang. Dia sangat menyukai kalung yang ku berikan kepadanya. Syukurlah dia menyukainya hadiah yang kuberikan kepadanya selalu yang terbaik. Bahkan bulan lalu pada saat aku ulang tahun dia memberikan hadiah yang besar kepadaku. Walaupun dia juga terlalu jahil dalam memberikan hadiah kepadaku tapi aku tetap selalu dekat dan tak terpisahkan.
Karena kebelet aku pun pergi ke toilet yang berada di sebelah kiri. Aku pun langsung pergi mencari toilet. Setelah selesai dari toilet tanpa sengaja aku menabrak seorang ibu-ibu yang bekerja di restorant tersebut.
"Aduh, kamu jalan gak pakai mata ya kalau piringnya pecah lu mau ganti??
" Maaf , Bu. Saya gak sengaja menabrak ibu.
Setelah melihat wajah ibu tersebut aku terkejut karena ibu yang ku tabrak adalah ibu tiriku yang sangat kejam. Karena dia melihatku dia oun langsung meletakkan piring tersebut ke meja dan langsung menarik rambutku dengan kuat.
" Dasar kau anak tak tahu diri sudah baik aku membesarkanmu berani-beraninya kau melarikan diri dari ku.
Aku terlalu pecundang dan tak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mau mendorongnya atau memukulnya karena dia lebih tua dariku . Aku tidak ingin berbuat dosa.
Nenek yang melihat seorang perempuan yang menarik rambutku segera berlari ke tempat tersebut dan segera menampar ibu tersebut.
" Hei perempuan kurang ajar. Beraninya kamu menampar cucuku ( sambil menarik rambut ibu tersebut) .
Ibu tersebut terkejut ternyata aku adalah anak orang yang penting dan kaya. Melihat itu ibu tersebut pun langsung bersejud di hadapan nenek ku memohon maaf.
" Maaf, Bu....!!! Maaf....!!!
"Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Saya salah melihat anak tersebut soalnya dia sangat mirip dengan putri saya yang telah melarikan diri dari rumah ( pura-pura menangis).
" Purtri mu melarikan diri dari rumah karena mempunyai seorang ibu yang tidak berguna sama sekali seperti mu. Jangan harap kamu bisa membodohi saya. Karena jika kamu memiliki masalah dengan keluarga saya mungkin hidup mu tidak lama lagi.
Aku dan nenek segera pergi meninggal kan restorant tersebut. Sebelum itu nenek memerintahkan pengawal untuk segera mengunjungi ke pemilik restorant tersebut bahwa jika ingin restorant ini tetap terbuka maka pecat ibu yang tadi. Nenek selalu melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuanku demi melindungiku namun walaupun di tutupi aku tetap tahu apa yang dilakukan nenek.
Aku yakin ibu tidak mungkin membebaskan ku semudah itu. Apalagi karena kejadian tadi aku yakin dia merasa sangat malu karena dipermalukan oleh nenek di depan banyak orang. Aku hanya bisa diam dan menyaksikannya karena aku masih saya seperti dulu hanya menerima keadaan tapi aku berusaha untuk berubah. Jika aku bertemu dengannya aku akan bertindak lebih tegas. Aku tidak ingin membanding-bandingkan usia karena dia lebih tua dariku.
Karena ini masalah ku maka aku harus berperan untuk mengatasinya aku tidak mau terus menerus bergantung kepada nenek. Aku ingin lebih mandiri supaya upaya yang kulakukan agar bisa berubah tidak sia\-sia.
Aku manusia jadi aku punya hak untuk melakukan sesuatu. Aku tidak mau seperti orang bodoh yang tak bisa berbuat apa\-apa.
Aku hidup hanya sekali tidak lebih dari situ karena itu aku harus melakukan segala sesuatu selama aku hidup karena aku yakin akan datang hari dimana aku mungkin akan pergi dari dunia ini bahkan dari semua orang. Dan jika aku pergi dari dunia ini aku berharap aku akan pergi ketempat dimana ibu dana ayah kandungku berada.
Aku sangat ingin sekali melihat mereka .Sangat... sangat ingin!!
Tapi aku harus tetap berjuang walaupun banyak rintangan yang kuhadapi selama ini. Meski sudah melupakannya tapi ingatan tersebut tetap saya ada dipikiranku. Aku tidak sanggup untuk menerimanya.
Tapi nenek yang selalu menyemangatiku dan dia lah salah satu orang yang melindungiku. Kasih sayangnya yang sangat tulus kepadaku membuatku lebih nyaman kepadanya.
Dalam sejarah kehidupanku aku bisa mengambil makna bahwa " Seberapa banyak rintangan yang kau alami terus lah maju, karena pasti akan ada jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut ".