
Aku paham apa yang dipikirkan oleh Merly. Aku berusaha untuk menghiburnya tapi percuma saja itu akan sia-sia. Ia tidak menanggapinya sama sekali. Aku pun meninggalkan Merly dan membiarkannya untuk menenangkan hatinya.
Merly ingin menghilangkan beban dipikirannya dan berniat untuk pergi ke taman. Selama diperjalan ke taman , selalu mengingat orang tuanya tetapi dia juga sedih karena perbuatan ibunya berarti ayah juga tahu tentang kelakuan ibu yang selingku dengan suami Bu Candra. Aku merasa malu dan sangat sedih.
Merly melihat seekor anak kucing yang sangat mungil ingin menyebarangi jalan. Melihat itu Merly segera lari untuk membawa anak kucing tersebut. Tiba-tiba datang sebuah mobil dengan cepat melaju dan menabrak Merly. Tubuh Merly pun tercampak, dirinya penuh lumuran darah . Sekumpulan orang pun datang dan membawa Merly segera ke rumah sakit.
Sedangkan orang yang mengendarai mobil dan menabrak Merly, di bawak kekantor polisi untuk bertindak lebih lanjut.
Pihak kedokteran pun menghubungiku dan aku segera langsung kerumah sakit tersebut. Aku berdoa terus menerus supaya Merly selamat. Baru saja sembuh tapi kenapa terkena lagi, kenapa dia yang masih kecil mengalami hal itu. Apalah emang itu nasib nya? Diriku tidak sanggup melihat dirinya yang penuh lumuran darah.
Operasinya pun berjalan, tapi setelah 3 jam kemudian.....
Dokter pun mengatakan bahwa nyawa Merly tidak dapat diselamatkan. Karena Merly telah kehilangan banyak darah dan bagian tubuh nya hancur karena kecelakan tersebut.
Mendengarkan tersebut aku menangis terus menerus, air mataku terus mengalir tidak ada hentinya aku merasa kehilangan orang yang juga kusayangi serasa hidup ini sangat lah pahit. Mengapa Merly harus pergi secepat ini padahal aku ingin bersama nya lebih lama tetapi Tuhan telah mengambilnya dan membawanya bersamanya.
Aku sudah memiliki orang yang kusayangi tapi mereka telah meninggalkanku. Kenapa tidak aku saja meninggalkan dunia ini aku sudah tidak sanggup dan merasa bersalah karena meninggalkan Merly sendiri. Itu adalah kesalahan besar yang telah kubuat.
Seandainya waktu bisa diputar aku pasti tidak akan meninggalkan dirinya sendiri.
Aku pun datang untuk pemahkaman jasad Merly. Aku mendoakannya supaya dia masuk kesorga dan hidup dengan tenang disana.
Aku tidak bisa terus menerus begini, aku pun berniat untuk hari ini pergi ke Korea. Aku ingin kuliah disana. Karena di Korea mungkin aku bisa dapat teman yang bisa menghiburku. Lorellia sekarang berada di Amerika dia sangat sibuk dengan tugasnya. Aku sangat ingin bertemu dengannya tapi aku tidak bisa mengganggunya.
Setelah pulang dari tempat pemahkaman, aku langsung membeli tiket dan langsung ke rumah menyiapkan barang-barang ke koper. Dan pamit Izin ke nenek. Sesampai di bandara, aku pun langsung duduk dikursi tunggu untuk menunggu giliran pesawat yang akan aku naiki.
Akhirnya sekarang giliran pesawat yang akan aku naiki. Aku pun langsung bergegas untuk masuk kepesawat. Dan langsung duduk dan meletakkan barang-barang. Tiba-tiba ada seorang pria yang berpenampilan aneh duduk disampingku. Wajah nya tidak nampak karena dia memakai masker berwarna hitam dan memakai topi. Aku tidak terlalu memperdulikannya dan mengabaikan apa yang pria tersebut lakukan . Karena ngantuk aku pun tertidur.
Beberapa saat kemudian aku pun terbangun dan melihat pria yang disampingku telah melepaskan topi dan maskernya bahkan dia melihat juga kearahku. Aku terkejut dan berpaling dari nya.
Ternyata pria aneh tersebut sangat lah ganteng tapi aku bingung kenapa dia berpenampilan aneh tadi.