
Hari ini, hari senin dan aku berniat untuk pergi berbelanja untuk membeli kado untuk lorellia karena hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 21. Aku berniat memberikan kado yang sangat spesial kepadanya.
Aku pun langsung hendak pergi ke toko dengan menggunakan mobil.
Saat tiba di toko aku mondar mandir untuk memilih barang yang cocok untuk lorellia. Dan akhirnya aku menemukan sebuah kalung yang sangat indah dengan mutiara yang sangat berkilau. Aku pun langsung membelinya.
Di toko aku juga membeli beberapa jenis barang yang ingin kuberikan kepada lorellia dan nenek.
Setelah selesai membayar barang-barang tersebut. Aku pun langsung memasukkan barang-barang yang kubeli ke dalam mobil. Dan langsung masuk kedalam mobil dan pergi.
Dalam perjalan hendak pulang terjadi kemacetan di kota. Aku pun terpaksa sabar untuk menunggu. Pada saat itu, aku melihat seorang anak perempuan yang besar nya seperti anak umur 9 tahun. Anak itu sangat kotor dan sepertinya kelaparan karena tidak makan. Hati ku sangat tergerak serasa
"Bagaimana jika aku yang berapa diposisinya"? Mungkin aku gak bakal bisa bertahan karena tidak makan !
Walaupun adik dan ibu ku kejam denganku, tapi mereka mau memberiku makanan walaupun sedikit dan diberi jarang.
Karena merasa iba aku pun langsung turun dari mobil dan berlari mendekati anak perempuan tersebut.
" Dek, orang tua kamu dimana??
"Kenapa kamu disini?
"Kamu kasihaan sekali!! Jadi kenapa kamu berada disini?
" Saya disini karena disuruh mengamen, kak. Supaya dapat makan.
" Emang yang suruh adek mengamen siapa?
" Ada seorang ibu-ibu yang merawat saya dia menyuruh saya untuk mengamen,katanya kalau mau makan sama tempat untuk tidur kamu itu harus kerja atau gak kamu saya usir dari rumah ini.
Mendengarkan apa yang di bilang adik tersebut aku merasa luluh dan tersentuh. Aku pun langsung mengajaknya ke restorant untuk makan. Sebelum ke restorant kami pun pergi singgah ke toko pakaian untuk membeli pakaian kepada adik tersebut karena aku merasa pakaian yang digunakannya sudah tidak layak lagi karena sudah koyak , kotor dan kusam.
Setelah mendapatkan pakaian yang sangat indah, adik tersebut merasa sangat-sangat senang. Bahkan dia mengucapkan terimah kasih kepadaku beberapa kali.
Setelah itu kami pun langsung pergi ke restorant. Disana adik tersebut sangat banyak makan. Aku tidak merasa marah sama sekali tetapi aku merasa sangat senang melihatnya bahagia. Tapi hal yang membuatku merasa tersentuh dan merasa kasihan kepadanya pada saat dia mengatakan
"Kakak sangat lah baik bahkan cantik. Pasti hidup kakak mewah, berbeda dengan aku hidup yang selalu bergantung dengan orang lain . Aku sangat merasa bahagia untuk hari ini karena aku terakhir kali mendapatkan kebahagian pada saat umurku 4 tahun. Diumur 4 Tahun aku merasakan kebahagian yang sangat spesial bersama keluargaku. Tapi kenapa kebahagian itu hanya sementara dan cepat sekali menghilang. Karena itu aku sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada kakak.
Setelah selesai makan aku pun langsung mengantarkan adik tersebut ke rumahnya. Dalam perjalanan hendak kerumah, aku menangis histeri tak tahan dengan keadaan nasib adik tersebut sangat lah malang ternyata bukan hanya aku yang mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan ini tapi ada juga orang yang diluar sana mengalami penderitaan yang lebih menyakitkan dari yang ku alami. Aku lupa menanyakan namanya tapi aku masih ingat wajahnya.
Aku juga berpikir bahwa ibu-ibu yang merawat adik itu pasti dia juga merawat beberapa anak yang lain. Tapi kenapa dia tega menyuruh anak yang masih umur 8 tahun untuk mengamen dipinggir jalan. Pada saat aku melihatnya yang duduk didekat dekat sebuah toko yang kecil dan melihat mukanya yang kelelahan serasa tak sanggup lagi untuk mengamen lagi. Apa dia pikir anak-anak itu boneka yang bisa diatur atau diperintah dengan seenaknya.
Jika aku melihat orang tersebut aku akan langsung bertindak dan mengatakan bahwa tindakannya itu sudah kelewatan batas. Aku tak ingin lagi melihat seorang anak yang mengalami apa yang ku alami. Aku tidak mau kejadian seperti dulu terulang membali.