Story About Me

Story About Me
15. Bertemu Chaiyen



 


Hari yang begitu cerah dan rasanya tidak enak kalau dirumah terus karena itu aku menyempatkan diriku ke mall untuk membeli barang. Hingga tiba dimall aku tak sengaja bertemu dengan Chaiyen.


 


" Chaiyen...


" Kamu kenapa kesini ?


" Aku sedang menemani adik sepupuku berbelanja. Kalau kamu?


" Aku juga ingin berbelanja.


Setiap bersama Chaiyen aku selalu merasa nyaman dan dekat dengannya padahal kami baru kenal. Sesaat kemudian datang lah seseorang yang berlari dengan membawa barang yang dibelinya ke arah kami. Dan dia adalah adik sepupu Chaiyen.


" Kakak ... lihat baju yang ku pilih keren kan !!


" Hmm ..., iya


Nama adik sepupu Chaiyen adalah Agertha Cein yang berasal dari Amerika tapi sekarang ia tinggal di Korea bersama Chaiyen. Agertha adalah anak yang sangat pintar dan cerdas dan juga ramah dan selalu tersenyum. Dia merupakan anak laki-laki yang berasal dari CEO yang terkenal di Amerika dan nama ayahnya adalah Samuel Veltof Cein dan nama ibunya Agertha adalah Song lyliana.


 


Sepertinya Chaiyen memiliki banyak kerabat. Aku jadi iri dengan nya karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Memang sih aku memiliki nenek, tapi dia tidak akan selamanya bersama ku. Mungkin aku yang akan meninggalkannya atau dia yang meninggalkanku.


 


Karena Agertha telah kembali Chaiyen dan Agertha pun pergi kembali ke rumah mereka. Aku pun melanjutkan untuk berbelanja dari jam 11 hingga jam 3 sore. Dan yang aku beli memanglah sangat banyak . Setelah itu aku pulang ke apartementku.


 


. Setiba di apartement , aku langsung mengeluarkan barang-barang yang ku beli. Aku merasa harus menanyakan kabar nenek sekarang karena aku yakin nenek pasri sangat mengkhawatirkan keberadaan ku. Untuk itu aku segera mengambil handphone dari tas ku. Setelah tas ku ku buka dan ternyata handphone tidak ada di dalam tas tersebut. Bolak balik aku mencari nya dan ternyata tidak dapat juga. Aku merasa bingung, padahal aku yakin saat ke mall aku membawa handphone.


 


Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ada yang menangis seperti kesakitan dan suara itu berasal dari kamar KimCha. Aku pun langsung berlari menuju kamarnya untuk melihat keadaannya. Setelah sampai di kamarnya, nampak lah wajahnya yang saat pucat dan suhu badannya sangatlah panas. KimCha sepertinya demam tapi ini bukan demam biasa tapi demam tinggi. Aku saat takut dengan keadaannya dan langsung membawanya kerumah sakit terdekat.


 


Sesampai dirumah sakit, KimCha pun langsung dibawak keruangan dan diperiksa kondisinya. Dan 20 menit kemudian, dokter pun keluar dari ruangan tersebut dan datang menghampiriku.


" Dok, bagaimana keadaan adik saya?


" Adik anda hanya demam tinggi , tidak usah terlalu khawatir akan keberadaanya. Sebaiknya adik anda tidak melakukan aktivitas apa pun dan sebaiknya istirahat saja. Karena tubuhnya juga merasa kelelahan.


" Baik, dokter saya paham.


" Saya akan memberi nama obatnya dan pasrikan obatnya di minum secara teratur.


" Baik, dokter.


 


Dokter pun langsung pergi. Dan aku heran karena dokter tadi mengatakan bahwa tubuh KimCha tampak kelelahan. Memang selama ini aku tidak terlalu memperhatikan KimCha karena fokus untuk kuliah . Tapi apa yang di lakukannya selama aku di kuliah. Apa dia mencari orang tuanya.


 


Karena hari sudah malam , aku berniat membawa pulang KimCha besok. Dan beristirahat di rumah sakit.