
"kamu ngk inget yah?! kemarin malam kan Abang Udah bilang sama kamu!"
ucap Leo mengingat kan yg ia kasih tau semalam.
~Flashback on~
Setelah makan malam, Lea dan juga Leo menonton tv di ruang tengah yang pastinya Lea yang mengajak karna dia ngk mau nonton sendirian saat malam hari, apalagi rumahnya Luas tapi sepi jadi kadang kalau lagi nonton sendirian Lea menambah volume suara tv nya agar terdengar rame.
Lea juga kadang mengajak Bi' Niya tapi selalu ngk punya waktu karna pekerjaan rumah banyak dan kalau Lea pengen bantu malah ngk di bolehin, hu hu hu sedihkan jadi Lea?!. Mau nonton tv aja susah banget karna sering kebayang yang horor-horor gitu kalau nonton tv nya sendiri.
"Lea" panggil Leo
"Hm, iya bang!" Sahut Lea tanpa menoleh karna dia sedang fokus dengan layar kaca yang menampilkan film Doraemon movie yg merupakan salah satu list anime kesukaan Lea.
"Tadi' Abang udah kasih tau Dr.sindi, dan dia nyaranin kamu untuk makan buah dan juga lakuin yoga!, Supaya bisa fit lagi, apalagi kamu bakal masuk sekolah kan?! Jadi harus bener bener fit dulu" Jelas Leo sambil mengelus dan memainkan rambut Lea karna posisinya Leo ada di sofa sedangkan Lea duduk di lantai beralaskan karpet berbulu dan kepalanya bersender pada lutut Leo.
"Iya-iya Okey" Ucap Lea santai tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.
Jangan lupa tangan kirinya yang memeluk toples berisikan keripik singkong cemilan terfav-nya.
"Okey kalau gitu, Abang juga udah nemuin pelatih yoga untuk kamu, jadi besok bisa langsung lakuin yoga!"
"Iya-iya" Lea hanya mengiyakan tanpa tau apa yang ia iya kan karna terlalu fokus nonton.
~Flashback off~
"Hehehe iya bang Lea lupa" Ucap Lea sambil nyengir kuda.
"Kebiasaan kamu tuh!" Leo memutar matanya malas.
"Iya, tapi Lea ngk mau lakuin yoga bang, batalin aja yah?!"
Lea berbicara dengan menunjukkan senyum manisnya agar es di hadapannya itu meleleh.
"NGAK BISA!" Sentak Leo tegas.
"Hufh okey fine-fine Thank you" Hela nafas Lea lalu mendrama mengikuti dialog drama yang bulan lalu ia tonton.
"Nah, gitu dong nurut Skali-kali" Leo terkekeh sambil mengacak rambut Lea lagi sedangkan si yang punya rambut menampilkan wajah tak bersemangat alias cemberut.
"Yaudah Abang ke sekolah dulu yah" pamit Leo lalu melangkah keluar tapi Lea menahannya.
"Tunggu!" Lea memegang pergelangan tangan abangnya.
Leo menaikkan satu alisnya heran.
"Itu!, Sudut bibir Abang kenapa?! Habis berantem yah?! " Tanya Lea sambil memicingkan matanya.
"Ngk!" Elak Leo
"Iya!!"
"Dih bohong banget" cibir Lea tak percaya.
"Ngk usah kepo" Leo menoyor dahi Lea pelan.
"Ihh siapa yang kepo?, Orang Lea cuma ingin tahu kok"
"Sama aja LEA" geram Leo.
"Ihh serius, pasti Abang habis berantem kan semalam, ngaku ngk!!"
Ucap Lea mengintrogasi dengan melotot kan matanya agar terlihat seram tapi malah menggemaskan menurut Leo.
"Ngak!!, udah! Abang mau ke sekolah dulu" Ucap Leo bergegas sebelum diinterogasi sama adiknya itu dengan lebih banyak pertanyaan.
"TUNGGU!" Sahut Lea cepat lalu bangun dari kasur nya dan meraih tangan abangnya agar ngk kabur.
Dia membawa Leo ke dapur lalu mendudukkan Leo di kursi yang ada disana.
"Duduk!" Titah Lea dan dipatuhi oleh abangnya itu yang tak bergeming.
Lea mengambil es dari kulkas dan membalutnya dengan sapu tangan bersih miliknya.
"Ngapain sih?!" Tanya Leo heran.
"Sini!" Perintah Lea yang sudah duduk di depan Leo.
"Shhhht" ringis Leo saat Lea tiba² mengompres luka nya.
"Sakit kan?! Makanya ngk usah berantem! Tapi' kalau dia yang mulai duluan yaudah hajar aja! asal jangan sampai Abang luka lagi okey" Omel Lea memberi petuah.
"Hm" jawab Leo asal.
"Kemarin malam Abang kemana?! Pergi Nongki yak?! Lain kali ajak Lea juga yah" celoteh Lea dengan tangan yang telaten mengompres luka Leo.
"Ngk!"
"Kenapa?!, Lea bakal jadi anak baik kok" ujar Lea.
"Tetap ngk!"
"Ck, Abang ngk asik?! Udah pergi Sanah!" Cebik Lea kesal lalu beranjak membereskan yang ia pakai tadi lalu naik ke kamarnya.
Leo yang melihat Lea kesal menyungging kan senyumnya melihat tingkah Lea yang menurut nya menggemaskan.
...🍁🍁🍁...