Sibling L

Sibling L
Ep.03 ALENDRA



...~~ (☆▽☆) ~~...


Di koridor Leo berjalan tergesa-gesa dengan Lea yang di gendongnya ala bridal style dan sesekali melirik wajah Lea yang pucat sehingga membuat nya semakin dilanda cemas akan keadaan Lea saat ini. Selly tadi mau ikut tapi Leo bilang "Lea urusan gw, Lo ngk usah ikut" mendengar kata Leo yang dingin dan tegas dia akhirnya tetap mengikuti kegiatan MPLS, padahal dia juga pengen tau kondisi sahabat nya itu.


Sesampainya di UKS, Leo langsung menurunkan Lea ke tempat tidur yang ada di UKS secara perlahan. Ia tak melihat satupun anak PMR yang berjaga disini


"Ck ngak guna" decak kesal dari Leo.


Dia langsung mencari minyak kayu putih dengan tidak santai membuat obat abatan yang berada pada lemari kaca agak berantakan. Tak lama mencari diapun menemukannya lalu menarik kursi untuk ia duduki di samping brankaar Lea dan langsung membuka penutup minyak kayu putih itu lalu mendekatkannya ke hidung Lea, sedangkan tangan nya lain menggenggam tangan Lea.


Lea pun akhirnya membuka matanya Perlahan lahan, membuat Leo menghembuskan nafas Lega.


"Aa..abang"


"Iya, Lea Mau apa? ada yang sakit? Masih Pusing ngk?" Tanya Leo bertubi tubi membuat Lea tambah pening dan memijat pelipisnya, seingat nya abangnya ini ngk sebawel ini deh atau dia sudah beda alam sekarang. Oh tidak mungkin karna ia belum ada janji temu dengan malaikat izrail seingatnya sih.


"Lea, kamu dengar Abang ngk sih?!" suara dari Abang nya itu membuyarkan lamunan Lea yang berkelana sangat jauh walau baru beberapa detik.


"Hah iya, Abang tadi bilang apa?" Tanya Lea dengan wajah polos seperti tanpa dosa itu.


"Abang tadi nanya, ada yang sakit ngk? Atau masih pusing? Klau iya, mending Abang antar kamu kerumah sakit sekarang" Ucap Leo dengan wajah datar tapi lebih terlihat khawatir.


"Ngk usah bang, Lea baik baik aja, cuman pusing dikit doang" Ucap Lea yang tangan kanan nya memijit kepalanya yang sedikit pusing.


"Yakin?" Tanya Leo untuk memastikan.


"Iyaa Aabang, Lea yakin seratus satu persen baik baik aja,okey " Ucap Lea gemas akan abangnya itu, tapi lebih ke kesel sih karna Leo nya nanya Mulu orang lagi pusing juga'.


"Yaudah, kamu istirahat!, Abang mau telfon mang jaja' dulu"ucap Leo sambil mengambil ponsel nya.


"Buat apa bang?!" Tanya Lea.


"Buat jemput kmu" ucap Leo cepat lalu mengangkat ponsel nya ke kupingnya.


"Eh bang, kok Lea dijemput, kan belum selesai kegiatan MPLSnya" Ucap Lea sambil menahan tangan Leo agar tidak menelepon.


"Gk peduli" Ucap Leo sambil melepaskan kan tangan Lea lalu melanjut kan kegiatan nya itu dan jangan lupa dengan wajah datar nya itu.


"Ish, nyebelin banget sih jadi orang" ucap Lea mendengus kesal, lalu memalingkan mukanya dari Leo .


"Siapa..?"


"Yaa Abang lah nyebelin"


"..Yang Nanya?"


"IHHH ABANGGG, LEA NGAK LIKE " Pekik Lea, sebenernya ngk teriak tapi suaranya aja yg ngelengkin padahal lagi sakit tapi suaranya powerfull klau lagi mode ngambek, lalu dia mengambil posisi Tidur samping membelakangi Leo, tak lupa dengan ekspresi kesal nya.


Tanpa Lea sadari Leo tersenyum tipis karna dia suka melihat ekspresi kesal adiknya itu karnaa yah menurut nya menggemaskan.


Sebenarnya Leo cuma mau agar adiknya tidak terlalu banyak pikiran tentang kesehatan nya yang malah bikin down. Jadi, ya dengan membuat adiknya kesal mungkin, yaahh walaupun dia suka mengganggu adiknya tapi Leo ngk akan ngebiarin orang lain mengganggu bahkan menyakiti Lea sedikit pun itu hidup dengan Tenang.



Di sebuah ruangan ada seorang pria yang sibuk dengan berkas berkas dan sesuatu yang ia kerjakan di Laptop hadapan nya, dalam ruangan itu terdapat kaca besar sehingga bisa melihat pemandangan dari atas.



'Tok tok tok'



"Permisi tuan, apakah saya boleh masuk" ucap seseorang pada balik pintu di ruangan itu.



"Hm, masuk lah" Ucap pria itu tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptopnya.



'Cklek'



"Maaf mengganggu tuan, saya ingin memberikan berkas-berkas yang harus Anda periksa" ucap seseorang itu yang menjabat sebagai sekretaris pria yang ada di hadapannya.



"Hm, taro aja dan jika tidak ada urusan lain lagi silahkan keluar" ucap pria itu dingin.



"Baik tuan" Ucap sekretaris pria itu dan meletakkan berkasnya dimeja tiba-tiba...



'ctak'



Bingkai foto diatas meja terjatuh karna tak sengaja terdorong oleh berkas yang akan diletakkan di atas meja.



"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH?" Teriak pria itu mengumpat kepada si sekretaris.



"Ma... Maaf tu...tuan saya tidak sengaja" cicit si sekretaris gugup dan takut karna Atasannya ini terkenal tidak mengenal ampun terhadap orang² yang mengusiknya.



"CEPAT, KELUAR DARI RUANGAN SAYA, DAN JANGAN PERNAH SEKALI KALI MUNCUL DI DEPAN SAYA LAGI!! Bentak pria itu dengan mengeluarkan Aura intimidasi yang buat si sekretaris merinding karna Takut.



"ma...maksudnya tu...tuan?" ucap sekretaris itu gemetar sambil menunduk agar tidak menatap tatapan Membunuh yang dilayangkan padanya.



"BODOH!, SAYA BILANG KELUAR SEKARANG JUGA DAN ANDA SAYA PECAT!" Teriak pria itu yang Dingin tak terbantahkan.



"ta tapi tu tuan sa saya tidak se..." ucap si sekretaris mendadak jadi gagap karna Aura intimidasi atasan nya yang mulai mempengaruhi nya.




"Ba baik tu tuan, saya permisi" ucap si sekretaris atau lebih tepatnya mantan sekretaris itu dengan cepat setelah mendengar bentakan pria di hadapannya, ia berlalu pergi dari ruangan itu dengan cepat demi keselamatan nya.



Pria itu langsung mengambil foto dari bingkai yang sudah pecah, lalu berjalan ke dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan jalan raya dari atas.



Ia menghembuskan nafasnya untuk mengatur emosinya agar kembali baik. Pria itu menunduk untuk melihat foto yang ada di tangannya dengan tatapan sendu. Dalam foto itu terlihat Seorang wanita yang tersenyum menghadap depan dengan satu anak laki-laki yang tersenyum dan anak perempuan yang sedang tertawa riang di pelukan wanita itu.



"Maafkan Aku Sheila" ucap lirih pria itu, sambil mengelus foto yang ada di tangannya.



Di atas meja tadi terdapat sebuah papan nama yang terpampang jelas bertuliskan ALENDRA PUTRA DIRGANTARA.



"LEA" Teriak seorang gadis setelah membuka pintu di UKS secara kasar.


"BERISIK SELL !!" Pekik Lea dengan suara toa nya seperti tak mau kalah dengan Selly dan seperti nya tenaganya sudah agak pulih setelah istirahat sebentar di UKS.


"Yee Lo juga berisik Malih" Ucap Selly berjalan mendekati brankaar lalu menoyor jidat Lea dengan telunjuk nya.


"Ish, nama gw Lea bukan Malih tau!!" Sarkas Lea tak terima.


"Iya iya, Seterah Lo" ucap Selly jengah.


"Eh btw Lo ngk apa apa kan?, ada yang sakit ngk?, Atau Lo amesia?!, Lo masih kenal gw kan Lea?" tanya Selly bertubi tubi dengan pertanyaan absurd lagi.


"Gila, Lo doain gw amesia hah?" Sewot Lea.


"Gw nanya Lea, gitu aja baper Lo" ucap Selly jengah karna menurut nya dia hanya bertanya untuk memastikan ngk ada yang salah bukan dari pertanyaan nya.


"Dih najis beper ke eLo" sambil bergidik ngeri


"oh iya gw baik-baik aja mungkin cuman kecapean doang, dan gw lagi ngk main sinetron jadi gw ngk Amesia Lo tenang aja" sambung Lea dengan senyum tengilnya.


"Dih bocah, orang serius juga, sumpah tadi Lo tuh pucat benget tau ngk, trus tadi bang Leo mukanya panik banget, gw kan jadi khawatir, takut terjadi apa apa sama Lo" cerocos Selly.


"Ya seperti yang Lo liat gw baik baik aja kan, gw cuma kecapean percaya deh sama gw jadi Lo ngk usah khawatir lagi okey" ucap Lea meyakinkan.


"Lo yakin?, Elo ngk nyembunyiin sesuatu kan Le?!" Tanya Selly yang mulai curiga.


"Ee enggak lah sel, ngapain coba gw nyembunyiin sesuatu dari Lo, ngaco Lo" Bantah Lea sedikit gugup.


"Tapi kok Lo..."


"Eh iya sel, kok Lo bisa kesini emang upacara pembukaan nya udah selesai?" Ucap Lea dengan cepat memotong ucapan selly untuk mengalih kan topik pembicaraan karna ia tahu temannya si Selly itu mudah di alihkan fokusnya, untung saja.


"Oh itu, karna ini jam istirahat jadi di suruh ke gugus masing², tapi karna gw ngk punya temen gw kesini deh biar tahu juga tentang kondisi Lo, tadi gw pengen ikut antarlo ke UKS cuman kak Leo larang gw, trus matanya tajam banget lagi kayak pengen bunuh orang tuh Abang Lo" keluh Selly sambil membayangkan kejadian tadi dilapangan.


Lea hanya mendengar dan cekikikan mendengar keluh kesah Selly tentang abangnya yang memang faktanya gitu orangnya.


"Eh btw Abang Lo kemana?" Sambung Selly sambil celingak-celinguk menelusuri ruangan dengan tatapan nya, ia baru menyadari tak ada saudara temannya yg menemani diUKS.


"Tadi sebelum Lo masuk bang leo keluar untuk tungguin mang jaja' " Ucap Lea.


"Kenapa mang jaja' ke sekolah?" Tanya Selly.


"Tau tuh Abang gw nyuruh mang jaja' kesini buat jemput gw pulang, padahal gw udah baik-baik aja" keluh Lea.


"Yaah mungkin abanglo takut Lo kenapa Napa lagi karna kejadian tadi, lagian Lo tuh butuh istirahat dan asupan yang banyak biar ngk letoy kayak tadi, jadi Lo istirahat dirumah aja kan ada Bi niya nemenin Lo" ucap selly.


"Hmm Seterah, Lo sama bang Leo tuh sama aja, padahal ini kan hari pertama masuk sekolah masa udah izin aja sih" ucap Lea, sambil bersedekap dada dan memasang mimik cemberut.


"Dih dibilangin juga Lo, keras kepala banget, ini tuh masih MPLS bukan PBM, seharusnya lo tuh senang karna ngak disuruh suruh ini itu sama senior" ucap selly jengah karna temannya itu ngk tau keuntungan dengan tidak ikut MPLS, menurut sudut pandang nya sebagai orang yang suka rebahan ngk mau disuruh-suruh alias MAGERAN.


"Ih tapi kan..."


"Udah deh yah Lea, kan MPLS nya seminggu jadi Lo masih bisa ikut, nah sekarang Lo siap² pasti mang jaja' udah di depan" ucap selly lalu membantu Lea bangun dari brankar.


Cklek'


Pintu UKS terbuka dan menampilkan sosok Leo dengan di ikuti oleh mang jaja' masuk ke UKS.


"Ayo Lea" ucap Leo sambil mendekati Lea yang sudah duduk di samping brankar. Sedangkan Selly bergeser dengan sendirinya memberi jalan.


"Eh Abang mau ngapain?… Mendingan Abang itu kembali sana, kan Abang ketua osisnya klau ngk ada bang Leo siapa yang ngarahin, itu kan tanggung jawab Abang disini sebagai ketua" ucap Lea memberi pengertian.


"Tapi..."


"Udah bang tenang aja ada Selly dan mang jaja' yang bantuin Lea, jadi Abang pergi ajah pasti bang leo dicariin sama temennya Abang tuh" ucap Lea.


"Kmu usir Abang?!" Tanya Leo sambil menatap Lea tajam.


"Enggak bang bukan gitu, cuman Abang dibutuhin disini, kan Lea juga bisa di antar Selly ke depan dan ada mang jaja' juga jadi aman bang" Ucap Lea sebelum stok sabarnya habis ngeladenin abangnya yang keras kepala walau tak sekeras kepala dirinya.


"Hmm yaudah" Ucap Leo pasrah karna kemauan adiknya Lea dan yang dikatakan nya juga ada benarnya.


"Lo, gw nitip adek gw jagain" Ucap Leo dengan dingin ke Selly teman adiknya itu,


"siap kak" ucap Selly dengan mengacungkan jempolnya dan di balas anggukan oleh Leo.


"mang, tolong bawain tasnya Lea, lalu bentar kasih tau Bi Niya untuk buatin bubur untuk Lea dan pastikan Lea minum obatnya ya mang!" perintah Leo.


"iya den, entar mang jaja' kasih tau Bi niya yah den, kalau gitu mang jaja' taro tasnya neng Lea di mobil dulu ya den " Ucap mang jaja' di balas anggukan oleh Leo lalu mang jaja' mengambil tas Lea yang ada di kursi dekat brankar lalu keluar dari UKS.


"yaudah bang Lea pulang duluan yah" Ucap Lea turun dari brankar dengan tangan kiri ngerangkul Selly untuk dipapah oleh Selly karna badan Lea masih lemas walaupun kalau bicara kayak power full atau bahasa simplenya kyak suara toa.


"Hmm hati-hati" Ucap Leo sambil natap Lea khawatir Adeknya lagi sakit tapi malah pulang sendiri walau ada sopir.


"iya bang" lalu mengadakan tangan untuk Salim ke leo.


"Assalamualaikum bang" Ucap Lea


"Hm, wa'alaikumussalam" jawab Leo.


setelah Salim ke Abang nya, ia keluar dari UKS menuju ke parkiran dengan Selly disamping kiri yang memapahnya. setelah melihat punggung Lea menghilang di belokan lorong sekolah baru lah, ia pergi untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan cepat agar bisa langsung pulang menemani Lea dirumah.


...~~~~...