Sibling L

Sibling L
Ep.05 Dapat Hukuman



"udah bi' sampai sini aja" Ucap Lea saat sudah sampai di depan kamarnya.


"Beneran non?!, Biar Bibi' antar kedalam aja yah non, kan non Lea masih lemes" bujuk bi'niya


"Ngk bi' nih, badan Lea kan Strong" sambil mengangkat tangan nya seolah ia punya otot di lengannya.


"Non Lea, yakin?!" Tanya bi' Niya memastikan.


"Iya bi' Lea yakin seribu persen" ucap Lea sambil menunjuk kan sepuluh jarinya.


"Yaudah non istirahat yah!" Ucap bi' Niya lemah lembut.


"lyaudah Lea masuk dulu yah bi' mau istirahat" Ucap Lea lalu masuk ke kamarnya. Bibi Niya langsung turun untuk memasak bubur sesuai yang Leo mintakan tadi yang diberitahu oleh mang jaja'.


...🍁🍁🍁...


Kini Mr.Alan sedang berkecamuk dengan pikirannya, dia ingin menjenguk dan memastikan keadaan keponakan kesayangan nya itu tapi dia sedang melakukan penyamaran karna kembaran nya itu dia harus menjaga jarak dari my babynya itu. 'Meyebalkan' batinnya.


Dia menghela nafasnya lalu menjalankan tujuan awalnya dan dia akan memberi tahu kembarannya itu tentang yang ia lihat tadi.


Sebenarnya ia bisa saja meyuruh orang lain untuk mengirimkan surat tapi ia kangen melihat keponakan nya itu.


Kini dia sudah berada di depan rumah yg ia amati.


"ASSALAMUALAIKUM!, PERMISI!, SPADA!" Teriaknya.


Keluarlah mang jaja' menuju gerbang.


"wa'alaikumussalam, Iya pak!, ada apa yah?!" tanya mang jaja'


"Ini, saya nganterin surat untuk atas nama Leana dan Leonard pak" Ucapnya sambil menyodorkan surat yg ia pegang.


"Oh iya pak, pengirimnya dari siapa yahh pak?!" Tanya mang jaja' saat tak menemukan adanya nama pengirim di surat itu.


"Saya juga ngk tau pak, saya cuman disuruh nganterin surat aja, kalau gitu saya permisi yah pak masih banyak surat yang akan saya kirim kan, wassalamualaikum” Ucap Alan mendalami penyamarannya.


"Wa'alaikumussalam" jawab mang jaja' lalu masuk ke dalam rumah dan menitipkan surat tadi pada Bi' Niya yang sedang masak bubur di dapur.


🍁🍁🍁


"Hufh"Lea menghela nafas lelah,


Dia menutup pintu kamarnya lalu menghampiri kasur dan langsung menghembaskan tubuhnya di atas kasur kesayangannya.


Dia sebenarnya suka disekolah karna ia jadi punya temen supaya bisa mengatasi kegabutan nya yang sudah mendarah daging pada dirinya itu.


Lea menejamkan matanya yang entah mengapa terasa sangat berat jika dekat dengan kasurnya, saat sudah hampir sampai ke dunia lain dia terbangun lagi karna dering ponsel nya.


'Ai yai yay i'm your little butterfly, Ai yai yay' (seperti nada dering ponsel mainan, you know lah!)


"Ck, yaelah baru juga merem" decak Lea kesal lalu mengambil hp dari dalam tas dan mengangkat panggilan nya langsung.


"Halo!, Assalamualaikum!, Ngapain Lo nelpon gw" Sentak Lea to the point dengan mata yang siapa terpejam lagi.


'Waalaikumussalam' Ucap seseorang di sebrang sana.


Deg


Mata Lea langsung terbuka lebar lalu melihat Hp nya, dan nama yang tertera adalah ABANG SG (singa gesrek). Sepertinya dia salah menduga dia kira si selly.


"Mampus gw!" Cicit Lea ditengah keterkejutan nya. Lalu mendekat kan hp nya ke telinga nya.


"Ha halo bang, ada apa nelpon Lea?!" Tanya Lea dengan bicara sebiasa mungkin.


"Abang mau ingetin, Jangan lupa makan, dan minum obatnya trus istirahat!, jangan lama main gadjet !" Ucap Leo.


" Iyaaa, bang Leo tuh udah bilang itu berkali-kali tau, sampe Lea sudah hapal diluar kepala tau ngk" jengah Lea dengan memutar bola matanya malas.


"Bagus klau gitu, Lo juga pasti sudah tahu apa kesalahan Lo" sarkas Leo dengan menekan Kata 'Lo'


Deg


"Aa...a pa bang, Lea ngk denger, suaranya putus-putus nih, Lea matiin dulu ya bang!" Ujar Lea cepat lalu pengen matiin hp nya tapi terhenti karna ucapan leo.


"Tunggu...."


"Hukuman nya!" Ujar Leo dingin.


'Tut tut tut'


Panggilan pun terputus.


"Matii gw Ya ampun!!" Pekik Lea lalu menutupi kepalanya dibawah bantal sambil ngoceh kagak jelas, mungkin 'mengumpat'?!


...🍁🍁🍁...