
...~Krriinnggg~~...
Suara Nyaring dari jam waker menggema disebuah ruangan yang didominasi oleh warna biru itu, Tidak mengusik sama sekali tidur seorang gadis yang tubuhnya masih terbalut selimut itu.
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu..
Tuk..Tuk..Tuk
"Lea, bangun!! Jam weker kamu brisik tau!!!" Teriak seorang pemuda dari luar kamar gadis yg tak lain dan tak bukan adalah Lea adik dari Leo. Ya, pemuda yang teriak itu adalah Leo.
Merasa tak ada jawaban dari dalam sana, Leo langsung meraih gagang pintu didepan nya dan ternyata ngak kekunci, emang kebiasaannya si Lea suka lupa kunci pintu kamar atau memang sengaja biar dibangunin karna sadar akan kekeboan nya yang sudah mendarah daging yaitu jika sudah tidur berasa ngak mau bangun lagi karena katanya ~Mimpi lebih indah dari kenyataan~, Abang nya saja ngak habis pikir sama adiknya itu.
Oke kembali ke cerita
Leo berjalan ke nakas lalu mematikan jam yang berdering dengan nyaring tapi tak dapat membuat seorang Lea bangun dari mimpinya, Lalu apa gunanya jam weker itu jika harus butuh orang lain membangun kan si putri tidur Lea.
"Lea bangun!! Masa' hari pertama MPLS, kamu udah telat?! Bagaimana kalau hari² setelah nya coba?!!" Omel Leo dengan ekspresi datar. Leo pun berusaha membangunkan Lea dengan cara halus seperti menepuk-pipinya pelan, mengguncang badannya, menarik selimutnya, mencubit hidungnya dan menusuk nusuk pipinya, tapi tetap saja ngk bangun. Tiba² terlintas dipikiran nya untuk menjahili Lea dengan muka yg tadinya datar sekarang terlihat senyum smirk.
Leo mengangkat Lea lalu membawanya ke kamar mandi, dia meletakkan Lea di bath up setelah itu menyalakan kran Air lalu memercikan kewajah Lea.
Lea langsung terbangun dari mimpinya saat merasakan wajahnya terkena air dengan memasang ekspresi terkejut dan kesal secara bersamaan di wajahnya itu saat melihat Abangnya yang sudah ngacir dari pandangannya dengan kekehan sebelum teriakan nyelengking yang merusak pendengaran itu terdengar, karna berhasil membuat Lea kesal.
"ABANG LEO NYEBELIIIINNNNN!!!"
...🍁🍁🍁...
Lea turun dari tangga dengan memakai seragam SMAnya dan tangannya membawa Atribut yang harus ia bawa saat MPLS, tak lupa memasang ekspresi kesal karna masih tak terima cara Abang nya membangunkannya tadi.
Lea duduk didepan Leo dengan meja makan di tengah-tengah mereka, yang diatasnya sudah tersedia sarapan roti selai coklat dan susu untuk Lea. Sedangkan Sarapan Leo sudah habis saat Lea duduk di hadapannya.
"Kenapa Mukanya kusut gitu dek?!" tanya Leo dengan mimik muka tak bersalah nya itu yang membuat Lea semakin kesal saja padanya.
"Udah tau, nanya lagi" ucap Lea ketus dengan menatap tajam abangnya setajam silet.
Bukannya takut, Leo malah terkekeh melihat adiknya seperti itu karna Lea tidak terlihat seram malah menggemaskan menurutnya itulah sebabnya ia suka menjahili adiknya.
"Makanya kalau dibangunin itu langsung bangun jangan malah makin lelap tidurnya! Kayak Kebo aja kamu tuh" ucap Leo dengan nada dan ekspresi santai kayak di pantai.
"Apaan sih bang, pake nyamain Lea sama kebo lagi, Lea tuh manusia, kebo tuh hewan, ya bedalah!!" Ucap Lea dengan nada tak terima disamain sama si kebo.
"Abang udah pake cara halus kamu aja tuh yang keboan anaknya" jawab Leo tidak mau kalah.
Sebelum Lea protes lagi, Leo berdiri lalu mengambil roti coklat dan menyumpal mulut Lea dengan itu.
"Sarapan cepet!!, Ntar telat, Abang tunggu diluar, kalau Kamu lama Abang tinggal!!" Ucap Leo sambil berjalan kearah pintu keluar dengan gaya coolnya.
"AABWWAAAANGGG EEOOO" teriak Lea kesusahan karna roti yang menyumpal mulutnya, dia pun dengan cepat memakan sarapannya dan meminum susu lalu menyusul Abangnya yang selalu membuatnya ingin Menghilang aja.
Tak lupa dia berpamitan kepada Bi' Niya di Dapur. Bi' Niya, nama pembantu atau ART di kediaman keluarga ALENDRA yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri karna dia yang merawat mereka sampe suatu hari, Kedua orang tua mereka berpisah karna suatu hal, hingga saat telah bercerai ayahnya pergi bersama seorang wanita yang asing bagi mereka, tapi ayah nya tetap memberikan nafkah terhadap anaknya dan setelah beberapa bulan ibu dari mereka meninggal saat usia Leo 6 tahun dan Lea berusia 5 tahun.
Ya, mereka kehilangan seorang wanita pertama yang mereka sayangi, ibu mereka meninggal karna penyakit Anemia yang ia derita dan itu menurun ke Lea, hal itu diketahui sejak usia Lea 13 tahun, saat itu masa MPLS SMP Lea sempat pingsan dan sesak nafas lalu dia dibawa ke rumah sakit dan sampai akhirnya dokter mendiagnosa bahwa Lea memiliki penyakit Anemia. Itulah kenapa Abang nya Lea tambah protective terhadapnya.
*Back to cb *
...••••••••••...
"ABAAANGG" Teriak Lea di belakang Leo dengan suara bising kendaraan yang berlalu lalang jadi harus mengencangkan agar bisa terdengar oleh sang empu dihadapannya itu
"Hm" deheman Leo anggap aja iya, itu masih bisa didengar Lea.
"Ck Abang cosplay jadi Nissa sabyan nya bentar aja kalau disekolah, sekarang Lea Mau ngomong nih, dengerin yah" dengan suara agak ngelengkin jadi pengendara di samping meringis mendengar suaranya yang katanya 8 oktaf itu. Apalah daya seorang Leo harus menderita tiap hari.
"APAAN SIH?!" teriak Leo merasa frustasi
"Emm.. Ngak ada" jawab Lea karna lupa dengan yang ingin dia katakan. Dan itu sukses membuat Leo kesal. Sekarang terbalik bukan Lea yang kesal tapi Leo.
"Ck" cibik Leo di dalam helm full face nya.
~Untung gw sayang kalau ngak udah gw tinggal nih anak, biar diambil orang~ batin Leo.
...*Author belike:...
...Dih Adeknya Deket orang asing aja dah naik pitam apalagi kalau diambil orang nanti?!! hmm seperti nya seru kali yah*!! he he he👻...
...•••••••••...