Sibling L

Sibling L
Ep.07



Di meja makan telah tersedia berbagai macam makanan. Lea yang baru datang dengan menggandeng tangan abangnya, setelah melihat makanan dia langsung melepas kan tangan Leo dan menarik kursi untuk ia duduki tapi belum sampai duduk suara makhluk disampingnya itu terdengar.


"Cuci tangan dulu Lea!!" Titah Leo


"ngk mau, Lea mau makan sekarang bang!, Lea sudah laper banget nih" protes Lea karna tak mau berjalan jauh ke dapur 10 langkah itu.


"Cuci tangan sekarang!, atau Abang suapin kamu tapi cuman nasi doang!" Ucap Leo memberi pilihan.


"Ck, iya iya Lea cuci tangan nih" Ucap Lea mengalah demi ngk disuapin sama abangnya mana pake nasi doang lagi, Masih untung kalau di suapin Lembut dan penuh perhatian tapi masalahnya Leo itu klau nyuapin bar bar banget masa nyendok nasi melebihi ukuran mulut orang sih dan berakhir belepotan deh.


"Bagus klau gitu yaudah, gih sana cuci tangan!!" usir Leo.


"Dih ngusir lagi" dumel Lea dan berlalu pergi.


Leo melihat tingkah adiknya hanya bisa menghela nafas berulang kali karna harus EXTRA SABAR menghadapi makhluk berwujud Lea adiknya itu.


"ABANG KOK NGK CUCI TANGAN JUGA!"Teriak Lea dari arah dapur. sepertinya Lea sedang memancing singa yg sudah memperingatkan nya untuk tidak berteriak.


"Ck, anak itu, susah bener dibilangin" dumel Leo dengan stok kesabaran yang tinggal sedikit hari ini karna menghadapi makhluk bernama Lea.


Leo pun menyusul Lea ke dapur lalu kembali kemeja makan untuk makan malam bersama.


...🍁🍁🍁...


Di sisi lain seseorang sedang mengamati pemandangan kota Jakarta dari balik kaca dinding ruangan.


Dia sudah diberitahu oleh kembarannya tentang apa yang ia lihat tadi, membuat dia merasa dilema karna dia sangat ingin berada disisi anak-anak nya untuk melindungi dan mendidik Mereka dengan menjadi sosok ayah yang baik yang belum pernah anak-anaknya rasakan setelah delapan tahun lamanya Dan disisi lain ia takut jika dia dekat dengan anak-anaknya itu mereka akan dicelakakan oleh orang lain yang mengincarnya serta keluarganya.


"Aku tidak bisa diam saja!" monolog Mr.Alendra, lalu ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Urus Semuanya!, saya akan menemui mereka"


Tut Tut tut


tanpa mendengar jawaban disebrang sana dilangsung menutupnya.


Dia akan pergi Ke London untuk menyelesaikan masalahnya yang telah mempermainkan nya.


...🍁🍁🍁...


"Hm, apa lagi yah?!" monolog Lea sambil menepuk nepuk pipinya dengan telunjuk seperti berpikir. ~ya emang berpikir^_^


Dia mengamati tasnya yang hampir penuh dan menurut nya masih banyak yang kurang.


"Heeemm, apa... gw harus bawa dua tas yak?!" celetuknya.


"Ngapain?!" tanya Leo yang sudah bersender di pintu masuk sambil bersedekap dada menatap Lea heran.


"Astaga bang Leo, kalau datang tuh ketok dulu pintunya!" gerutu Lea karna ia orangnya emang Mudah kagetan.


"Ngapain?!" tanya Leo lagi, dan ucapan Lea tadi dianggap seperti angin lalu saja.


"Ish dasar singa" Ucap Lea yg pastinya mebatin sambil menatap Leo malas.


"Lagi nyiapin perlengkapan buat besok" Jawab Lea apa adanya, lalu ia melanjutkan kegiatan nya yg tertunda.


"Untuk?!" tanya Leo lagi!.


"Untuk ke Sekolah lah bang" jawab Lea ketus tanpa mengalihkan fokusnya dengan kegiatannya itu.


"Emang siapa yang izinin kamu sekolah besok?!" celetuk Leo.


"Hah?!" ucap Lea spontan lalu berbalik.


"iya, kamu ngk ke sekolah besok!!" jelas Leo dengan santai.


"Emang kanapa sih?" kesel Lea


"Ngk usah ngebantah, ini perintah Abang!, kamu itu baru sembuh tadi, jadi ngk usah banyak beraktivitas!" Peringat Leo lalu menutup kamar Lea.


Lea menatap cengo abangnya yang kelewat protective terhadapnya. 'yang bener aja dong'. Teriak batinnya. lalu melihat kearah tasnya 'aduh kudu beresin dah gw' Ucap Lea membatin. Lalu ia berjalan sempoyongan ke arah kasurnya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan posisi tengkurap dan tangannya tak henti meluap kan kekesalannya Dangan memukul bantal.


~kasiah yah bantalnya hiks