
Di depan rumah sederhana tapi modern ada satu mobil yang terparkir tak jauh dari sana.
Pengemudi Pria yang ada di dalam mobil itu mengamati rumah dengan tatapan sendu, lalu tak berselang lama ia mengingat tujuannya dan ia segera mengambil sesuatu yaitu sebuah Surat yang tertera tulisan 'For 2L' .
~Flashback On~
"Keruangan saya sekarang!!" Perintah Pria yang saat ini sedang duduk sambil menelpon seseorang lewat telepon kantor yang ada pada meja didepannya.
"Saya tunggu 60 detik dari sekarang, jika tidak?! kau tau akibatnya!" Sambungnya dengan nada ancaman andalannya, Tanpa mendengar jawaban dari orang yg ia telepon, pria itu langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Beberapa detik kemudian...
Dubrak
Pintu di ruangan itu terbuka Lebar dan terlihat seorang pria berjas seusia dengan Pria yang tadi menelpon dan menyuruhnya untuk segera keruangan nya.
"Gila Lo ndra, gw sampe pakai tangga darurat dari pada gunain lift tau ngk?! Tega Lo sama saudara sendiri" cerocos Pria itu sambil mengatur nafasnya dengan tangannya yg bertumpu pada lutut.
"Alan yang sopan, saya Abang kamu" Ucap pria itu dingin dan tegas.
"Ck, Iya ABANG ALENDRA YANG TERHORMAT "Ucap pria bernama Alan itu dengan memberi penekanan di kata-kata yang terakhir lalu memutar bola mantanya malas.
'cuma beda 11 menit juga yaelah' cibir pria itu tentunya dalam hati karna takut akan singa di depannya itu yang siap menerkam kapan saja.
Yap, kedua Pria itu kembar tidak identik lewat 11 menit aja, pria yang dingin itu tadi adalah Mr. ALENDRA PUTRA DIRGANTARA dan Pria yang tadi ia panggil ke ruangan nya itu adalah adiknya atau lebih tepatnya kembarannya Mr. ALANO IRSYAD DIRGANTARA.
"Ada apaan sih bang manggil gua?!"
Tanya Alan sambil berjalan mendekati Alendra yang duduk bersandar dikursi kerjanya.
"Nih'' Ucap Mr. Alendra sambil menyodorkan surat yang tadi ia tulis.
"Hah?!, maksudnya?" Ucap Mr. Alan yang masih LOLA (Loading Lama).
"Kirim!!" Ucap Alendra dengan ekspresi datarnya alias Flat.
"Kirim surat ini maksudnya bang?!" Tanya Mr. Alan sambil mengambil dan mengamati surat yang ia pegang.
"Hm" balas Alendra, yang artinya 'iya' kalau ditranslate ngk bakalan Nemu tuh artinya. Kudu pakai hati dan kesabaran untuk memahami apa yang dikatakan oleh Mr. Alendra ini.
"Kenapa Abang ngk nyuruh sekretaris Abang ajah sih?!" Ketus Alan dengan ekspresi datarnya. Ia kira ada sesuatu yang darurat taunya ga ada, emang Abang lucn*t tuh orang.
"Pecat" Ucap Alendra singkat, padat dan jelas.
"Hah?!" Ucap Alan cengo
"WHATT!!" Teriak Alan tak percaya.
"Duh bang, Lo udah ganti beberapa kali sekretaris dalam sebulan capek gw interview untuk dapat sekretaris buat Lo" Ucap Alan sambil mengusap pelipisnya dengan posisi ia yang sudah duduk di kursi yg tersedia depan meja Alendra.
Alendra hanya membalas dengan mengedikkan bahunya acuh lalu mengambil dan memandangi foto yang tadi bingkainya sudah hancur dan tersisa foto yang masih utuh.
"Kirim kan suratnya sekarang ALANO IRSYAD DIRGANTARA!!" Ucap Alendra dingin dengan penekanan pada 3 kata terakhir
"Ck iya-iya' sensian banget sih" Ucap Alan dengan membatin di kata-kata yang terakhir, lalu berlenggang keluar dari ruangan itu.
Tapi, saat belum sampai pintu ia langsung mengamati surat yang dipegangnya dan ia langsung menoleh ke Alendra yang masih memandang foto dia pegang.
"Bang, ini bukannya Alamat...?!" Ucap Alan menggantungkan kalimatnya.
"Hem" balas Alendra mengiyakan karna tau yang dimaksud Alan.
"Tapi kenapa ngk temuin langsung aja bang?!" Tanya Alan.
"Ngk Usah ikut campur Alan!" Ucap Alendra datar dengan matanya menatap tajam Alan.
Alan langsung menatap lurus kembali dengan tersenyum getir
"Gua cuman mau ingetin kalau gw ini kembaran Lo jadi gua tau tentang apa yang Lo rasain, walaupun Lo ngk cerita semuanya ke gua." Ucap Alan Lirih.
"jangan larut dalam penyesalan bang, Lo harus hadepin jangan sembunyi, karna itu ngk akan bisa buat masalah Lo itu hilang. Bukan cuman Lo yang bakal sakit tapi orang² yang lo sayangin juga bang" Sambung Alan memperingati lalu pergi meninggalkan Alendra yang merenungi apa yang Alan katakan memang ada benarnya.
~Flashback off~
Pria yang didalam mobil itu adalah Mr.Alano Irsyad Dirgantara.
Sekarang penampilannya sudah beda dari sebelum nya, yang tadinya memakai jas, kameja, celana dan dasi sekarang memakai topi serta masker, dan jangan lupa penampilan nya yang sudah seperti seorang Tukang Pos beneran saja.
Dia pun hendak turun tapi terhenti lalu masuk kembali ke mobil, karna ada mobil yang masuk melewati pagar. rumah itu.
Terlihat Pintu mobilnya terbuka menampilkan sosok gadis remaja yang cantik sekilas matanya seperti Kembaran nya.
Eh, tunggu wajah nya terlihat pucat apakah gadis itu sedang sakit?, Dia dipapah oleh sopir nya. Lalu ada orang yang ia kenal keluar dari rumah, dia adalah Bi' Niya yang tampak khawatir dengan gadis itu dan mengambil alih gadis itu untuk dipapahnya.
"My baby Lea" gumam Alan dengan matanya mengawasi kepergian Lea masuk ke dalam rumah.
...🍁🍁🍁...