
Leo kini sedang berada di kamarnya, ia sibuk akan berkas - berkas dihadapannya yang tadi ia tinggalkan. Saat sedang meneliti satu persatu berkas, Ponselnya berdering menandakan ada seseorang yang meneleponnya dan saat melihat nama yang tertera ekspresi nya jadi datar dan ia memutar bola matanya malas.
"Hm, Apa?!" Tanya Leo datar.
"Lo ngapain aja sih sampai lama ngangkat telpon HAH?!" Tanya seorang disebrang sana ngegas.
"Klau ngk ada yg penting gw matiin sekarang" ancam Leo singkat lalu hendak mematikan ponselnya.
"Ee ehh tunggu dulu, Napa sih!!" omel orang itu.
"Cepetan ngk pakai lama!!"
"ck iya iya, Nih yah gw tuh mau kasih tau Lu, kalau si Galang ngajakin Lu balapan"
"Galang?" tanya Leo.
"iya, tuh anak ngajakin Lo balapan. katanya dia tuh Pengen tau kemampuan Lo karna secara Lo ngk pernah kalah dalam balapan apalagi Azka, tapi' Azka lagi di luar kota jadi dia ngajakin Lu deh" Jelas orang itu.
"Trus?!"
"Oh iya Taruhannya 100jt, Gimana? Lo mau ngk?!"
"Ngak!" jawab Leo singkat lalu menutup ponselnya.
Sedangkan orang yang di seberang sana sudah mengumpati Leo.
ketika ingin melanjutkan kegiatannya lagi, ia tak sengaja melihat surat yang ada pada nakas. Dia pun langsung mengambil surat tersebut.
"surat tanpa nama pengirim?!, Hmm mencurigakan" gumam Leo sambil mengamati surat di tangannya.
Leo pun membuka surat itu dan membacanya. Saat membacanya tiba-tiba ia mengepalkan tangannya kuat dan ekspresi nya juga seperti orang yang sedang Manahan amarah untuk ia luapkan.
Dia meraih hpnya dan menelpon orang tadi.
"Gw mau ikut balapan!!" Ucap Leo menerima ajakan. karna sekarang ia ingin melampiaskan amarahnya.
Belum sempat Orang atau temannya tadi menjawab dia sudah mematikan ponselnya dan mengambil jaketnya lalu pergi.
Dia ingin meluapkan amarahnya saat ini tak mungkin ia akan berdiam diri dirumah apalagi ada adiknya Lea.
...πππ...
Lea kini sedang berada di balkon kamarnya memandangi bintang karna memang dari kecil dia sangat suka dengan bintang.
'Brumm....Brumm...'
"Abang Leo mau kemana yah malam-malam begini?!" monolog Lea.
'mungkin mau pergi Nongki kali yah sama temannya' Pikir Lea membatin
"Huh Abang kalau Nongki sama temannya, suka benget ngk ngajakin Lea ihhh nyebelin" gerutu Lea.
lalu ia kembali masuk ke kamar untuk tidur karna kalau Leo tau ia telat tidur atau begadang habis dia Kena Omelan abangnya itu.
...πππ...
Keesokan paginya Lea masih tidur di balik selimut tebalnya. Setelah melakukan ibadah sholat subuh ia tertidur kembali. Ck ck ck
Pintu kamar Lea terbuka, manampilkan Leo yang sudah memakai seragam sekolah, ia menghampiri Lea yang sedang tertidur untuk membangun kan makhluk sejenis Lea ini.
"Lea bangun!" ucap Leo menepuk pelan pipi Lea. tapi tak mempan.
Dia pun , langsung mencium pipinya Lea bertubi-tubi karna gemas dengan pipi Lea yang terlihat gembul dan sedikit merah
"hahaha geli hahaha geli" Tawa Lea yg terganggu karna Abang nya itu.
Leo pun yang tak tega melihat adiknya itu pun mengakhiri aksinya tadi yaitu mengerjai sedikit adiknya Lea.
"Eungh Eh Aabang" sahut Lea saat sudah sadar sepenuhnya.
"Hm, kamu bangun dan siapΒ² gih!" suruh Leo.
"Katanya ngk diizinin ke sekolah hari ini, kok Lea di suruh siap-siap, gimanasih bang Leo!" cibir Lea.
"Siapa yang bilang!, kamu bakal ke sekolah! Hem?!" Ucap Leo sambil mengacak rambut milik Lea yang memang sudah berantakan menjadi sangat Berantakan.
"ya trus apa?!" tanya Lea polos.
"ikut yoga!"
"hah, untuk apa?!" tanya Lea cepat, karna ia tidak suka melakukan yoga, karna sangat hal itu membosankan menurut nya.
"kamu ngk inget yah?! kemarin malam kan Abang Udah bilang sama kamu!"
ucap Leo mengingat kan yg ia kasih tau semalam.
~Flashback~