Sibling L

Sibling L
Ep.06



15.40


Cklek'


Leo membuka pintu kamar Lea. Dia baru saja pulang dari sekolah langsung menghampiri kamar Lea untuk mengecek keadaan nya.


Setelah pintu terbuka ia langsung teralihkan perhatiannya pada gadis yang tidur diatas kasur dengan posisi tengkurap yang begitu estetik. Siapa lagi kalau bukan Lea.


'ck kebiasaan emang' batin Leo. Ia merutuki adiknya yang tidur ngk ada kesan kalem dan anteng nya, apalagi dengan posisi seperti itu pasti akan membuat tubuhnya sakit jika terbangun.


"Hufh" Leo mengehela nafas, lalu ia mendekati ranjang Lea dan membalikkan tubuh Lea lalu mengambil selimut yang tdi sudah jatuh dari ranjang, lalu menyelimuti Lea sampai pundak nya, dan tak lupa mengecup kening adiknya itu .


Setelah itu, Leo pun keluar dari kamarnya Lea dan tak lupa mengunci kamarnya Lea.


Baru beranjak beberapa langkah ada seseorang yang memanggil nya.


"den Leo!" Panggil bi' Niya menghampiri Leo.


"Duh den, bi' Niya lupa' ngasih surat ini ke non Lea saat ngasih bubur tadi. Yaudah Bibi' kasih ke den Leo aja" Ucap bi' niya sambil menyodorkan surat yg ia pegang.


Leo mengernyit kan alisnya "surat Bi'?!" Tanya Leo heran sambil menerima surat dari bi' niya.


"Iya den, itu surat untuk den Leo sama non Lea atuh, masa' untuk Bibi' sih den." Jawab bi' Niya dengan logat Sunda nya.


"Ini nama pengirimnya ngk ada Bi'?!" Tanya Leo sambil mengamati surat yg ia pegang.


"Iya den, saya juga ngk tahu kenapa nama pengirimnya ngk ada den. Yaudah Bibi' ke dapur duluyah den, soalnya Bi' niya teh lagi masak, entar gosong lagi" jelas Bi' Niya.


"Iya bi' makasih yah" Ucap Leo dengan menyungging kan senyum tipisnya.


"Iya den" Bi'niya pun berlalu pergi.


"Siapa yang ngirim?!" Monolog Leo.


Dia menggelengkan kepalanya untuk tidak menambah beban pikirannya dengan surat ngk jelas, dia akan membacanya nanti, sekarang dia akan membersihkan diri dulu. Leo pun pergi menuju kamarnya.


...🍁🍁🍁...


"Eugh"


"Gw dimana?!"


"Ohh gw dirumah ternyata hehehe" Monolog Lea, yang masih mengumpulkan nyawanya sehabis hibernasi.


"Jam berapa sih kok jendela gw ada cahaya orange yak?!, ini pagi atau sore?" Tanya nya Pada diri sendiri.


"AAAA Astaga gw lupa sholat, ini jam berapa sih?!" ia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 17.05.


"Okey, kek nya masih sempet deh, hmm iya kali, yaudah deh gw ambil wudhu dulu" ia sejenak tampak berfikir, lalu beranjak dari kasur kesayangannya.


Saat ia dan Leo masih kecil, mereka sering melihat mamah nya sholat dan mereka biasa diajak dan di ajarkan tentang sholat oleh mamahnya. Kadang papah nya juga ikut saat tak sibuk dikantor, dan itu terjadi sebelum konflik antara kedua orangtuanya terjadi, yang mereka saat itu belum tahu sebenarnya apa yg terjadi.


Back to cb


Setelah selesai sholat ashar dan di lanjut magrib, Lea pengen keluar dari kamarnya tapi pintunya tidak bisa terbuka.


"Eh, Kok ngk bisa di buka sih?!" Ujarnya sambil memutar engsel pintu, menurut nya mungkin lagi macet.


"Ih nyebelin banget dah,aelah" sambil memukul pintu dengan kakinya pelan karna nanti kaki nya yg sakit bukan pintunya.


"Ohh atau jangan-jangan...'' Lea mengira² apa yg sebenarnya terjadi.


"Aha!! Gw tau pasti ini hukuman nya" gumamnya.


Teriak Lea, untung saja kamarnya ngk kedap suara jadi ngk sia-sia dia teriak.


Disisi lain tepatnya di samping kamar Lea ada kamar Leo dan penghuninya masih ada di dalam kamar berkutat dengan berkas² yang memusingkan menurut Lea karna itu adalah berkas perusahaan milik Leo yang diberikan oleh opahnya setahun yang lalu. Sebenarnya ia bisa saja menyerahkan semuanya kepada orang kepercayaan opahnya, orang itu adalah Mr.Abigail Sanjaya di perusahaan untuk menghandle pekerjaannya itu tapi Leo tidak mau karna ia tidak suka bergantung pada orang lain dalam mengerjakan pekerjaannya, mungkin jika disekolah dia akan menyerahkannya kepada Pak Abi untuk menghandle semuanya selama ia masih di sekolah.


Sebelumnya Leo dan Lea pernah tinggal bersama opah dan Omahnya dari keluarga mamahnya yang berasal dari Bandung, tapi karna ada urusan mereka harus pergi ke luar negri untuk menyelesaikan masalah perusahaan di sana selama 5 tahun. Tapi' karna Lea dan Leo tidak mau ikut jadi tinggallah mereka berdua di temani oleh bi' Niya dan mang jaja' . Leo juga dititipkan perusahaan oleh opahnya karna opahnya itu tau kalau Leo punya kemampuan untuk menjalankan perusahaan walau masih muda tapi sudah bisa mengerjakan pekerjaannya Sebagai CEO. Tak heran kenapa ia bisa bekerja dibidang itu karna opah nya yang mengajarinya dan Leo yang cepat tanggap bisa mempelajari nya dengan singkat.


Back to cb


Leo yang mendengar suara Lea hanya acuh tak acuh. karna ia yakin jika Lea dikurung dikamar dia akan baik² saja.


kringgg.. kringg


Suara ponsel berdering dan itu milik Leo. Dia pun mengangkat nya karna ia tahu orang disebrang sana sudah capek berteriak.


"Apa?" tanya Leo langsung.


"Bang, bukain pintunya ih!"


"Ngak!!"


"Ayolah bang Leo bukain, iya deh Lea ngk ngomong gitu lagi deh yah, janji" ucap Lea tapi lain di mulut lain di hati.


"itu hukuman kamu jadi terima aja!"


"ihh bang Lea tuh laper, ntar Lea mati kelaparan gimana?!" ucap Lea mendramatisir.


"Ya ngk gimana-gimana" ucap Leo santai.


"IHH AAAABAAAANGGG Uhuk... Uhuk Uhuk" teriak Lea dan diakhiri dengan batuk.


Leo yang mendengar itu langsung lari menuju kamar Lea. Lalu dia membuka pintu dengan kasar.


yang Leo lihat adalah Lea yang berada diatas kasurnya masih terbatuk-batuk sambil memegangi Lehernya.


Leo pun dengan cepat mengambil gelas berisi air putih di nakas lalu membantu Lea meminum air putih itu. setelah merasa tenang, Leo manaruh kembali gelas ke nakas dan bebalik kearah Lea menatapnya tatapan intimidasi.


"BISA NGK SIH, NGK USAH TERIAK!! ABANG ITU KHAWATIR SAMA KAMU LIAT KAMU KAYAK TADI!!" Bentak Leo tanpa sadar.


Lea yang mendengar itu tertengun langsung menunduk tak mau menatap mata Leo yang tajam saat sedang marah.


"Iya bang, Lea minta maaf hiks hiks" dia ngk bisa menahan Isak nya lagi karna tadi dibentak apalagi sama Leo klau dengan orang lain sih dia bisa adu bacot.


Leo mengusap wajahnya kasar saat menyadari telah membentak adiknya itu. Dia pun membawa Lea kepelukannya agar menenangkan Lea.


"iya, jangan gitu lagi!, Abang juga minta maaf sudah bentak Lea" Ucap Leo sambil mengelus rambut Lea yang masih sesegukan.


Lea membalas dengan anggukan.


"Bang, hiks Lea laper " ucap Lea di sela pelukannya sambil menatap Leo dengan mata dan hidung yg terlihat sedikit memerah karna habis nangis.


Leo yang melihat Lea seperti itu jadi gemas hingga sedikit terkekeh lalu mencium pipi Lea.


'cup'


"ih Abang, Lea tuh laper bukan minta dicium" rengek Lea pada Leo dengan mengerucut kan bibir nya.


"Hahaha, yaudah ayok kita kebawah, Bi' Niya udah masak makan malam tuh" ajak Leo


"Yuk, Makanan I'm coming" ucapp Lea dengan Semangat, lalu menggenggam tangan Leo lalu menariknya.


...🍁🍁🍁...