Reta's Dream

Reta's Dream
episode 29



sudah lewat satu Minggu setelah aku pulang dari istana dengan tanda tanya yang menumpuk di benakku.


tapi suasana dirumah ini sama sekali tidak mendukung ku untuk berpikir, suasana disini sangat riuh karena hari ini adalah hari pertamaku memasuki akademi kebangsawanan.


entahlah aku juga tidak terlalu mengerti dengan konsep dunia ini. setahuku yang sering ku baca di novel-novel kerajaan, biasanya ada istilah debutante tapi disini tidak ada yang ada para remaja bangsawan malah disuruh untuk bersekolah lagi setelah mereka menyelesaikan pendidikan pribadi selama sepuluh tahun.


jadi ya para anak-anak dari bangsawan disini akan menjalani kegiatan pendidikan pribadi ya mungkin kurang lebih seperti homeschooling dari usia tujuh tahun lalu setelah itu baru dia akan pergi ke akademi kebangsawanan untuk menambah pengetahuan mereka serta bersosialisasi dan menguatkan relasi.


ya... seperti itulah kurang lebih penjelasan Regan padaku yang tidak tau apa-apa.


persiapanku sudah selesai, kini aku sudah mengenakan gaun merah muda dengan beberapa batu permata yang menghiasi bagian bahu gaun yang sedikit terbuka.


"kau sudah siap?" tanya Reiyand dari arah pintu kamarku yang memang kini terbuka yang juga sudah terlihat rapi bahkan mungkin sangat rapi, karena selama aku disini aku tidak pernah melihat dia Serapi ini.


"kakak juga akan ikut?" tanyaku balik, karena ya... memang untuk apa dia ikut ke akademi kebangsawanan dia bahkan sudah lulus bertahun-tahun yang lalu.


"untuk mencegah mu melakukan hal yang bodoh, mungkin" ujarnya dengan senyuman jahil yang terlihat jelas karena saat ini ia tengah berjalan memasuki kamarku.


"aku serius"


"aku juga sangat serius" ujarnya lagi yang benar-benar terdengar sangat mengesalkan.


"sudahlah, ayo cepat kau tidak mau terlambat dihari pertamamu kan" Reiyand menarik tanganku keluar dari kamar meninggalkan beberapa pelayan yang tadi membantuku bersiap.


kini aku sudah bisa melihat sebuah kereta kuda yang sudah terparkir rapi didepan rumah dan kereta kuda itu yang akan membawaku ke akademi.


"ayo cepat naik, Reta" lagi-lagi Reiyand menarik tanganku untuk menaiki kereta kuda tersebut. aku tidak tau tujuan sebenarnya dia ke akademi tapi yang pastinya dia kesana bukan untuk mencegahku melakukan hal bodoh dan aku pun juga tidak akan melakukan hal bodoh.


kereta kuda mulai melaju meninggalkan kediaman ku.


tidak ada yang melepas kepergianku, karena ya... memang ayah dan Regan sedang ada urusan pekerjaan diluar ibu kota.


sudah lebih dari lima belas menit kereta kuda ini melaju namun tidak juga kunjung memberikan tanda kalau akan berhenti, membuatku bertanya-tanya, seberapa jauh tempat yang akan ku tuju ini.


"berapa lama lagi kita akan sampai" tanyaku pada Reiyand yang duduk dihadapan ku sambil memainkan ponselnya.


dia melirik kearah arloji yang bertengger di pergelangan tangannya.


"mungkin sekitar sepuluh menit lagi, kenapa hm...?"


"gapapa" jawabku singkat.


sebenarnya aku sudah benar-benar bosan dan mengantuk karena jalan menuju ke akademi bukan jalan perkotaan ataupun pemukiman.


selama perjalananku ini kira kanankunhanya diisi dengan pohon pohon aneh yang menjulang tinggi.


Dan tanpa aku sadari aku mulai tertidur dengan posisi duduk menghadap Reiyand.


...****************...


Aku perlahan membuka mataku.


ah... apakah lahirnya aku sudah kembali ke kenyataan?


aku melihat sekeliling ku. kini aku berada di kamarku.


tapi ada yang aneh. ini bukan kamar yang sedang digunakan sekarang tapi melainkan kamar ku dulu saat masih tinggal bersama dengan orang tua ku.


lagi-lagi aku dibuat bingung dengan keadaan ini, ini rumah ini jelas adalah rumah orang tuaku dan barang-barang dikamar inipun juga sedikit terlihat janggal.


lemari yang ada dipojok kamar jelas sudah dibuang karena kayunya yang sudah sangat rapuh. tapi apa ini, lemari itu masih terlihat kokoh seperti baru dibeli dan juga televisi yang berada dimakarku juga jelas-jelas sudah dijual karena kamu kekurangan uang untuk mendaftarkan ku masuk ke SMP. tapi lagi-lagi benda itu masih ada di kamarku.


barang-barang dikamar ini membuatku merasa kembali pada tujuh tahun terakhir.


aku mencoba bangkit dari kasur tapi tubuhku seakan tertempel diatas kasur dengan seprai bergambar hello Kitty ini.


aku masih sangat bingung dengan keadaan yang kuhadapi hingga aku mendengar suara kunci dari pintu kamar ini lalau sedetik kemudian pintu itu terbuka dan menunjukan sosok seorang anak perempuan berponi dan rambut Bob dengan baju tidur yang bergambar animasi kura-kura ninja.


anak itu...


aku?


tapi bagaimana mungkin.


tapi dia benar-benar terlihat seperti aku dulu dan baju yang ia kenakan aku masih sangat ingat ibu adalah baju yang dibelikan ayah saat aku dan ayah pergi ke pasar sebuah pasar malam.


anak itu kembali mengunci pintu kamar dan mengurung dirinya yang lagi-lagi membuatku bingung, anak itu sama sekali tidak menyadari kehadiranku yang masih menatap bingung kearahnya.


anak itu berjalan menuju kearah meja yang ada tepat disamping lemari pakaian, dia mengambil sebuah buku sketsa a4.


aku ingat buku itu adalah hadiah ulang tahunku yang ke sembilan tahun dari kekasihnya kak Raya.


"masa kak Rana bilang Jeriem serem, padahal kan Jeriem ganteng" ujar anak itu sambil membuka buku sketsa itu halaman demi halaman.


Jeriem?


apa maksud?


"Jeriem tu ganteng, Jeriem itu kan ggs" ujarnya lagi.


aku ingat!


aku ingat situasi ini!


aku ingat, saat itu kak Rana datang ke kamarku dan melihat isi dari buku sketsa ku dan dia mengejek kalau aku menggambar karakter yang menyeramkan, tapi apa benar nama karakter itu Jeriem?


aku tidak terlalu ingat soal itu.


tapi apa maksudnya semua ini?