
Dia...
yah pewaris satu-satunya kerajaan ini.
"hahah... iya memang sangat penting, karena aku sekarang sedang mengajari orang yang berkemungkinan besar menjadi ratu besok. kan tidak lucu jika ratu kita besok tidak mengetahui cara naik tangga" ujar Damian yang membuatku rasanya benar benar ingin menjitak kepalanya.
"oh..ya apakah dia sebodoh itu? bukannya biasanya kau selalu menempel dengan pria itu, tapi kenapa sekarang tidak?" tanya Asgard yang sama sekali tidak aku mengerti.
"maksud Asgard itu saudara sepupuku yang kau kenal itu" bisik Damian ke arah telingaku, tapi suaranya tetap besar dan perkataan Damian itu kurasa juga terdengar dengan Asgard dan kenapa pula mereka tidak ada yang mau menyebut nama Jeriem, aku makin curiga dengan hubungan mereka dengan Jeriem.
"itu bukan urusanmu" jawabku sambil berjalan keluar dari balkon melewati tubuh jangkung Asgard.
tapi setelah beberapa langkah aku menjauh darinya tiba-tiba aku ada sebuah tangan yang menarikku kembali kearah balkon.
dia, Asgard yang menarikku menuju balkon kembali, aku tidak tau apa maksudnya tapi aku mencoba melepaskan genggaman tangannya, namun kekuatan ku dan memiliki perbandingan yang sangat jauh, jadi disnilah aku sekarang kembali ketempat tadi aku berdiri dengan dua pria menyebalkan yang rasanya ingin aku hilangkan dari dunia ini. wajah saja yang tampan tapi kelakuan minus.
"apa!? kalian mau apa ha?" sergah ku kesal
"aku sih tidak ada ya nona Cerias, tapi sepertinya orang ini ada, jadi aku pergi dulu" ujar Damian sambil menunjuk kearah Asgard lalu berlalu meninggalkan kami berdua.
"apa hah?!" sergah ku lagi.
"apa kau menyukai pria itu?" tanya langsung kepadaku, dan apa lagi maksudnya.
memangnya aku suka sama siapa?
dia benar-benar orang tidak jelas.
"memangnya siapa juga yang suka pada gadis bodoh dan tidak mengerti adab sepetimu" balasnya seraya menatap ku dari ujung rambut hingga ujung kaki.
CK... kata-katanya itu benar-benar membuatku melemparnya dari dari lantai dua ini.
"aku hanya mengingatkan mu, jangan terlalu suka dengan serigala itu kalau kau tidak mau menyesal" ujarnya lagi.
serigala? apa mungkin maksudnya Jeriem?
memangnya ada dengan Jeriem? kenapa orang ini terlihat sangat tidak menyukai Jeriem?
"itu bukan urusanmu, lagian memangnya kau tuhan yang bisa melihat ku akan menyesal dimasa depan ha?"
"terserah, tapi jika ku sarankan lebih baik kau mengajukan diri untuk mengikuti seleksi ratu dari pada kau sibuk membututi serigala itu" ujurnya yang lagi lagi membuatku tidak habis pikir.
dia bilang tadi tidak menyukaiku, tapi apa ini dia menyuruhku untuk mengikuti acara sayembara pemilihan untuk menjadi istrinya kan?
"apa aku tidak salah dengar? oh... jangan bilang kalau tapi kau berbohong kalau kau tidak menyukaiku? aku tidak menyangka orang yang tidak menyukaimu menyuruhku untuk mendaftar menjadi calon istrinya hahaha...kau memang lucu ya" ujrki sambil sedikit tertawa, karena memang hal ini terdengar sangat lucu bagiku.
"terserah mu, aku juga tidak pernah berharap kalau kau yang akan menjadi istriku, dan apa kau tau? pernikahan itu hanya sebuah prioritas tidak ada yang spesial dari hal itu. oh... atau kau berpikir setelah menikah akan ada kisah kisah manis seperti novel-novel murahan yang dijual di pasar ibu kota? hal itu tidak akan terjadi dalam pernikahan keluarga Kerajaan, kau ingat itu" ujuranya lagi lalau setelah itu dia melangkah menjauhiku dan keluar dari balkon dan kembali masuk kedalam meninggalkanku sendiri yang masih diterpa angin malam sendirian.
otakku benar-benar paham maksud dari perkataannya, karena selama hidupku aku hanya membaca novel dan juga menonton film dan series, dan untuk permasalahan yang dibicarakan Asgard tadi sudah cukup pasaran di di telingaku.
jadi ya... aku tidak mau tau lagi.