Reta's Dream

Reta's Dream
episode 23



"Senang bertemu denganmu lagi, Cerias."


Aku menoleh dan mendapati wajah pucat seorang pria yang pernah kutemui sebelumnya. Pria itu adalah pria yang kutemui saat aku jatuh dari naga dihutan sewaktu itu, Tapi entah mengapa aku sama sekali tidak takut saat melihatnya.


Malahan aku merasa....


Dia lucu.


Bahkan tawakupun dibuat pecah karena wajah pucat nya yang kali ini terlihat lucu dimataku.


"Ah.... Wajah lo pucet banget, anemia ya bang ha...ha...ha...."


Salah satu alisnya terangkat dan menurutku itu menambah kesan lucu diwajahnya.


"Eh...bang Vampir, kalau anemia itu minum pil tambah darah, bukan malah ngisep darah orang."


"Oh... Bunga itu ya." ujarnya sambil melirik kearah bunga anggrek yang ada dibelakangku.


"Bunga itu baunya bikin pusing." ujarku sambil memegang kepalaku yang masih terasa pusing.


"Dan kau adalah manusia terbodoh yang menghirup aroma bunga itu."


"Ck...gak usah bilang gue bodoh bisa gak? Gue dah bosen dikatain bodoh dari jaman SD."


Pria itu berjalan perlahan kearahku.


Kini jarakku dan pria iitu sangt dekat, tapi anehnya tidak ada ketakutan sama sekali yang aku rasakan


Dia memegang kedua bahuku dengan kedua tangannya. Diposisi sedekat ini aku bisa mencium aroma dari tubuhnya sangat jelas


"Hm.... Lo wangi.... Kenapa ya, cowo-cowo didunia ini wangi-wangi, gak kayak temen semeja gue yang bau rokok sama bau apek."


Pria itu mendekatkan kepalanya ke ceruk leherku hingga aku bisa merasakan nafasnya disana yang membuatku tertawa karena rasanya sungguh menggelitik.


"Bau darahmu sungguh wangi hingga aku sungguh tidak sabar untuk mencicipi nya."


"Oh ya, padahal dulu gue sering di bilang bau ketek."


Aku merasa sesuatu yang dingin menempel di leherku seakan ingin menembus kulitku, tapi entah mengapa aku merasa geli.


Tiba-tiba aku dibuat terkejut karena tubuh pria itu tiba-tiba terlempar jauh dari tubuhku.


Dan aku dibuat makin takjub kerena seekor serigala bertubuh besar dan berbulu lebat sudah berdiri dihadapnku dengan tubuh yang perlahan-lahan berubah menjadi seorang pria tampan yang selalu membuat jantungku berdetak seratus kali lebih cepat.


"Wahhhh GGS, ganteng-ganteng serigala." ujarku sangat senang bahkan saking senangnya melihat jeriem didepanku aku sampai bertepuk tangan sambil melompat-lompat.


"Reta...... Kau." wajah Jeriem terlihat bingung saat melihatku.


Tapi jujur saja akupun juga bingung dengan diriku sendiri.


Rasanya....aku sangat bahagia dan bersemangat.


Aku berlari kearah Jeriem dan langsung menghambur memeluknya, dan ini sangat nyaman.


"Mh.... Ternyata lo lebih wangi dari cowok anemia itu." ujarku sambil mengendus-endus tubuh Jeriem, menikmati aroma tubuhnya yang sangat membuatku kecanduan layaknya nikotin.


"Kemarin aku menemukannya bersama pangeran bodoh itu dan sekarang bersamamu, ada apa ini?"


"Jangan coba sekali-kali kau menyentuhnya barang seujung jari pun."


"Aku rasa sebentar lagi akan ada sebuah drama menarik yang disebabkan oleh gadis itu."


Aku tidak memperdulikan pembicaraan Jeriem dengan pria itu, aku terlalu sibuk dengan aroma tubuh Jeriem, hingga aku mendengar langkah kaki menjauh.


"Kau tidak apa-apa?"


Aku mendongakkan kepala ku guna melihat wajah Jeriem yang kupeluk sangat erat.


Ah... Wajahnya sangat tampan.


"Kenapa wajah Lo, ganteng banget." aku menyentuh wajah Jeriem dengan jari-jari tanganku.


"Oh... Ini pasti karena bunga itu."


Aku masih terus menelusuri wajah tampan Jeriem, hingga jariku berhenti di bibir Jeriem yang merah alami.


"Jeriem, ayo kita ciuman!"


"Hah!?!!?"


"Iya ciuman. Gue itu belum pernah ngerasain ciuman, Lo tau? Kalau ngeliat scene ciuman di drama itu bikin gue penasaran. Jadi ayo kita ciuman!"


Aku mendekatkan bibirku yang sudah aku monyongkan  kearah bibir Jeriem, namun bibirku bukannya bertemu dengan bibir Jeriem malah mencium punggung telapak tangan Jeriem.


Aku menatap Jeriem dengan tatapan yang tidak suka.


Dia menolakku!


"Kenapa? Apa Lo jijik sama gue? Memang ya, hidup gue itu bakal selalu menyedihkan."


"Bukan begitu, Reta."


"Lo tau, hidup gue itu dulu gak ada enak-enaknya, dikatain goblok, tukang halu, sampe meraka bilang kalau gue gak ada masa depan. Tapi sekarang.... Gue punya segala, cuma pacar yang gak punya, bahkan gue katanya bakal jadi ratu."


"Reta kau... "


"Oh iya!!! Gue mau jadi ratu, tapi gue gak mau nikah sama si Asgard pangeran songong itu gue maunya nikah sama lo, jadi Jeriem lo harus serang si pangeran songong itu biar lo yang jadi raja dan gue ratunya ok, dan kita hidup bahagia."


"Reta kau harus pulang nanti kakak mencarimu, Reta."


"Oh... Iya ya didunia ini gue punya kakak laki-laki yang perhatian. "


"Reta ayo. " Jeriem menarik tanganku


Aku tidak mau.


Aku kembali menarik tangan Jeriem dengan sekuat tenaga.


"Reta... "


"Gendong.... Biar kayak ala-ala pengantin baru gitu. "


Ah.... Senangnya.


Saking senangnya sampai-sampai mataku memberat.


Aku tertidur.


Tertidur dalam hangatnya gendongan Jeriem.


🌸


Aku membuka mataku dengan sangat terpaksa karena cahaya matahari sudah masuk kedalam kamarku lewat sela-sela gorden di jendela.


Ah....


Kepalaku sungguh sangat sakit, seperti ditusuk ribuan jarum.


Aku mendudukkan tubuhku.


Oh... Ya ampun.


Apa yang terjadi semalam.


Apa itu semua hanya mimpi.


Oh ya Tuhan.


Tadi malam....


"Astaga!!!"


"Akh!!! Kok gue bego banget anjir!!!"


Pintu kamarku terbuka menampilkan dua pelayan yang menghampiriku dengan terburu-buru.


"Ada apa Nona??? Apa Nona ada yang terluka?"


Ah.... Kenapa ini terjadi padaku.


Kenapa tadi malam aku seliar itu.


Sekarang apa pendapat Jeriem tentangku.


"Nona ka..."


"Keluar."


"Tapi Nona..."


"Kalau aku bilang keluar, ya keluar!"


Dengan terpaksa kedua pelayan itu pergi keluar dari kamarku daneninggalkanku sendiri.


"Ok Reta berhenti mikirin hal itu, sekarang kita harus.... Ah iya gadis itu."


Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju meja belajar mengambil sebuah buku.


"Cewek itu bilang apa ya tadi malam?..... Hm.. Intinya dia nyuruh gue untuk nemenin Jeriem, tapi kenapa?"


Aku mulai berfikir kemungkinan terbesar.


"Oh.... Apa mungkin itu cewek yang narik gue ke dunia ini buat nemenin Jeriem karena dia harus pergi?"


Ah iya itu masuk akal, sangat masuk akal.


Tapi gadis itu pergi kemana?


Jadi sekarang aku harus menemui gadis itu kembali agar aku tahu lebih detail tentang kenapa dia menarikku kedunia ini.


Tapi....


Lagi-lagi pertanyaan ini muncul di kepalaku.


Siapa dia?


"Reta kau sedang apa?" aku menoleh kebelakang dan mendapatkan Retagn sedang berjalan kearah ku.


Sejak kapan dia ada didalam kamarku?


"Tidak ada." jawabku seadanya


"Kenapa sejak kecelakaan itu kau terlihat aneh?" karena aku bukan Reta adikmu


"Aku tidak tau."


"Sekarang kau sering pergi keluar rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu. Kau membuat kami semua cemas, apalagi tadi malam, untung saja Jeriem menemukanmu, jika tidak...."


"Iya iya aku minta maaf."


"Yasudah lebih baik kau sekrang mandi."


Regan berjalan menuju pintu.


"Kak!"


Regan berhenti melangkah saat mendengar aku memanggilnya.


Tiba-tiba aku teringat soal sesuatu.


"Apa kau pernah melihat gaun itu?" aku menunjuk kearah gaun yang diberi Jeriem kemarin.


"Tidak, aku tidak pernah melihatnya, apa itu gaun barumu?"


Ah.... Benar, Regan tidak tau apa-apa, jadi sekarang kunci untuk memecahkan misteri ini adalah Reiyandt.


Iya aku yakin dia tau banyak, bahkan mungkin sangat banyak.


.