
Sudah lewat 30 menit dari kejadian Lyli tadi. kini aku sudah berada di dalam aula besar Kerajaan yang berisikan lebih dari dua puluh keluarga bangsawan yang juga turut diundang, sama sepertiku.
Posisiku kini sedang membututi ayahku yang pergi kian kemari menemui teman-temannya, sebenarnya aku tidak terlalu suka mengikuti ayah seperti anak ayam begini tapi ya mau bagaimana lagi aku tidak dapat menemukan orang yang aku kenal disini, bahkan Jeriem yang tadi kutemui juga ikut menghilang dan Lyli masih belum sadar sejak tadi dan Reiyand juga tetap berada disana untuk menunggu Lyli terbangun, awalnya aku juga ingin disana tapi Reiyand melarangku dengan alasan bahwa aku sebagai putri satu satunya keluarga Cerias harus hadir di perjamuan itu. sebenarnya aku agak curiga dengan mereka berdua tapi aku mencoba untuk tidak mempedulikannya, karena memang masalahku juga sangat banyak hingga mungkin tidak ada gunanya memikirkan masalah orang lain.
Regan juga tidak memperlihatkan batang hidungnya sejak kami menapakkan kaki di istana ini.
Aku masih mengikuti ayah hingga ada seorang gadis dengan gaun biru terang menghampiri ku dengan senyum manisnya dan dengan teganya ayah malah meninggalkanku.
"Apa kau putri Cerias? perkenalkan namaku Caetlin Savier Randealfs" ujarnya sambil mengulurkan tangannya kearahku.
"ah..iya, Reta Adelwis Cerias" balasku.
"kudengar kau ada gangguan pada ingatanmu" ujarnya lagi.
aku tidak tau kalau perihal tentang aku yang amnesia ini sudah menyebar cukup luas, sampai orang yang bahkan tidak kukenal pun juga ikut mengetahuinya.
"ah.. iya, sedikit" jawabku seadanya.
"sayang sekali ya... padahalkan dirimu adalah kandidat utama, tapi ya mungkin dengan masalahmu ini Ibu Suri tidak mungkin akan memilihmu secara langsung untuk menjadi istri dari pangeran" ujarnya masih dengan senyum manis yang terukir jelas dibibirnya.
sebenarnya terlihat jelas dari kalimatnya bahwa dia mencoba menjatuhkan namaku, tapi aku sama sekali tidak peduli lagian juga aku tidak ingin jadi istri dari pangerannya itu.
"tapi ya, sebenarnya itu hal yang bagus untuk ku yang menjadi kandidat kedua" sambungnya lagi yang membuatku makin mengerti maksud dari perkataannya.
Dia, gadis ini sebenarnya hanya ingin menjelaskan posisinya yang awalnya berada di bawahku kini sudah berada diatas ku karena masalah aku yang amnesia.
aku terkekeh kecil menanggapi perkataannya.
setelah mendengar perkataanku itu raut wajahnya seketika berubah, awalnya wajahnya terlihat sangat manis dengan dihiasi senyuman dan kini wajahnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat.
"kau... apa kau merasa sombong hanya dengan menjadi seorang Cerias"
"oh tidak, bahkan sekarang aku tidak mengingat betapa besar dan berpengaruhnya nama itu" jawabku lagi dan itu membuat wajahnya semakin berkerut.
Aku tau bahwa Cerias adalah keluarga bangsawan paling berpengaruh disini dan mungkin juga ditingkatkan Cerias berada diposisi kedua setelah Nortwhet, yang dimana Nortwhet adalah keluarga besar dari keturunan langsung raja dan hal itu juga yang membuatku menjadi kandidat utama sebagai istri dari putra mahkota negeri ini.
"sepertinya obrolan kalian sungguh mengasyikkan" ujar seorang pemilik Sura berat yang ternyata sudah berada di sampingku.
dia, pria tunggu dengan alis tebal, Damian.
"oh iy... Reta bahkan sampai sekarangpun kita belum berkenalan dengan benar bukan. baiklah perkenalkan aku Damian Franswillz Alarick" ujarnya sambil mengulurkan tangannya padaku tanpa memperdulikan Caetlin yang melihat kearah kami dengan wajah jengkel.
"Alarick?" ujarki agak bingung.
dia memiliki nama yang sama dengan Jeriem, tapi bukannya Jeriem anak tunggal dia tidak memiliki saudara.
"ah... iya, kau sudah mengenal satu Alarick, aku Alarick tapi dari bagian keluarga cabang, sedangkan Alarick yang kau kenal itu dari keluarga utama. oh... apa kau juga melupakan konsep keluarga utama dan keluarga cabang? keluarga utama itu diisi oleh pewaris utama dari keluarga itu dan ayah dari Alarick yang kau kenal adalah pewaris utamanya sedangkan ayahku adalah adik sepupu dari orang itu, jadi secara tidak langsung aku dan Alarick yang kau kenal itu adalah sepupu jauh" jelasnya padaku.
dia benar-benar banyak bicara, padahal aku sama sekali tidak meminta dia menjelaskan hal itu.
aku tidak menyangka, kalau dia dan Jeriem memiliki hubungan darah, sedangkan kepribadian mereka terlihat sangat berbeda.
ah... mungkin perbandingannya seperti Regan dan Reiyand.