REINCARNATED

REINCARNATED
Aku Ternyata Di Luar Negeri



Pemimpin prajurit itu langsung mengangguk dan kami pun pergi ke kota sekitar dengan kuda yang telah disediakan oleh prajurit itu,


Saat perjalanan tiba tiba Ao dan Aka men telepati Pemimpin pasukan itu dengan skill nya,


"Hey kau jangan tegang begitu dong"


"Ya, jangan tegang begitu, kami tidak akan membunuhmu kok"


Pemimpin pasukan itu terkejut dan mulai celingak-celinguk lalu mulai kebingungan,


Aku pun menyadari kalau pemimpin pasukan itu sedang kebingungan dan langsung melemparkan batu kecil ke arah kepalanya,


Pluk...


"Apa yang kau lakukan tuan??, Kenapa kau melemparkan sebuah batu padaku??"


Aku pun langsung menghela nafas dan menjelaskan dengan singkat,


"Tenanglah pak, aku tau kau masih bingung tentang suara yang ada di kepalamu, itu sebenarnya suara dari kedua partner ku, jadi kau tidak perlu bingung"


Pemimpin pasukan itu langsung menoleh ke arah kedua Partner ku dan menatap kagum, Aka dan Ao pun langsung penuh percaya diri,


Aku lalu mengelus kepala kedua partner ku dan langsung tersenyum, mereka berdua pun senang saat ke elus kepalanya,


Grusak... Grusak...


Tiba tiba semak disekitar kami bergerak dan langsung memunculkan sebuah ujung tombak ke arah kudaku,


Aku pun langsung melompat dari kuda dan mengambil pedangku untuk memutuskan tongkat tombak yang mengarah pada kudaku,


Prak...


Tombak itu terputus dan langsung muncul puluhan orang dengan kecepatan tinggi mengelilingi aku dan pasukan yang kami temui,


"Cepat serahkan semua barang kalian, atau kami akan membunuhmu dengan kejam hahahaha"


Salah satu bandit itu langsung mengancam kami, aku kemudian menoleh ke arah pemimpin pasukan dan tersenyum jahat,


Pemimpin pasukan itu langsung menelan ludah dan mengangguk kecil, aku pun langsung berbalik ke arah bandit yang mengancam ku dan langsung tersenyum,


Bandit itu terkejut dan mulai kesal karena ulahku, dia pun langsung menyuruh teman temannya untuk menyerang,


"Huh... Kau memiliki sifat yang sombong bocah, aku akan menghabisi mu dulu, teman teman serang!!!"


Aku pun langsung menarik kedua pedangku dan langsung melesat ke arah bandit yang mengarah padaku dan mulai menebasnya satu per satu,


Slash... Slash... Slash...


Saat sudah selesai menghabisi semua teman bandit yang mengancam ku dan menyisakan satu orang, aku pun langsung mengacungkan pedang kearah nya,


"Jangan panggil aku bocah paman, Irwan, namaku adalah Irwan"


Bandit itu langsung terkejut saat mendengar namaku dan mulai mundur,


"K...kau adalah Irwan, kukira kau sudah mati saat menghadapi kelompok Skeleton Age, aku akan memberitahukan kepada pemimpin kelompok"


Bandit itu langsung kabur dan aku pun terkejut karena bandit itu menyebut nama yang ku benci, aku pun langsung melesat ke arah bandit itu dan menebas kakinya,


Slash...


Argh...


Bandit itu menjerit kesakitan dan langsung mencoba bangun walaupun dengan satu kaki, aku pun langsung menahan tangannya dan mendorong nya ke tanah,


"Katakan, apa kau dari pasukan Skeleton Age untuk mencari mayat ku"


Bandit itu langsung tertawa keras dan menatapku dengan tatapan tajam,


"Hahahaha, maaf aku bukan dari kelompok rendahan seperti skeleton Age, aku dari kelompok Hand Of Zombie"


Aku pun mulai bingung dan menekan tubuhnya ke tanah dengan lebih keras,


"Hand Of Zombie??, Kelompok apa lagi itu??, Cepat jawab!!!"


Bandit itu kemudian menjelaskan dengan singkat,


"Kelompok Skeleton Age adalah kelompok yang terlemah dari 7 kelompok yang dipimpin oleh kelompok Destroyer, dan kelompok kami Hand Of Zombie adalah kelompok terkuat ke 5, jadi jika kau macam macam denganku, kau akan mati dengan mengenaskan"


"Aku sudah mengatasinya, jadi ayo kita segera pergi ke kota terdekat"


Pemimpin pasukan itu langsung menganga karena terkejut, aku pun hanya tersenyum melihat tingkah laku pemimpin pasukan itu,


"Hahaha jangan bengong begitu lah bro, ayo kita pergi secepatnya sebelum teman mereka kesini"


Pemimpin pasukan itu langsung mengangguk dan mengajak pasukannya untuk segera pergi,


"Baiklah, ayo pasukan kita pergi"


"Siap Ndan!!!"


"Asiyap!!!"


Kami pun pergi dengan kecepatan sedang, dan kami pun mulai berbincang bincang tentang diri masing-masing,


"Hey pak, siapa namamu??"


"Namaku Arima, seorang kapten prajurit ibukota negara Dream, lalu siapa namamu tuan??"


"Namaku Irwan, seorang Petualang dan apa kau barusan bilang ibukota negara Dream??"


"Ya, memangnya kenapa??"


Aku pun langsung terkejut dan membuka bajuku lalu ternyata luka yang diakibatkan oleh Saiki(Pemimpin Skeleton Age) masih berbekas di perutku,


"Huh... Sepertinya pak tua itu benar benar kuat, dia sampai sampai membuatku terlempar keluar negara"


Arima terkejut saat aku bilang bahwa aku terlempar ke keluar negara,


"Apa!!! Jadi sebenarnya anda berasal dari mana??"


"Aku berasal dari ibukota negara Nusantara"


"Apa!!! Bagaimana bisa anda masih hidup??, Bukankah jarak antara Ibukota Nusantara dan Ibukota Dream itu berjarak 250 Km"


Aku pun langsung terkejut dan langsung tersenyum karena beruntung masih hidup,


Setelah itu kami akhirnya sampai di kota terdekat dan saat didepan pintu gerbang kami dihadang oleh 2 penjaga,


"Selamat datang di kota Excellent, tolong tunjukkan kartu petualang anda"


Aku pun langsung mengambil kartu pada cincin Spatial ku dan menunjukkan pada penjaga,


"Oh... Peringkat B di umur yang semuda ini, kau luar biasa tuan, silahkan masuk"


Kami pun langsung memasuki ke dalam kota Excellent dan aku melihat kalau pasukan milik Arima tidak memerlukan ijin dan bisa langsung masuk begitu saja,


Aku pun mulai iri dan menatap tajam ke arah Arima dan aku berniat menarik pedangku, tetapi Arima yang menyadari langsung mendekat ke padaku dan memegang tanganku dan menahannya,


"Tenanglah tuan Irwan, jangan menarik pedang sambil menambahkan hawa membunuh lah, pasukan ku hampir pingsan Lo"


Aku pun hanya menyarungkan kembali pedangku dan menghilangkan hawa membunuh lalu tertawa dan menepuk pundak Arima,


"Hahaha, aku hanya bercanda, jadi dimana tempat istirahat yang nyaman??"


"Oh... Untuk anda sepertinya istana kota ini cocok, dan katanya ada seorang putri cantik yang tinggal di istana"


"Maaf aku sudah punya pacar dan kini aku sudah tidak tertarik dengan perempuan lain"


"Hem... Baiklah kalau begitu kita hanya akan tidur di istana dalam semalam dan akan melanjutkan perjalanan besok"


"Oke"


Pasukan Arima pun langsung bergerak menuju istana kota Excellent dengan rapi, sementara aku berjalan santai sambil bermain main dengan Ao dan Aka,


********


Setelah sampai di depan pintu gerbang istana kota Excellent, kami langsung memasuki istana itu dengan percaya diri,


Lalu setelah masuk pintu gerbang aku langsung melesat ke arah aula istana dan bertemu dengan raja kota,


"Hai raja, berikan aku sebuah kamar"


"Siapa kau?, Beraninya masuk tanpa ijin, penjaga serang dia!!!"