REINCARNATED

REINCARNATED
Membeli Budak



Aku pun tersenyum dan langsung menghentikan waktu dan meninggalkan Souei yang sedang bingung,


"Semoga kau menjadi anak buah ku Souei"


Setelah pergi lumayan jauh aku segera membuat waktu berjalan kembali dan melihat sekitar untuk mencari Yagami yang hilang,


Saat ini aku sedang didalam pasar dan tanpa sengaja bertemu Vio,


"Eh... Vio jadi bagaiman??, Apakah sudah menemukan Yagami??"


Vio pun menggeleng kan kepala nya yang berarti jawabannya adalah tidak, dan kami berdua pergi menuju ke toko senjata,


Anehnya kami berdua tidak menemukan Ken yang tadi padahal sudah ku suruh untuk mencari Yagami di sekitar toko senjata,


Aku pun menghela nafas dan bertanya kepada Vio,


"Huh... Jadi kita sudah kehilangan Ken dan Yagami, kita harus segera mencari mereka, menurutmu dimana lokasi mereka menghilang??"


Vio pun langsung menempelkan tangan kanannya di dagu dan berpikir,


"Hem... Mungkin ada 2 tempat yang belum kita cari yaitu di kantor polisi ibukota atau Istana ibukota, jadi apa kita akan berpencar??"


Aku pun menggeleng kan kepala, dan menjawab pertanyaan dari Vio dan menjelaskan alasannya,


"Tidak, jika kita berpencar lagi, mungkin aku atau kau akan hilang seperti Ken dan Yagami"


Vio pun hanya mengangguk dan kami berdua pergi menuju ke kantor polisi, dan di saat perjalanan aku kembali melihat pemandangan yang mengerikan yaitu perbudakan,


Aku yang tidak peduli hanya melanjutkan perjalanan sementara Vio yang melihat sedih pemandangan itu langsung memegang tanganku,


Lalu aku hanya meliriknya dan kembali berjalan sambil tanganku dipegang oleh Vio,


Vio tiba tiba menarik bajuku dan berkata dengan lirih,


"Hey sayang, kenapa kau tidak menyelamatkan nya??, Bukankah perbudakan itu sangat kejam??"


Aku pun menghela nafas dan menjelaskan alasannya,


"Begini Vio, dunia ini memiliki sistem dan sistem itu adalah sistem perbudakan antara dunia atas yang memperbudak dunia bawah, dan juga kita tidak boleh mengganggu sistem itu, kecuali kita punya banyak uang"


Setelah aku menjelaskan dengan panjang kali lebar, Vio pun langsung paham dan matanya kali ini berbinar binar dan langsung tersenyum manis,


"Hey sayang, bukankah kita punya uang, apakah kita bisa membeli budak itu??"


Aku pun menghela nafas dan menjawabnya,


"Huh... Untuk apa kita membeli budak??, Bukankah aku sudah punya kamu, aku ini orangnya setia loh"


Vio pun tertawa dan langsung menjelaskan alasannya,


"Hahaha, aku tidak beli budak untuk kau nikmati, tetapi untuk membantuku melakukan kegiatan rumah, dan juga budak itu mungkin cocok dengan Ken atau Yagami"


Karena Vio sudah menjelaskan aku hanya bisa menuruti apa kata katanya karena kalau Vio sudah menjelaskan panjang kali lebar Vio berarti sudah terlalu bertekad,


Kami berdua pun langsung menemui orang yang memiliki budak perempuan itu,


"Permisi pak, kami ingin membeli budak anda"


Paman itu langsung melirik ke arah kami sambil bermain main dengan kumisnya,


"Kau ingin membeli budak jelek ini??, Baiklah akan kuberi harga 100 gold karena sudah tidak ada yang ingin aku lakukan dengan budak jelek ini"


Aku pun terkejut karena harganya terlalu murah tetapi karena jiwa pelelang ku bergetar aku pun langsung menawar harga dengan lebih murah,


"1 Gold"


Paman itu langsung terkejut karena penurunan harga budak yang terlalu kecil, dan langsung mengubah harga dari 100 gold menjadi lebih kecil,


"80 Gold"


Aku masih tidak menyerah dan menaikkan sedikit harga dari tawaran awal ku,


"5 Gold"


Paman itu tersenyum kecut dan kembali menurunkan harga lagi, tetapi kali ini Paman itu menurunkan harga sambil menaikkan Nada,


"40 Gold, atau tidak sama sekali"


Aku pun tersenyum karena penawaran ku berhasil dan meminta jabatan tangan sambil berkata,


"Baiklah, deal"


"Deal"


Budak itu terlihat ketakutan saat melihatku dan tidak mau bergerak dari tempatnya,


Vio pun langsung bergerak menuju budak itu, dan langsung menggunakan skill nya untuk menyembuhkan budak itu,


"Physical Healing"


Cring....


Cahaya muncul mengelilingi budak itu dan raut ekspresinya mulai berubah dari ketakutan menjadi tenang,


Vio pun langsung melepaskan segel budak yang ada di lehernya dan langsung mengajaknya kedalam toko pakaian sekitar,


Setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya mereka berdua selesai membeli baju dan aku langsung menghampiri mereka,


"Lama sekali membeli bajunya, aku sudah menunggu 1 jam Lo"


Budak itu langsung membungkuk dan meminta maaf kepadaku,


"Mohon maaf tuan, karena aku sudah membuatmu menunggu lama, saya mohon hukumlah aku"


Vio yang mendengar hal itu langsung memegang pipi budak itu dengan kedua tangannya,


"Kau tidak boleh berkata seperti itu, dan sekarang aku bertanya siapa namamu??"


Budak itu menjawab pertanyaan dari Vio dengan suara pelan,


"Namaku adalah Alicia nona"


Vio pun mengangguk dan bertanya lagi,


"Jadi apa job mu sebelum kau menjadi budak??"


Kali ini Alicia menjawabnya dengan suara yang agak tinggi,


"Job ku dulu adalah seorang Mage"


Vio pun kaget saat mendengar suara Alicia yang agak tinggi dan langsung menenangkannya,


"Eh... Tenanglah Alicia, kau aman saat bersama kami, dan untuk pekerjaan mu yang baru adalah membantu ku menyiapkan makanan untuk pacarku dan kedua anak buah ku"


Alicia pun meneteskan air mata karena akhirnya bisa terbebas dari siksaan majikan, dan mendapatkan majikan yang begitu baik hati,


Vio yang melihat air mata Alicia menetes langsung memeluknya dan membersihkan air mata yang menetes,


Aku pun hanya tersenyum dan langsung melesat ke arah Vio, dan menepuk pundak nya,


"Hey, sudah selesai tangis menangisinya??"


Vio pun langsung melepaskan pelukannya dan tertawa kecil,


"Hehe, sudah selesai kok, jadi ayo pergi menuju kantor polisi"


Kami bertiga langsung berjalan dengan santai, tetapi ada saja orang yang berbisik saat aku dikelilingi oleh 2 orang wanita cantik,


"Hey, lihat apa dia bangsawan baru di kota ini??"


"Mungkin saja, dan lihat 2 wanita yang ada disampingnya bukankah mereka sangat cantik"


Seperti biasa aku tidak mempedulikan orang yang membicarakan ku dibelakang, dan hanya melanjutkan perjalanan menuju kantor polisi,


Setelah beberapa menit berjalan kami akhirnya sampai di depan pintu kantor polisi,


Kami bertiga pun masuk dan melihat Yagami yang sedang duduk berbincang dengan seorang wanita,


Saat aku masuk suasana didalam kantor polisi itu berubah menjadi hening dan semua pandangan orang menuju ke arahku,


Aku pun bingung dan mencoba bertanya,


"K.. kenapa kalian memandangiku seperti ini??"


Wanita yang mendampingi Yagami tiba tiba melesat ke arahku dengan kecepatan tinggi walaupun masih bisa kulihat,


"Jadi, kau ya yang memotong tangan pangeran, menghina kedua putri raja"


Aku pun menelan ludah dan menjawabnya dengan nada gugup,


"Y..ya, kenapa??"


Wanita itu langsung mengambil crossbowlnya dan mengarahkan nya padaku,


"Kau akan...."