
"Hey yang, ayo kita tolong dia"(Vio)
"Untuk apa kita menolong dia?? Dia bukanlah orang yang kita kenal, dan juga mungkin dia adalah bandit yang menyamar"(Aku)
"Lalu Jika dia benar benar orang yang butuh bantuan kau akan menyesal seumur hidupmu"(Vio)
"Terserah kau saja, tapi aku tidak akan ikut campur jika kau dalam masalah"(Aku)
"Yah.. itu sudah cukup, baiklah ayo menuju ke sana"(Vio)
Setelah percakapan itu kereta melaju ke depan dan berhenti di depan orang misterius yang terluka,
"Permisi tuan apa kau butuh bantuan??"(Vio)
Vio mengucapkan kata katanya dengan sopan, dan orang misterius menjawabnya dengan tergagap gagap,
"A..anu nona, aku butuh bantuan mu"(orang misterius)
"Tenanglah tuan, kita bicarakan didalam kereta kami saja"(Vio)
"Terima kasih nona, tetapi bisa tolong aku untuk berdiri"(orang misterius)
"Baiklah"(Vio)
Setelah itu Vio membantu orang misterius berdiri dan menuntunnya ke dalam kereta, lalu aku melempar sebuah Potion Hp kepada Vio,
"Nih Vio, beri pada orang itu, aku akan berjaga di luar"(Aku)
"Terima kasih yang"(Vio)
*******
Vio POV
Didalam kereta aku memberikan Potion Hp yang dititipkan oleh sayang ku,
"Ini tuan Potion dari kami, silahkan dinikmati"(Aku)
"Bukankah ini adalah Potion tingkat 5, ini terlalu berharga untuk saya"(orang misterius)
"Tidak apa apa kok, dan juga sayangku yang memberikannya jadi aku tidak bisa kembali sambil membawanya kembali, bisa bisa aku di marah in lagi"(Aku)
"Baiklah, akan ku minum Potion ini"(orang misterius)
Setelah Potion tingkat 5 itu diminum, luka luka pada tubuhnya menghilang semua seperti tidak pernah ada luka pada tubuhnya,
"Wah... Langsung menghilang ya, pantas saja kau bilang ini Potion tingkat 5"(Aku)
"Ya begitulah nona, terima kasih atas Potion nya ya"(orang misterius)
"Jadi apa uang terjadi padamu sehingga kau terluka begitu"(Aku)
"Sebenarnya aku tadi ingin pergi menuju kota Britania, tapi saat dalam perjalan aku di hadang oleh para bandit, dan semua hartaku dirampas dan kereta kuda ku juga dihancurkan"(Orang misterius)
"Hem... Kota Britania ya, sepertinya itu dekat dari sini"(Aku)
"Yang, jika kau ingin ke kota itu lebih baik aku akan bertanya apa tujuannya terlebih dulu pada orang itu"(Irwan)
"Eh... Sayang kau mengagetkan ku, maaf tuan dia itu orang yang waspada"(Aku)
Tidak apa apa nona, tapi aku menyarankan pada kau untuk tidak bergerak"(orang misterius)
Sesaat suasana menjadi tegang saat orang misterius mengancam ku dengan menggunakan pisaunya,
"A...apa yang kau lakukan tuan, bukankah kami sudah menolong mu"(Aku)
"Aku hanya berpura pura saja, dan sebaiknya di kehidupan yang selanjutnya kau lebih menuruti apa kata kata pacarmu"(Bandit)
"S...sayang, tolong aku"(Aku)
"Hah... Kau itu selalu saja, tetapi bukankah kau sudah tau jika Potion yang kuberikan itu adalah posion bukan Potion"(Irwan)
"Apa!!! Kenapa tubuhku tiba tiba lemas"(Bandit)
******
Irwan POV
Aku langsung menarik bandit itu keluar dari kereta kuda milik Vio, dan langsung menarik pedang Sandai Kitetsu,
"Hey... Bandit apa kau punya kata kata terakhir"(Aku)
"Kau tidak bisa membunuhku tuan, atau kelompok Skeleton Age akan mengincar mu sampai mati"(Bandit)
"Oh.. begitu ya tapi maaf aku tidak peduli dengan kelompok mu"(Aku)
Jleb...
Akhirnya bandit itu langsung mati dan Vio keluar dari kereta,
"Yang, kau membunuh bandit lagi?? Bukankah lebih baik kau bawa dia ke kantor polisi"(Vio)
"Hah... Kantor polisi?? Memangnya ada??(Aku)
"Tentu saja ada, memangnya kau itu dari daerah mana sampai sampai tidak tahu ada kantor polisi??"(Vio)
"Eh... Kalau itu sebenarnya aku berasal dari kota yang sangat jauh"(Aku)
"Ngapain kita ke sana?? Bukankah kita sudah tidak ada urusan??"(Aku)
"Apa kau tidak lihat itu?? Kita sekarang kehabisan stok makanan yang sudah dimakan oleh partner mu yang hebat itu"(Vio)
Setelah mendengar hal itu aku langsung mengalihkan pandangan karena malu,
"Hem... Ya kau mungkin benar"(Aku)
Setelah percakapan itu aku dan Vio langsung menyuruh kuda untuk menuju kota Britania,
Whuss... Whusss...
Puluhan anak panah terlihat melesat kearah kami, dan kami yang menyadari itu adalah sebuah serangan langsung berusaha menghindari semua serangan itu,
Tetapi aku gagal menghindari satu panah dan panah itu menancap pada salah satu kakiku,
"Argh..."(Aku)
Lalu aku langsung mencabut panah itu agar tidak terinfeksi besi dari panahnya,
"Argh..."(Aku)
"Yang, kau tidak apa apa"(Vio)
"Tidak apa apa, ayo kita serang mereka"(Aku)
Sesaat sebelum maju, tanganku ditahan oleh Vio,
"Kau tidak boleh pergi dulu, aku akan menyembuhkan mu"(Vio)
"Healing"(Vio)
"Wah... Hebat sekali, langsung hilang bekas lukanya"(Aku)
"Oh... Begitu ya, jadi kau yang mengobati orang itu agar tidak curiga tadi"(Aku)
"Hehehe, tepat sekali"(Vio)
Setelah disembuhkan aku langsung menyerang balik menggunakan buah Bakatsu yang pernah aku pungut,
Aku mulai melihat bayangan orang yang menyerang ku, lalu aku melemparkan buah Bakatsu pada mereka,
Duar... Duar...
Hampir semua orang langsung pingsan, sementara itu ternyata mereka memiliki assassin, dan ternyata jumlah yang mereka miliki sebanyak 5 orang,
5 orang assassin itu langsung melesat ke arah ku dengan kecepatan tinggi, tetapi karena perbedaan level aku bisa melihat kecepatan tinggi mereka seperti gerakan normal,
Tring.....
Aku menahan semua serangan mereka menggunakan pedangku, mereka semua terlihat terkejut karena serangan terbaiknya di hentikan dengan mudah olehku,
Kemudian aku langsung menyerang mereka dengan panah mana hitam,
"Dark Mana Arrow"
Jleb... Jleb... Jleb...
4 dari mereka terkena serangan ku tepat di kepala nya dan langsung mati, sementara itu mereka tersisa 1 assassin, dan itu membuat assassin itu marah,
"Kau.... Akan ku bunuh"(bandit Assassin)
"Coba saja"(Aku)
Tring... Tring..... Tring....
Aku bertukar serangan dengan assassin itu, tentu saja sebenarnya aku hanya bermain main karena ingin melatih ketangkasan tubuhku,
"Hey... Apa hanya s gini kemampuan seorang assassin??"(Aku)
"Apa kau meremehkan ku, akan ku pastikan kalau kepalamu akan putus"(Bandit Assassin)
"Hehh..."(Aku)
Aku merasa kalau pertarungan kami terlalu lama dan langsung berniat mengakhiri dengan tali mana hitam,
"Dark Mana Chain"
Cring......
Muncul rantai mana berwarna hitam dari tanganku dan langsung mengikat assassin bandit itu,
"Apa ada kata kata terakhir??"(Aku)
"Tolong jangan bunuh aku, akan kuberikan semua harta milikku"(Bandit Assassin)
"Maaf, tapi kau akan tetap mati"(Aku)
"Jangan bunuh aku, jika kau membunuhku kau akan di incar oleh kelompok Skeleton Age"(Bandit Assassin)
"Heh... Skeleton age... Skeleton Age lagi, memangnya sehebat apasih kelompoknya??"(Aku)
"Skeleton Age adalah....."(Bandit Assassin)