Red Blood

Red Blood
Tempat baru



"Nona Ziyah, kita sudah sampai"


Mobil diparkirkan disebuah halaman yang cukup luas, pemandangan asing dan bangunan megah menyambut kedatangan kami.


Lapangan luas hijau serta pepohonan rindang yang mengelilingi rumah seperti kastil menambahkan kesan aneh. Apakah ini benar-benar sebuah panti? Kenapa sangat terpencil? Sebelumnya juga selama perjalanan aku tidak diperbolehkan untuk melihat ke jendela mobil yang ditutup menggunakan gorden hitam kecil. Aku yakin ada sesuatu.


Aku melangkahkan kaki keluar mobil dengan sedikit perasaan cemas dan takut, seorang wanita tua dan kedua asistennya menyambutku dengan senyuman yang merekah. Tapi pakaian yang mereka kenakan sedikit aneh, layaknya nona-nona bangsawan yang sering aku lihat di televisi.


"Saya adalah kepala panti, dan mulai sekarang kamu tinggal disini bersama yang lain" sambutnya dengan meraih tanganku


"Ayo kami akan antar kamu berkeliling dan berkenalan dengan anak-anak lain" ajak dua asisten kepala panti


Sepanjang perjalanan aku hanya melihat lorong dengan pencahayaan seadanya, terkadang ada beberapa gadis sesusiku mungkin lebih muda menyapa kami. Tapi, pakaian mereka bukan seperti pakaian anak-anak zaman sekarang, mereka memakai gaun putih khas wanita zaman kerajaan dulu, ruangan disini pun terlihat seperti kastil.


"Ini adalah kamar 202, mulai hari ini kamu tinggal dikamar ini"


"Kenapa setiap kamar memiliki nomor?" tanyaku penasaran


"Tentu agar kami mudah mendata kalian semua, dan mulai hari ini nama yang akan kamu gunakan disini adalah gracia" jelas salah satu asisten


"Ini teman baru kalian, jadi harus rukun" lanjutnya


Di setiap kamar ada 5 orang, setiap dari mereka memiliki nama yang telah diberikan oleh pengurus panti, anehnya kami dilarang menyebutkan nama asli. Tapi setiap anak memiliki umur tidak beda jauh denganku, dan mereka juga memiliki tinggi yang hampir sama denganku.


Semua barang yang aku bawa disimpan oleh pengurus panti, dan aku diberi 3 setelan pakaian yang serupa dengan yang mereka kenakan.


"Untuk sekarang kamu istirahat dulu, satu jam kemudian kalian harus berkumpul diaula makan untuk makan malam" tambah asisten tersebut yang kemudian pergi meninggalkanku


"H-hhalo...namaku Zii.." aku gugup


"Cukup! Namamu adalah Gracia dari kamar 202!" Sela seorang gadis yang sedari tadi berada di dekat jendela, sepertinya dia yang paling tua disini


"Disini kita tidak boleh mengatakan nama asli, jadi hallo gracia, aku selena" seorang yang memiliki wajah manis dengan senyuman lembut mengulurkan tangan


"Maaf, aku lupa tadi, namaku gracia" jawabku dengan membalas jabatan tangannya


"Kalo aku Rose, salam kenal kak gracia"


"Dan aku tania"


"Maaf menyela perkenalanmu, aku yang tertua disini jadi semua dibawah tanggung jawabku, namaku Celine"


Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing dan juga menjelaskan tentang aturan-aturan di panti ini


"Jadi disini tu ada jadwal yang harus kita patuhi, diantaranya :



Pukul 06.00 kita harus bangun dan bersiap


Selesai itu kita akan masuk kelas dan diadakan pembelajaran formal sampai pukul 12.00


Dilanjutkan makan siang dan meminum vitamin (wajib)


yang ke lima..." Rose mencoba menjelaskan



"Sudah, yang penting adalah minum vitamin yang harus dilakukan setiap pukul 06, pukul 12 siang dan pukul 10 malam. Selebihnya kamu bisa menyesuaikan" potong celine


"Sekarang kita harus bersiap untuk turun ke aula makan, dan segera pakai baju yang diberikan pengurus tadi" lanjut celine


"Maaf, kenapa kita harus memakai ini? Dan bajuku sebelumnya bagaimana?" aku sangat penasaran


"Ini peraturan, baju yang kamu pakai sekarang nanti akan diambil oleh pengurus" jawab celine


"Ohh baik"


Aku sudah menduga bahwa disini janggal, kenapa semua orang terlihat kaku? Dan juga semua yang ada disini tidak terkecuali hanya memakai pakaian berwarna putih dan hitam .


Bangunan ini pun sepertinya jauh dari kota, sepanjang perjalanan tadi aku tidak mendengar adanya kendaraan lain, dan disekitar sini aku hanya melihat lapangan luas yang dibatasi dengan hutan. Dan juga semua yang ada disini hanya perempuan, sampai penjaga didepan gerbang tadi juga perempuan.


...****************...


Aku dan teman sekamarku mengambil makanan di aula makan, dan disini tidak tersaji daging ataupun yang berbau hewani, hanya ada sayuran. setelah melihat keseluruhan, anak-anak disini berjumlah cukup banyak, sekitar 200 orang, dan mereka sangat tertib.


Setelah semua memdapatkan makanan mereka, barulah ketua panti mengintruksikan kami untuk makan, tanpa ada sepatah kata sama sekali semuanya makan dengan tenang.


"Apa disini sangat diam seperti ini?" tanyaku penasaran sebari berbisik


"Ssuut" Tania meletakkan jari telunjuk dibibirnya sambil menggelengkan kepala


Tiba-tiba.....


"Brakkkk!" seorang pengurus memukul meja kami dengan tongkat


Semua orang tetap diam dan melanjutkan makan mereka seakan-akan tidak tahu


"apakah kalian tidak memberi tahu anak baru ini, bahwa tidak boleh ada yang bersuara?" tanya pengurus


"Setelah ini, Celine kamu harus datang ke ruangan bersalah" lanjutnya dengan nada marah


Aku telah gegabah, peraturan disini sangat ketat dan tidak memiliki ampun.


Apa yang akan dilakukan pengurus pada kak Celine?


......................