RAVENZO

RAVENZO
TELAT LAGI



King Ravenzo Argantara, Ketos sekaligus merangkap menjadi Ketua Kelas di SMA Nusantara. Otak cerdas, sikap tegas, dingin nan datar yang dimilikinya menjadi pendukung jabatannya saat ini.


Siapa yang tak mengenal Ravenzo? The famous king of the school SMA Nusantara. Cowok tampan dengan segudang prestasi dengan segala kelebihannya itu.


Pahatan sempurna bak dewa yunani yang memang sengaja tuhan ciptakan.


Hal itupun menjadi tolak ukur bagi semua siswi SMA Nusantara yang ingin mendekatinya. Jangan lupakan kata-kata pedasnya yang membuat semua wanita mundur secara sukarela saat berusaha mendekatinya.


Ravenzo sangat menikmati jabatannya menjadi Ketua Osis. Namun, Kehidupannya mulai terganggu setelah kedatangan Siswi tengil, arogan, dan suka terlambat datang ke sekolah.


Aria Elshawn Victoria, Gadis cantik berambut hitam kecoklatan dengan warna mata hazel serta bulu mata lentik indah.


Sayangnya, Aria adalah siswi troublemaker, tak bisa diatur dan susah dijinakkan. Setiap harinya selalu telat datang ke sekolah dan suka menambah pekerjaan Ravenzo.


***


Seperti biasa, Ravenzo atau kerap disapa Raven dan ketiga teman Osis nya, Haikal, Andreas, dan Dion. Sedang menjalankan tugas rutin setiap pagi, yaitu mencegat Siswa maupun Siswi yang terlambat datang ke sekolah.


Di sisi lain, Ada Marissa, Tasya dan Vania yang juga anggota Osis perempuan.


Mereka sedang berdiri dengan angkuhnya menunggu Siswa dan Siswi yang biasa telat masuk ke sekolah.


Jam sudah menunjukkan pukul 7.00 WIB. Itu artinya, 15 menit lagi gerbang akan benar-benar di tutup.


"Kal, Lo suruh tuh cewek balik aja, Anak-anak sisanya biar gue yang urus. Sekalian lo urus mereka yang mau dihukum" Ucap Ravenzo pada Haikal sembari menunjuk Marissa dan kedua temannya dengan dagu dan beralih pada segerombolan Siswa yang telat.


Haikal mengangguk. Tanpa berbicara, Haikal pun segera mendekati Marissa dan kedua temannya.


"Sasa! Raven udah nyuruh lo sama dua teman lo ini balik. Tugas kalian selesai" Ucap Haikal datar.


Marissa tak menjawab, dia menatap Haikal sekilas dan berjalan kearah Ravenzo.


"Rav, Aku ikut razia, Ya? Pelajaran Pak Budi kan kosong, Tadi di umumin kalau Pak Budi absen, Jadi nggak ada alasan buat aku nggak ikut razia" Ucap Marissa dengan nada mengalun.


"Serah lo!" Jawab Ravenzo malas. Jujur, Dia sangat jijik jika Marissa sedang berbicara.


Marissa tersenyum gembira, sedangkan Ravenzo hanya acuh. Dia sama sekali tak mempedulikan keberadaan Marissa disana.


Perlahan para Siswa maupun Siswi mulai berlarian masuk menghadap sang Ketua dan anggota Osis.


"Kalian cowok-cowok, Ikut gabung sama Haikal, Andreas, Dion! Kalian cewek, menghadap Sasa sama dua temannya" Perintah Ravenzo tegas.


Mereka pun berlarian menghadap anggota Osis masing-masing sesuai perintah Ravenzo.


Marissa yang mendengar ucapan Ravenzo pun memanfaatkan kesempatan. Dia menyuruh kedua temannya untuk mengurus anak-anak dan dia akan menemani Ravenzo berjaga di gerbang.


"Van, Lo sama Tanya urus anak-anak. Gue mau disini sama Ravenzo" Bisik Marissa pada Vania. Vania pun mengacungkan jempolnya pertanda setuju dan mengajak Tasya untuk melakukan perintah Marissa.


Merasa tak ada lagi Siswa ataupun Siswi yang datang, Ravenzo pun menutup gerbang menggunakan remote otomatis yang sedari tadi di genggamnya.


Namun, Kegiatannya terhentikan saat masih ada seorang gadis yang terkenal troublemaker berteriak dengan keras dari luar gerbang.


"Tunggu! Jangan di tutup dulu! Please, Gue mohon tungguin gue!" Teriak gadis itu dengan lantang.


Ravenzo spontan menekan tombol pause di remote nya dan gerbang pun berhenti.


"Rav! Kenapa berhenti? Udah, tutup aja! Biar kapok tuh cewek troublemaker!" Kesal Marissa sembari menatap gadis itu dengan sengit.


"Lo siapa berani ngatur gue?" Ucap Ravenzo menohok yang membuat Marissa diam.


Ravenzo menatap gadis troublemaker tersebut dengan tatapan dingin nan tajam. Mata elangnya menatap sengit kearah gadis itu.


"359 Kali! Kurang satu kali lagi lo dapat Doorprize, Aria Elshawn Victoria!" Ucap Ravenzo dingin saat gadis yang disebut Aria itu tiba tepat di hadapannya.


"Huh... Huh..... Huh..... Yaudah, besok, gue, telat, lagi! Huh..... Lumayan, dapat, doorprize, Huh.... Huh....." Jawabnya dengan nafas tersengal akibat berlari.


"Ck! Ikut gue!" Decak Ravenzo.


Tanpa basa-basi lagi, Ravenzo pun menarik kasar tangan Aria dan menyeretnya dengan langkah cepat.


"Woii! Pelan-pelan! Sakit, b*go! Jalannya juga pelan-pelan, Langkah gue pendek, T*lol!" Pekik Aria dengan berbagai umpatan.


"Diam!" Sentak Ravenzo.


Aria yang mendapat bentakan pun sontak diam dan memilih mengikuti perlakuan Ravenzo.


Sementara, Marissa yang melihat kejadian itupun ribut sendiri bsk cacing kepanasan.


"Rav! Kamu mau bawa dia kemana?" Pekik Marissa namun tak dihiraukan oleh Ravenzo.


"Sabar, Sa!" Ucap Tasya.


"Arkh..... Anjir!" Umpat Marissa.


Mereka pikir, Mungkin Ravenzo sudah habis kesabaran menghadapi gadis troublemaker seperti Aria.


"Kal, Kenapa tuh si King?" Tanya Dion menyikut lengan Haikal.


King adalah panggilan anggota Osis untuk Ravenzo. Diambil dari nama depan Ravenzo, dan kebetulan Ravenzo juga pimpinan anggota Osis.


"Tau! Udah capek kali ngadepin Aria" Jawab Haikal.


Mereka pun tak mempedulikan Ravenzo, Mereka memilih melanjutkan menghukum para Siswa mengingat hari semakin siang.


***


"Aww..... Sakit, B*go! Ravenzo, Lo gila, Ya?" Teriak Aria yang tersungkur akibat hempasan Ravenzo.


"Aria! Cara apa lagi yang gue pakai buat ngehukum lo? Perasaan semua hukuman udah gue kasih ke lo, Tapi masih aja lo telat!" Ucap Ravenzo frustasi.


"Katanya sekali lagi dapat Doorprize? Lumayan dong kurang sekali doang? Makanya gue telat terus" Jawab Aria sembari meringis kesakitan memegang pergelangan tangannya.


"Arghh...... Lo bodoh apa t*lol, sih? Asli, Ket*lolan lo tuh murni, Pure!" Ucap Ravenzo.


"Nggak usah banyak bacot, sekarang buruan lo bersihin semua toilet ini tanpa terkecuali dalam waktu 15 menit" Ucap Ravenzo tak mau dibantah.


"Sekarang atau lo mau orang tua lo dipanggil ke sekolah?" Ucap Ravenzo saat Aria hendak protes.


"Gila, lo? Mana bisa waktu 15 menit buat semua toilet ini? Satu toilet aja segede rumah, Woi!" Ucap Aria.


"Oke, Lo nggak mau? Artinya lo pilih opsi kedua, Panggilan orang tua. Oke!" Ucap Ravenzo hendak beranjak.


"Nggak! Nggak! Siapa bilang? Oke, Gue bersihin sekarang! Puas?" Kesal Aria.


"Bagus, Cepat bersihin! Gue tunggu disini" Ucap Ravenzo sembari menyandarkan tubuhnya pada dinding.


"Ck! Lo curang, Rav! Gue benci sama lo! Dasar tukang ngancam!" Kesal Aria.


"Ck! Dasar Ketos kampret, sialan!" Batin Aria.


"Cepetan! Nggak usah ngumpat dalam hati!" Tegas Ravenzo.


"Ck! Iya!"


***


"Huh..... Gila, Ya! 15 menit, ege! Untung gue cekatan" Keluh Aria sembari mengusap peluh yang menetes dipelipisnya.


"Capek? Makanya disiplin! Itu sebagai hukuman biar lo bisa lebih menghargai waktu! Dengan gini lo bakal ngerti seberapa pentingnya waktu!" Ucap Ravenzo dingin.


"Buruan ke kelas. Hukuman lo dari gue udah selesai" Sambung Ravenzo setelah itu berlalu meninggalkan Aria sendiri.


"Ih! Dasar manusia Es. Kalau bukan Kakak kelas plus orang berpengaruh di SMA Nusantara, Udah gue jadiin umpan piranha lo, Ravenzo! Awas aja, Lo! Lo bakal berurusan terus sama gue!" Ucap Aria tersenyum smirk.


***


"Gila-gila! Lo dikatain gitu sama Kak Raven? Serius dia ngomong sepanjang itu sama lo?" Tanya Jean penasaran.


"Iya, Je! Dia tuh kayak emak-emak kompleks tau, nggak? Cerewetnya minta ampun" Ucap Aria kesal sembari memasukkan potongan batagor ke dalam mulutnya.


Waktu istirahat tiba, Aria dan ketiga sahabatnya, Lea, Jean dan Yessa sedang menikmati makanan di kantin sekolahnya.


"Ar? But, Sampai kapan lo mau kayak gini terus? Gue aja bosan dengar lo dihukum mulu, Apalagi Kak Raven sama geng Osis lainnya?" Kini giliran Lea yang buka suara.


"Lea! Lo tau pasti kan apa sebabnya gue telat? Bunda gue tuh kebanyakan cingcong, Nasihat inilah, Nasihat itulah, Kultum tiap pagi yang rutin gue dengerin sampai bikin gue telat berangkat ke sekolah" Jelas Aria malas.


"Iya juga, sih! Tapi, Girls! Selama ini Kak Raven tuh orangnya cuek plus dingin nggak, sih? Kenapa sama Aria bisa banyak omong? Curiga gue!" Ucap Yessa. Yang lain membenarkan.


"Atau jangan-jangan, Kak Raven suka lagi sama Aria? Woooww..... Hot news, nih! Parah sih!" Ucap Jean heboh. Lea dan Yessa pun mengiyakan ucapan Jean.


"Jean gila! Mana mungkin cowok dingin kayak beruang kutub gitu punya rasa suka? Yang ada manusia kayak gitu tuh manusia kanibal. Suka makan orang" Jawab Aria kesal.


Mereka asik mengobrol bahkan orang yang dibicarakan pun mendengar, Ravenzo, Kenan dan Zavier. Tiga sahabat yang sama-sama sedang menikmati waktu istirahat itupun sontak menajamkan pendengarannya saat mengetahui bahwa Ravenzo lah yang sedang dibicarakan empat gadis cantik tersebut.


Kenan Arka Bagaspati, Sahabat Ravenzo sedari kecil. Sedangkan Kaisar Zaddavier Elkanzo Dirgantara, adalah sahabat sekaligus Adik Kandung Ravenzo. Mereka adalah sahabat rasa keluarga yang tak bisa dipisahkan. Mulai dari pendidikan, Ravenzo, Zavier dan Kenan sama-sama menempuh pendidikan dari masa taman kanak-kanak sampai SMA di tempat yang sama. Bahkan kuliah pun mereka berencana di tempat yang sama.


Namun, Dibalik hubungan antara Ravenzo dan Zavier, tak ada yang mengetahui jika mereka adalah Kakak Beradik kecuali Kenan.


To be Continued


*👑Halo semua, Bismillah do'akan karya keduaku ini sukses. Mohon dukungannya supaya karya ini dapat diminati dan cocok bagi pembaca.


Selamat membaca, Beri ulasan kalian! Dukungan kalian adalah semangat Author*.