Raining Spell For Love

Raining Spell For Love
27 : Di Restui Sang Adik



"Ritsu-chan~"


"Hmm?"


"Kamu lihat Naa-chan gak?"


"Lah justru gua malah mau nanya sama lo, dia gak sama lo emang?"


"Engga... Aku kan habis bimbingan skripsi.. Aku malah pikirnya dia sama kamu.."


Ritsuka dan Hitoka akhir-akhir ini sedang di sibukkan dengan pengarahan untuk skripsi di sidang TA mereka. Bukan hanya mereka tapi beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang lainnya juga sibuk mondar mandir kesana kemari.


"Heehh~ Tapi ya gak masalah sih kalau dia gak masuk juga, toh dia udah selesai skripsi TA nya.." kata Ritsuka sambil bertolak pinggang merasa sangat bangga dengan pencapaian Nadya.


Hitoka yang merasakan hal yang sama juga tersenyum lembut.


"Tentu saja.. Aku bahkan seneng punya sahabat seperti dia.." kata Hitoka.


"Oi kalian!"


Suara berat yang cukup mengagetkan mereka berdua terdengar begitu santai. Ternyata Gabriel dengan pakaian olahraganya berjalan menuju mereka berdua.


Ritsuka dan Hitoka saling menatap satu sama lain.


"Ada apa?" tanya Ritsuka to the point.


"Kemana Naa-chan? Dia gak bareng sama kalian?" tanya Gabriel sambil mencari sosok yang ia cari.


"Dia gak masuk hari ini, ya gak apa-apa sih.. Toh dia juga udah selesai skripsi sama sidang TA nya.." jawab Ritsuka.


"Kenapa nanyain Naa-chan?" tanyanya lagi.


"Ah, gua mau ngomong sesuatu ke dia sebenernya tapi dia gak masuk jadi gak usah deh.." jawab Gabriel yang sambil menenggak minuman kalengnya.


Ritsuka sedikit curiga dengan sosok pria yang ada di hadapannya ini. Dia menjadi lebih sering menanyakan tentang Nadya, memang dia sempat menyatakan perasannya itu pada Nadya tapi di tolak karena Nadya juga ingin fokus skripsi, di tambah Gabriel hanya di anggap sebagai temannya.


"Ya sudah kalau begitu, gua pergi dulu ya.. Sorry jadi ngeganggu kalian.." kata Gabriel sambil berjalan pergi meninggalkan dua gadis itu.


Sebelum Gabriel pergi terlalu jauh, Tiba-tiba saja kaos yang di kenalan pria itu di tarik sedikit kasar oleh Hitoka. Gabriel tentu saja terkejut dengan perilaku Hitoka, begitu juga dengan Ritsuka yang masih mematung di tempat.


"Mau ngapain kamu nyariin Naa-chan terus?" tanya Hitoka dengan nada yang mengintimidasi.


Baru kali ini Ritsuka mendengar nada suara Hitoka yang sedikit berbeda dari biasanya. Nada bicaranya yang lembut, cempreng dan terbilang cerewet itu tiba-tiba berubah menjadi dingin.


'H-Hitoka... Kenapa?'


"Ya gua cuman nanyain dia aja, emang gak boleh?" kata Gabriel to the point.


"Gak. Aku yakin kamu punya maksud terselubung kan?"


DEG!


Perkataan Hitoka membuat Ritsuka terkejut. Pasalnya menanyakan seorang teman yang tidak masuk itu wajar bukan? Tapi kenapa Hitoka berpikir sampai sejauh itu?


"Hah? Apaan sih? Gua bilang gua cuman nyariin dia.. Sensi amat lo.. Lagi PMS?"


Hitoka tidak menjawab pertanyaan pria itu, malah Hitoka masih menatap pria itu dengan tatapan yang menyeramkan.


"Gua lagi gak bercanda. Jadi jawab yang bener."


"Lo mau ngapain nanyain Naa-chan? Lo mau hancurin hubungan dia juga sama pacarnya? Hah?"


Ritsuka yang merasa kalau Hitoka sudah mulai kehilangan kendalinya, dia langsung menghampiri Hitoka dan membuatnya menjauh dari Gabriel.


"Heh.. Heh... Jangan begitu.. Kok lo begitu? Udah ini masih di kampus, Hitoka..." kata Ritsuka yang berusaha menenangkan Hitoka.


"Bentar.. Aku tuh udah curiga sama dia, emang kamu gak curiga sama dia hmm?"


Lagi-lagi kata Hitoka kali ini benar-benar sangat serius. Belum pernah Ritsuka melihat temannya seserius ini.


"Aku udah curiga saat sidang TA kemarin. Kamu memang ngincar Nadya kan? Mau sampe kapan kamu gangguin kehidupan dia? Kalau kamu udah di tolak, ya sudah sadar diri.."


PRANG!


Tiba-tiba saja kaleng minuman yang di pegang oleh Gabriel di banting cukup keras hingga bergema di lorong kampus. Gabriel mengepalkan tangannya lalu menoleh ke arah dua gadis yang ada di belakangnya.


"Kalau gua masih suka sama dia, terus kalian mau apa?" tanya Gabriel dengan nada yang serius dan tatapannya yang dingin.


"Hah?! Eh lo gila ya Gabriel?! Dia udah punya paca—"


"BACOT LO BERDUA!!!!"


Teriakan Gabriel membuat dia gadis itu sedikit terkejut.


"Gua bakalan hancurin siapapun yang deketin Nadya, termasuk pacar barunya itu. Lihat aja!"


...🍁🍁🍁...


"Hmmmm...."


Nadya baru saja terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata pun kepalanya sedikit pusing.


Saat nyawanya sudah penuh, Nadya melihat ke setiap sudut ruangan itu dengan bingung.


"Hmm? I-Ini dimana deh? Kayaknya bukan kamar ak—"


"GEH?!! I-INI KAN??!!"


Gadis itu baru mengingat kalau tadi malam dia di bawa oleh Sato ke sebuah apartemen. Nadya panik dan melihat langsung melihat pakaiannya. Bersyukurnya gadis itu melihat pakaiannya masih ia pakai sampai sekarang. Tapi tetap saja dia masih panik. Dia bergegas pergi dari kamar itu. Dan saat membuka pintu kamar tersebut, dia di kejutkan dengan seorang pria yang tidak ia kenal sedang asyik menonton televisi.


"D-Dia siapaa...!!!!??"


"Kak! Lo gak kerja emang? Gadis itu biar gua aja yang jagain!"


"Hah? Jagain pala bapak kau jagain! Kagak, kagak.. Dia pacar gua sekarang enak aja lo sembarangan jagain pacar orang!"


"Yaelah.. Kan dia bakalan jadi kakak ipar gua juga nanti.."


"Berisik! Dia lagi tidur suara lo kecilin!"


'Eh? Kakak? J-Jadi dia... Adiknya Mafuyu?'


Nadya mencoba membuka pintu kamarnya perlahan agar tidak ketahuan adik Sato yang masih asyik didepan televisi.


"Eh? Kakak udah bangun?"


Nadya terkejut saat mendengar suara cempreng pria itu memanggilnya.


"He-Hehehe.. I-Iya.. A-Aku baru aja bangun.." jawab Nadya sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Hihihi~ Salam kenal kak, namaku Sato Haruki. Adik dari Kak Mafuyu."


"Namaku Nadya, panggil saja aku Nadya. Salam kenal ya Haruki~"


**BLUSH**!


Saat berkenalan dengan Nadya tiba-tiba saja wajah Haruki memerah dan langsung menarik tangannya yang sedari tadi berjabat dengan gadis yang ada di hadapannya itu.


Nadya bingung melihat tingkah adik dari Sato ini tapi menurutnya sangat manis sekali kalau dia malu-malu begitu.


"Oh.. Kamu udah bangun, sayang?"


Suara khas Sato mengagetkan Nadya. Dia melihat kekasihnya itu memakai celemek dan menaruh beberapa piring di meja makan dengan wajahnya yang... astaga santuy banget sumpah.


"Kamu udah mandi belum? Apa mau sarapan dulu?" tanyanya lagi.


Nadya hanya menggelengkan kepalanya.


"M-Mungkin.. A-Aku mau mandi dulu..." jawab gadis itu dengan nada terbata-bata.


Sato yang melihat sikap aneh gadisnya itu langsung berjalan menghampirinya lalu mendekat ke arah telinga gadis itu. Nadya terkejut karena deru nafas Sato sangat terasa sekali.


"Mau dimandiin gak sama aku? Aku juga belum mandi.. Apa.. mau mandi bareng?"


BLUSH!


"M-Mafuyu!!"


Nadya mendorong tubuh pria itu dan berlari ke arah kamar. Sato yang melihat Nadya hanya bisa cengar cengir.


"Kak! Lo anak orang di gituin parah.." kata Haruki yang sudah kembali normal akibat serangan dadakan saat berkenalan dengan Nadya tadi.


"Ya biarin.. Kan gua mau nikahin dia ini.."


"Hah? Lo beneran mau nikahin dia?" tanya Haruki penasaran sekaligus excited.


"Iya dong! Tapi ya gua harus banyakin nabung dulu.. Gua juga gak mau ngerepotin orang tua kita.." kata Sato.


"Ya sudah gua dukung kalo gitu.."


Sato cukup terkejut saat mendengarkan adiknya menyetujui hubungan mereka berdua.


"Kenapa lo dukung gua sama dia? Kenapa sama si Lestari sialan itu gak ngedukung?" tanya Sato penasaran.


"Hmm.. Ya.. Gimana ya..." kata Haruki dengan mode berpikirnya.


"Cari yang terbaik itu susah, cari yang bisa nerima kita yang kayak begini juga susah. Lo tahu sendiri kan gadis zaman sekarang udah mata duitan semua rata-rata. Gua yakin Kak Nadya gak kayak begitu orangnya.. Beda sama si mantan lo yang gila itu.."


Mendengar penjelasan adiknya itu, membuat Sato tersenyum lebar dan bisa memantapkan hatinya untuk bisa menikahi Nadya nanti.


"Tapi pinter juga lo milihnya, Kak. Kak Nadya cantik, tapi dia manisnya keterlaluan. Bikin meleyot..." kata Haruki yang wajahnya kembali merona.


"HEH?! ENAK AJA! DIA PUNYA GUA! JANGAN AMBIL!" protes Sato kesal.


"Kok mau ya Kak Nadya sama modelan kayak lo kak?"


"BERISIK! DASAR ADEK LAKNAT!!"


...🍁🍁🍁...