Raining Spell For Love

Raining Spell For Love
24 : Awal Masalah Baru



"Duuhh deg-degan banget besok udah mau mulai sidang TA nya..." keluh gadis itu sambil mengelus pelan dadanya.


"Eh?! Beneran besok banget, sayang?"


Seketika gadis itu manyun saat mendengar kekasihnya memanggil sayang.


"Iya besok... Dan jangan panggil aku sayang, Mafuyu.."


BLUSH!


Nadya berhasil membuat prianya itu memerah malu saat di panggil nama depannya. Dalam tradisi orang Jepang, sangat tidak sopan memanggil nama orang dengan nama asli mereka. Orang Jepang akan memanggil orang lain dengan nama gelar marga keluarga mereka. Seperti halnya dengan Sato. Sato Mafuyu, karena nama Sato itu adalah marga keluarganya jadi orang-orang harus memanggilnya Sato, diperbolehkan memanggil nama aslinya kalau sudah akrab dan harus persetujuan terlebih dahulu juga dari sang empunya nama.


"K-Kenapa manggil namaku tiba-tiba seperti itu?!" protes Sato kesal.


Bagi Nadya ekspresi pria yang ada di hadapannya itu malah menjadi menggemaskan untuknya. Nadya hanya terkekeh sambil mencubit pipi kekasihnya itu pelan.


"Hahahaha kan kamu yang nyuruh aku buat manggil kamu begitu.. Terus aku salah nih?"


"BOLEH!!! I-ITU HARUS!!"


Jawaban cepat dari Sato membuat Nadya sedikit terkejut tapi setelahnya kembali tersenyum. Nadya dan Sato saat ini berada di sebuah studio musik. Mereka menunggu teman-teman band Sato datang.


"Kamu gak apa-apa emangnya ikut sama aku? Padahal besok kamu mau sidang TA loh.." kata Sato sambil mengelus lembut puncak kepala gadisnya itu.


Dengan cepat gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak kok, kamu tenang aja.. Kan aku juga mau lihat kamu latihan, janji deh gak bikin kerusuhan.. Hehehehe.." jawab Nadya dengan senyuman lebarnya.



Pria itu masih terpaku menatap gadis yang ada di sampingnya saat ini. Matanya terus menatap gadis itu dengan semburat merah di pipinya.


'Kenapa sih dia semanis ini.. Cepet-cepet lulus dong biar gua bisa nikahin lo..'


"Oohh... Udah dateng ternyata?"


Sato dikejutkan dengan suara berat khas Uenoyama. Disusul oleh Nakayama dan Akihiko yang berada di belakangnya.


"Are?? Lo bawa pacar kah?" tanya Nakayama penasaran.


"Heehh.... Boleh juga selera lo, Sato..." sahut Akihiko dengan nada meledek.


Uenoyama melihat kearah Nadya dengan tatapan yang sulit diartikan. Nadya membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat dengan orang yang baru saja ia temui.


"H-Halo.. Maaf ya.." kata Nadya dengan nada yang sedikit gugup.


"Hah? Kenapa kamu meminta maaf seperti itu? Seharusnya kita bertiga yang meminta maaf karena sudah membuat kalian berdua menunggu lama.." jelas Nakayama.


"A-Ahh... T-Tidak, maaf kalau aku datang kesini..." kata Nadya dengan nada yang khawatir.


'Astaga... Kenapa gadis ini lucu sekali?'


Begitulah tanggapan isi hati para pria-pria ini.


"Kenalin ini Nadya.. Ya udah pada tahu dia kan?" kata Sato sambil memperkenalkan Nadya di hadapan teman-temannya itu.


"Ya gua udah tahu, Sato."


"Ah, jadi ini gadis yang lo bucinin itu? Yang sampe bikin lo galaunya setengah mati?"


Perkataan Akihiko yang terlalu blak-blakan membuat Sato lesu mendengarkannya, sedangkan Nakayama hanya memukul bahu Akihiko.


"Iya ini ceweknya, Akihiko-san. Dia juga bekerja paruh waktu di tempat kita waktu itu manggung." sahut Uenoyama.


"Geh?! Kamu kerja disitu juga? Berarti udah lihat band kami tampil beberapa kali dong?!" tanya Nakayama dengan suaranya yang sedikit cempreng.


Gadis itu hanya terkekeh sambil menggaruk lehernya malu.


"Hehehehe... Ya aku memang kerja paruh waktu di bar itu, tapi aku baru pertama kalinya melihat band kalian yang manggung saat ada Mafuyu tampil.." kata Nadya.


"Heehhh~ Tapi kamu suka lagu kita kemarin?" tanya Nakayama lagi.


"Tentu saja aku suka, kalian band yang hebat."


Mendengar jawaban dari gadis itu, keempat pria itu tiba-tiba saja menjadi salah tingkah. Nakayama dan Akihiko saling bertatapan dengan wajah yang memerah, Uenoyama dengan sikap sok cueknya tapi wajahnya yang merona itu tidak bisa di bohongi. Sedangkan Sato hanya bisa menutup wajahnya yang sudah memerah hebat.


Nadya melihat keempat pria itu hanya bisa memiringkan kepalanya.


'Kenapa mereka berempat malah malu begitu? Aku ini sedang memuji mereka loh..'


...🍁🍁🍁...


"Lo mau ngapain kesini?"


"Kamu emang belum puas apa hancurin Naa-chan?"


"...."


"Naa-chan gak ada jam kuliah hari ini.. Jadi lo gak usah nyari dia lagi..."


"...."


"Kenapa sih kamu ganggu Naa-chan terus? Kemarin kamu kan nyakitin dia.. Apa kamu mau nyakitin dia lagi?" tanya Hitoka yang masih sabar meladeni Yuki.


"Gak, gak.. Gua gak mau nyakitin dia lagi... Gua cuman maβ€”"


"Mau apa lo?? Hah??!! Kalo lo mau ketemu dia, lo harus berhadapan dulu sama kita, sialan!!" pekik Ritsuka dengan nada kesal.


Ritsuka tipe orang yang sedikit tempramental. Wajar saja kalau dia sedikit-sedikit langsung sewot.


"Gua cuman mau minta maaf itu doang.. Gua gak ada urusan sama lo berdua, gua cuman mau ketemu sama Nadyβ€”"


BUAG!


Tiba-tiba saja ada seseorang yang berlari dan memukul Yuki dengan keras. Yuki tersungkur ke tanah.


"WOI SIALAN! APA-APAAN MAKSUD LO!!??"


Ritsuka dan Hitoka terkejut dengan kemunculan pria ini. Dia ternyata adalah Gabriel, orang yang satu ruangan dengan Nadya.


"Lo mantannya Nadya kan?" tanya Gabriel dengan suara yang berat.


Belum Yuki menjawab pertanyaan Gabriel, dia malah menerima pukulan lagi sebanyak empat kali di bagian wajah. Ritsuka dan Hitoka mencoba melerai mereka berdua, kedua gadis itu bahkan tidak tahu kalau akan terjadi hal seperti ini.


"Oi Gabriel! Lo kenapa sih? Gua tahu lo kesal, tapi gak usah kayak begini." kata Ritsuka yang mencoba menahan Gabriel.


"Lo ngapain masih ngediemin dia? Dia udah nyebar video syur itu kan? Kelewatan banget, brengsek!"


"Gabriel, udah! Jangan teriak-teriak begitu! Gak enak kalo didenger sama yang lain, ini masih di kampus!"


"BACOT LO, SIALAN!"


Tiba-tiba saja Yuki berteriak kencang sambil berdiri dan menyeka sudut bibirnya yang berdarah akibat di pukul oleh Gabriel tadi.


"Kalo iya kenapa? Emang gua yang nyebarin video syur itu ke kampus. Sengaja emang, biar lo makin panas. Biar lo makin cemburu ngeliat itu."


DEG!


Ritsuka dan Hitoka terkejut dengan perkataan Yuki itu. Gabriel cemburu?


Sedangkan Gabriel hanya terdiam mendengarkan perkataan dari Yuki itu.


"Gua tahu kok lo cinta mati banget sama Nadya, gua tahu.. Dari awal dia masuk, lo udah suka sama dia kan? Ngaku aja deh lo..."


Lagi-lagi perkataan Yuki membuat Gabriel tidak bisa berkata-kata.


"Areee??!! Oi!! Kenapa lo diem? Lo emang suka kan sama Nadya? Lo cinta mati banget kan sama Nadya?"


"...."


"Sana gih ambil Nadya, gua udah putus loh dari dia.. Sebelum dia di ambil orβ€”"


"JANGAN BERCANDA!!! BERISIK TAHU GAK LO??!"


"Weits.. Jangan marah dulu...."


Ritsuka dan Hitoka masih saling bertatapan satu sama lain. Bahkan terbesit di benak mereka kalau mereka sudah tahu kalau Gabriel memang suka sama Nadya.


"Udahlah, gua pergi dari sini daripada gua babak belur. Padahal gua kesini cuman mau minta maaf sekaligus mau kasih selamat buat dia..."


"...."


"Selamat dia udah punya pacar baru lagi...."


"...."


"Semoga langgeng dah... Hahahaha..."


Yuki pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih terdiam.


"Sialan itu orang, nyebelin banget." keluh Ritsuka.


"Oi Gabriel ayo kita ke ruangan masing-masing.. Masih ada bimbingan kan?" kata Hitoka.


Gabriel masih diam mematung di tempatnya.


"Oi..."


Ritsuka dan Hitoka menoleh kearah Gabriel. Dilihatnya sikap pria itu sedikit aneh dan berekpresi begitu dingin.


"Nadya... Beneran punya pacar?" tanya Gabriel dengan tatapan yang sulit diartikan.


Dua gadis itu terkejut melihat tatapan Gabriel yang tidak biasa. Ritsuka dengan berani berjalan mendekat kearah Gabriel dengan tatapan yang menantang.


"Iya. Dia udah punya pacar. Kenapa? Masalah buat lo? Hah?!"


...🍁🍁🍁...