
Kiara menatap wajah temannya yang terlihat bingung dan sedikit gelisah. Sudah sejak kedatangan gadis itu ke sekolah Kiara lihat dia hanya diam dan tak banyak bicara.
Maksudnya meskipun Zelline termasuk anak yang pendiam, tapi biasanya ketika bersama Kiara dia akan banyak bicara.
"Zel"
Lihat, dipanggil saja gadis itu langsung tersentak.
Untung guru mereka belum datang, jadi Kiara bisa bertanya dan mengobrol sedikit dengan Zelline.
"Kenapa lo?" Tanya Kiara.
Awalnya Zelline tidak ingin bercerita, tapi dia takut juga dengan perkataan Gema.
"Itu tadi waktu aku mau kelas tiba-tiba dihalangin sama Gema." Kata Zelline.
Perkataan itu membuat Kiara melotot ketika mendengarnya.
"Kok bisa?! Ngapain?" Tanya Kiara.
"Tadi dia..."
Dan Zelline langsung menceritakan apa yang tadi Gema katakan.
Bibir Kiara sedikit terbuka karena terkejut dengan apa yang Zelline ceritakan. Gema pasti sudah gila.
"Aku takutt nanti kalo dia beneran samperin ke kelas gimana? Nanti kalau dia gangguin kita gimana? Kiara aku takut." Kata Zelline yang terlihat panik sendiri.
"Zel ngapain takut??? Aduin aja ke Kakak lo kalo dia sampe gangguin lo." Kata Kiara.
"Tapi, kan tetep aja takut, dia serem banget." Kata Zelline.
"Sst lo tenang enggak bakal berani dia lagian Laurent kan temen dia pasti dia tau kalo Laurent pernah di pukulin sama Kakak lo." Kata Kiara menenangkan.
Zelline menghela nafasnya pelan dan mengangguk sebagai jawaban, tapi dia masih takut.
Kakaknya kan tidak ada di sekolah, jadi Gema bisa saja menganggunya kan?
Aaa Zelline tidak mauu!
Dia mau sekolah dengan tenang tanpa ada yang mengganggunya. Apalagi Gema ini pembuat onar, sekali tidak buat masalah mungkin dia akan langsung sakit.
Tapi, baiklah Zelline akan mengikuti perkataan Kiara dan berusaha untuk tenang.
Tidak boleh takut.
Sedangkan itu di dalam kelasnya sendiri Gema tersenyum ketika mengingat wajah bingung dan takut Zelline.
Dia juga tidak tau kenapa bisa bersikap begitu pada Zelline, tapi jujur gadis itu cantik dan lucu sekali.
Gema suka.
Eh bukan suka yang itu, tapi Gema hanya suka saja melihat wajahnya.
Cantik dan menggemaskan.
Pasti yang jadi kekasihnya akan sangat senang. Kalau Gema sih enggak akan cari cewek lain lagi.
Zelline udah paket lengkap.
"Ada yang ngajakin cewek ke kantin bareng nih." Kata Laurent sambil duduk di hadapan Gema diikuti dengan Justin yang juga baru saja datang.
"Lo beneran suka sama Zelline?" Tanya Justin.
Gema tersenyum penuh arti, "Mungkin iya mungkin juga enggak."
"Wow Gema suka cewek." Kata Laurent yang membuat Gema mendengus sebal.
"Lo kira selama ini gue enggak suka cewek?!" Katanya sewot.
Kedua temannya itu langsung tertawa mendengar kekesalan Gema.
"Ngegas amat." Kekeh Laurent.
Gema menatap pria itu dengan sinis. Padahal Gema bukannya tidak mau menjalin hubungan dengan seorang wanita lagi, tapi dia terlalu malas karena ketika berpacaran waktu itu kekasihnya sangat posesif.
Tapi, kalau melihat Zelline sepertinya gadis itu bukan tipe cewek posesif dan cerewet.
"Kayaknya dia beda dari Stella. Males banget gue punya pacar kayak Stella kerjaannya marah terus." Kata Gema.
"Alah waktu putus lo yang gamon." Kata Justin yang membuat Gema mendengus kesal.
"Gamon, tapi kalo pacaran sama dia gue stress ribut terus." Kata Gema.
Tapi, memang benar.
Berpacaran dengan Stella memang membuat Gema stress sendiri karena gadis itu selalu marah-marah.
Cemburuan, posesif, egois dan selalu ingin dikabari.
Tapi, ketika putus Gema yang gagal move on.
Cuman sebentar sih sekarang udah enggak lagi.
"Yaudah sama Zellin aja gue dukung, tapi hadepin tuh Kakaknya." Kata Laurent sambil tertawa.
Gema tersenyum tipis mendengarnya. Bukan hal yang sulit sepertinya.
Gema juga pintar bela diri, jadi santai aja.
•••••
Seluruh teman sekelas Zelline refleks menatap Gema yang masuk ke dalam kelas mereka tanpa malu sedikitpun. Baru beberapa menit sejak bel istirahat berbunyi pria itu sudah menghampiri Zelline.
Dia duduk di depan Zelline yang sedang menulis dan tersenyum. Gema mengabaikan semua mata yang kini menatap ke arahnya.
"Ayo"
Suara itu membuat Zelline terkejut dan langsung mendongak. Matanya membulat melihat Gema yang sudah duduk dihadapannya.
Refleks Zelline menatap Kiara dan meminta gadis itu untuk membantunya. Dia tidak mau. Dia takut pada Gema.
"Duluan, kita masih nyalin catetan." Kata Kiara ketus.
"Gue enggak ngomong sama lo, tapi sama Zelline." Kata Gema sambil menatap Zelline.
"Aku ke kantin sama Kiara kamu duluan aja." Kata Zelline.
Gema berdecak kesal dan secara paksa menarik buku catatan Zelline juga pulpen yang ada di tangan gadis itu.
"Ihhh aku belum selesai!" Protes Zelline.
Gema menutup buku itu lalu berdiri dan meraih tangan Zelline membuat gadis itu melotot.
"Ayo"
Tanpa menunggu jawaban Gema menarik Zelline dan membuat gadis itu mau tidak mau mengikutinya.
"Kiaraaa tolongin... Gema ih aku enggak mau." Tolak Zelline sambil berusaha melepaskan genggaman tangan pria itu.
Bukan melepaskan Gema tetap membawa Zelline pergi. Kini Zelline takut dan malu karena banyak yang menatap mereka.
Dia terus menoleh ke belakang dan menatap Kiara yang berlari menyusulnya.
"Kiaaaa"
Zelline dibawa paksa hingga benar-benar sampai di kantin. Dia di bawa ke tempat teman-teman Gema berada.
"Duduk, lo mau makan apa?" Tanya Gema.
Bukan menjawab Zelline malah mengalihkan pandangannya dan mencari sosok teman baiknya.
"KIAAA"
Rasanya lega ketika Kiara muncul. Zelline langsung menarik lengan Kiara agar duduk disebelahnya.
"Wah gila diajak makan bareng nih." Kata Justin sambil tertawa.
Gema mendengus sebal lalu kembali menatap Zelline.
"Mau makan apa? Cepetan gue pesenin." Kata Gema lagi.
Zelline menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Kiara dengan takut.
"Cepetan! Lo enggak mau makan apa?" Tanya Gema dengan sedikit kekesalan.
"Heh biasa aja kali ngomongnya, takut tuh temen gue." Kata Kiara pada Gema.
"Kenapa takut sih? Memang gue makan orang?" Kata Gema kesal.
"Kamu serem!" Seru Zelline.
Seruan itu membuat Justin dan Laurent refleks tertawa. Sedangkan Gema melongo tidak percaya atas apa yang gadis itu katakan tentangnya.
Zelline menunduk dan tidak berani menatap Gema yang menurutnya sangat menyeramkan.
"Serem lo." Kata Laurent.
Gema mendengus kesal dan kembali duduk di samping gadis itu. Dia ikut menunduk lalu menarik dagu Zelline dengan jarinya agar gadis itu mau menatapnya.
Untuk beberapa saat Gema terpaku melihat betapa cantiknya Zelline. Pipinya memerah dan matanya juga terlihat sangat indah.
Gila!
"Kenapa takut sama gue? Kalo sama lo gue enggak bakal galak."
Gema mengatakan itu sambil tersenyum. Dia memberikan senyuman yang sangat jarang dia tunjukkan.
Dengan sedikit ragu Zelline mengangguk singkat. Dia tidak boleh takut, tapi tetap saja melihat wajah Gema dia langsung takut.
Wajah pria itu menyeramkan.
"Pinter"
Tapi, Zelline tersentak ketika Gema mengusap rambutnya dengan sayang.
Jantung Zelline langsung berdetak tak karuan karena ulahnya.
•••••
Siapa yang setuju Zelline sama Gema????