Possessive Brothers

Possessive Brothers
9 : Semakin Berani



Gema menatap ke arah seorang siswi yang sedang menahan tangis karena datang terlambat.


Itu Zelline.


Gadis itu tadi Gema lihat datang ketika gerbang ditutup rapat dan sepertinya ini kali pertama Zelline terlambat. Bukan kasihan Gema malah tersenyum karena merasa lucu melihat Zelline yang menahan tangis.


Padahal ini hanya hukuman biasa mungkin hanya lari keliling lapangan atau hormat di tiang bendera, jadi untuk apa menangis?


Selama Pak Khaidar tengah berbicara dan memarahi murid yang datang terlambat Gema malah asik memandangi Zelline yang benar-benar ingin menangis.


Hey kenapa gadis itu lucu sekali??


Cukup lama hingga Pak Khaidar memberikan hukuman untuk berlari keliling lapangan sebanyak lima kali.


Begitu lima orang yang juga datang terlambat sudah bergegas pergi ke lapangan Gema melangkahkan kakinya pelan dan mengikuti langkah kaki Zelline dari belakang.


Gadis itu terlihat sangat lesu dengan air mata yang tertahan. Merasa gemas sendiri Gema berjalan ke samping Zelline dan menyapanya.


"Ngapain sedih? Dihukum doang." Kata Gema.


Perkataan itu membuat Zelline mendongak dan menatap Gema.


"Tapi, aku ada ulangan harian hari ini." Kata Zelline yang membuat Gema tertawa pelan.


"Enggak ikut ulangan harian sekali enggak bakal buat lo enggak naik kelas Zel." Kekeh Gema.


Kali ini Zelline kembali menatap Gema yang tersenyum padanya. Dan dia refleks menjauhkan wajahnya ketika pria itu mengusap pelan kepalanya.


"GEMA! LARI CEPETAN! SIAPA YANG SURUH KAMU PACARAN?!"


Zelline terkejut bukan main mendengar teriakan itu, tapi tidak dengan Gema yang malah tertawa lalu meraih tangan Zelline untuk digenggam.


"Gema ngapain?" Tanya Zelline pelan.


Gadis itu bingung dan malu karena diperhatikan orang-orang.


"Lari bareng gue." Kata Gema sambil tersenyum.


Tidak ada tanggapan yang Zelline berikan. Gadis itu benar-benar berlari di samping Gema dengan lambat.


Satu tangannya digenggam oleh Gema dan keduanya berlari tanpa ada percakapan apapun. Berbeda dengan Zelline yang terlihat biasa saja Gema justru tersenyum sambil sesekali memperhatikan tangan mereka yang saling menggenggam.


Gema tidak mengerti kenapa hal seperti ini bisa terjadi padanya, tapi yang jelas Gema senang bisa menggenggam tangan gadis itu.


Tidak peduli betapa banyaknya mata yang menatap ke arah mereka bahkan pelototan dari Pak Khaidar sama sekali tidak membuat Gema ingin melepaskan genggaman tangannya.


Tangan Zelline sangat pas dalam genggamannya.


Ah sepertinya Gema sudah benar-benar menyukai gadis itu.


••••


"Cieee Zelline dihukum berdua sama Gema"


"So sweet banget yaa larinya sambil pegangan tangan"


"Pacaran ya Zel sama Gema?"


"Traktir dong traktir"


Zelline disambut dengan beragam celotehan teman-temannya yang membuat dia langsung cemberut. Pipi Zelline memerah karena malu, dia berlari menghampiri Kiara yang juga ingin bertanya mengenai foto yang beredar.


Sebelum Kiara sempat bertanya Zelline sudah melarangnya sambil memasang wajah cemberutnya.


"Kia jangan tanya aku malu! Tanya Gema aja."


Perkataan itu membuat Kiara refleks tertawa karena melihat wajah temannya yang memerah. Jelas saja Zelline pasti malu karena mendadak diperhatikan orang-orang ketika dia lewat.


Foto Zelline dan Gema yang berjalan berdua sudah tersebar ke penjuru sekolah hingga kedua orang itu jadi perbincangan hangat.


"Yaudah, kenapa terlambat? Biasanya enggak pernah." Kata Kiara yang menanyakan hal lainnya.


Dan kali ini wajah Zelline berubah kesal.


"Kak Arthan! Tadi bareng dia, tapi ditengah jalan laptop dia ketinggalan, jadi balik lagiii." Kata Zelline kesal.


"Kasiannn ehh tapi, jangan khawatir Zel tadi enggak jadi ulangan harian soalnya Bu Dewi ada halangan." Kata Kiara.


Perkataan Kiara itu membuat wajah Zelline langsung berubah. Seulas senyum terbentuk indah di wajah cantiknya.


"Seriuss??"


Kiara mengangguk sebagai jawaban yang membuat Zellina tersenyum senang.


"Huh aku udah takut ketinggalan." Kata Zelline lega.


Baru saja merasa lega suara Gema terdengar dan membuat seluruh teman sekelasnya menatap ke arah pintu. Di sana ada Gema yang berdiri sambil bersandar pada pintu.


"Zel sini sebentar"


Zelline langsung cemberut lagi, dia menatap Kiara dengan wajah memelas.


"Kiaaa kenapa dia gangguin aku terus??" Rengek Zelline.


"Coba samperin dulu." Kata Kiara.


Mau tidak mau Zelline berdiri dan menghampiri Gema dengan wajah kesalnya.


"Ihh kenapa lagi?" Tanya Zelline kesal.


Gema tertawa pelan dan langsung menarik pelan Zelline agar keluar dari kelas.


"Nanti ke kantin bareng." Kata Gema.


"Enggak mauuu!" Tolak Zelline sambil menatap pria itu dengan tajam.


"Harus mau kalo enggak mau gue seret." Kata Gema yang membuat Zelline semakin kesal.


"Ihhh enggak mau." Kata Zelline lagi.


"Memang kenapa enggak mau?" Tanya Gema.


"Ya kamu juga kenapa ngajakin aku?" Tanya Zelline balik.


"Mau aja, jadi nanti ke kantin bareng gue kalo enggak gue bakal gangguin lo terus." Kata Gema sambil tersenyum licik.


Zelline memasang wajah cemberutnya. Dia memukul pelan lengan Gema karena kesal.


"Terserah kamu!"


Kemudian Zelline melengos masuk ke dalam kelas dan meninggalkan Gema yang malah tertawa melihatnya.


Ya ampun lucu sekali gadis itu.


••••


"Wah makin ngelunjak nih anak"


Arthan berdecak kesal melihat foto Zelline dan Gema yang bergandengan tangan ketika dihukum berlari keliling lapangan. Pria itu melirik Ardhan dan langsung menunjukkan foto yang dia dapatkan dari Adel.


Wajah Ardhan pun turut berubah menjadi tidak bersahabat ketika melihat foto itu.


"Kata Adel nih cowok bandel kerjaannya buat ulah di sekolah." Kata Arthan.


Penjelasan itu membuat raut wajah Ardhan menjadi menyeramkan.


"Berani banget dia deketin Zelline, cari nomor Gema sekarang." Kata Ardhan kesal.


Kini Arthan langsung mengetik balasan untuk Adel dan meminta nomor telpon Gema. Sudah tidak bisa dibiarkan lagi Arthan dan Ardhan tidak akan tinggal diam melihat Gema yang mendekati adik mereka.


Enak saja ingin mendekati Zelline!!


"Gue enggak mau Zelline sama ini cowok! Apaan dari mukanya aja nih kayaknya playboy." Kata Ardhan sambil mendengus kesal.


"Bener, gue juga enggak mau kasih restu, harus gue lapor ke Papi." Kata Arthan ikutan.


Anak kembar itu sudah heboh sendiri karena Gema yang mendekati Zelline. Sulit memang bahkan anak baik-baik sekalipun mereka susah percaya.


Apalagi Gema si pembuat onar di sekolah.


"Udah dapet nomornya belum?" Tanya Ardhan.


"Belum, mungkin anaknya lagi ada jam pelajaran Dan tungguin aja." Kata Arthan sambil menatap layar ponselnya.


Semua lelaki yang ingin mendekati Zelline harus lulus tahap seleksi dari Arthan, Ardhan, Nathan dan juga Ziko.


"Gue mau bilang ke Nathan dulu." Kata Arthan.


Oh iya Nathan juga harus tau.


Jangan salah meskipun Nathan bukan Kakak kandung mereka, tapi Nathan selalu maju paling pertama ketika ada yang mengusik keluarganya.


Jadi, kalau ada apa-apa Nathan selalu tau.


Baiklah Gema sudah siap menghadapi tiga pria posesif ini??


••••


Yuhuuu yuhuuu saya updateeeee❣️


Siapa yang mau lihat part Gema ketemu tiga bodyguard Zelline????