
Ziko tertawa pelan ketika melihat anak perempuannya itu masuk ke dalam rumah dengan riang. Anak itu menenteng sebuah paper bag berisikan dua buah barang yang tadi dia belikan.
Benar-benar mirip dengan Devina.
Zelline sangat tidak sabar membuka barang yang Papinya belikan. Bukan hanya sebuah macbook, tapi Zelline minta dibelikan yang lain juga.
'Papi boleh minta satu lagi enggak? Tapi, kalau enggak boleh enggak papa'
Anak itu lucu sekali. Setiap kali ingin meminta sesuatu pasti mengatakan hal yang sama.
Berbeda dengan Arthan dan Ardhan yang selalu mengatakan apa yang mereka inginkan tanpa takut. Meskipun Ziko tidak selalu menuruti, tapi kedua anak laki-lakinya itu tidak pernah ragu untuk mengatakan keinginan mereka.
"Mamiiii"
Zelline menyapa dengan riang sambil berlari menghampiri Devina yang kini tersenyum padanya.
"Wah bawa apa itu sayang?" Tanya Devina.
"Dari Papiiii." Kata Zelline senang.
"Seneng banget tuh Mi dapat macbook sama handphone baru." Kata Ziko yang baru saja muncul.
Devina terlihat terkejut, tapi dia langsung tersenyum ketika melihat anak perempuannya menyengir lucu.
Dia seperti melihat sosoknya ketika masih remaja dulu. Sering merengek pada Daffa ketika ingin sesuatu dan ketika dibelikan dia akan langsung gembira.
"Makasih Papii sekarang Zelline mau ke kamar dulu." Kata Zelline.
Anak itu berlari kecil menuju kamarnya dan meninggalkan Devina juga Ziko.
"Mirip banget sama Vina dulu." Kata Ziko sambil merangkul istrinya dan mengusap-ngusap kepalanya.
"Zelline lucu." Kata Devina.
"Iya kayak Maminya." Kata Ziko yang tiba-tiba mencium pipi istrinya.
Ya ampun pasangan suami istri itu selalu saja romantis.
Sedangkan itu Zelline yang tadinya ingin pergi ke kamarnya sendiri, tapi mendengar suara kedua Kakaknya di dalam kamar Arthan langsung mengurungkan niatnya. Dia malah masuk ke dalam kamar Arthan dan berlari kecil menghampiri kedua Kakaknya yang tengah bermain game.
"Kakakkk"
"Nanti Zel masih main game." Kata Arthan.
"Sebentar Zel." Kata Ardhan juga.
"Ihhhhh"
Zelline berdecak kesal membuat kedua Kakaknya itu langsung berhenti. Mereka meletakkan ponsel mereka dan menghampiri Zelline yang terlihat kesal.
Lebih baik kalah bermain game dari pada harus menghadapi Zelline yang merajuk.
"Kenapa adikku?" Tanya Arthan pada Zelline yang kini tersenyum.
"Bawa apa tuh?" Tanya Ardhan sambil melihat ke arah paper bag yang adiknya bawa.
Tidak langsung menjawab Zelline segera duduk di tepian kasur Kakaknya. Kemudian mengeluarkan isi paper bag nya yang membuat kedua Kakaknya itu melongo tidak percaya.
Isi paper bag Zelline⬇️
Oh tidak bisa ini sangat licik!
"Aku dibeliin Papi tadi hehe terus lihat nihhh aku juga beli ini." Kata Zelline sambil mengeluarkan satu paper bag lagi yang lebih kecil.
"GILAAA LICIKK"
Arthan berseru kuat ketika Zelline mengeluarkan apa yang ada di dalam paper bag yang lebih kecil itu.
Isi paper bag kedua⬇️
"Kata Papi aku boleh minta apa aja, jadi aku minta macbook sama handphone baru." Kata Zelline pamer.
"Parah Papi." Kata Ardhan kesal.
"Sumpah licik! Gue kemaren minta beliin motor enggak di kasih." Kata Arthan tidak terima.
Zelline malah menyengir lucu dan menunjukkan sebuah macbook juga handphone barunya.
"Lucu kann?" Kata Zelline senang.
Kedua Kakaknya yang ingin mengomel langsung diam ketika melihat wajah senang adiknya.
"Lucu"
Arthan dan Ardhan menjawab bersamaan meskipun dengan perasaan kesal. Sedangkan itu Zelline sudah mulai membuka handphone baru miliknya.
"Gue mau protes sama Papi! Apa-apaan Zelline beli macbook sama handphone bagus boleh gue minta beliin motor enggak boleh." Kata Arthan kesal.
"Papi kalo sama Zelline pilih kasih." Kata Ardhan juga.
"Kakk bawain ke kamar." Kata Zelline sambil memberikan paper bag berisikan macbook miliknya pada Ardhan.
Dia berjalan sambil memainkan ponsel baru miliknya dan meninggalkan kedua Kakaknya yang hanya bisa pasrah.
••••
0852********
Halo Kak Nathan
Ini Keisha save nomor aku ya Kak
Kening Nathan berkerut ketika dia mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenal. Padahal Nathan tidak merasa memberikan nomor ponselnya ke seseorang.
Belum selesai Kebingungannya ada pesan masuk lagi dari nomor yang lain.
0822********
Kak Nathannnnn
Malam Kak ini Lisa hehe simpen nomor aku ya Kak😚😚
Mata Nathan membulat ketika membacanya. Dia bergidik ngeri dan tak lama ada pesan masuk lagi dari nomor lain.
0853********
Ini beneran nomor Nathan kan?
Halo Nathan😚
Ini Meisya hehe salam kenal yaa🥰
Bales dong jangan di read doang🥺
Nathan semakin aneh ketika membacanya. Tanpa mau membalas ketiga pesan dari nomor tidak dikenal itu Nathan menaruh ponselnya di atas nakas.
Setelah itu Nathan pergi keluar kamar karena sebentar lagi sudah waktunya makan malam. Ketika ingin pergi menuruni tangga Nathan melihat kembarannya dan juga kedua adiknya yang sedang menuruni tangga.
Ketiga gadis itu tidak menyadari kehadiran Nathan yang berdiri tidak jauh di belakang mereka. Dan Nathan dapat mendengar ketiganya berbisik lalu tertawa sambil sesekali menyebutkan namanya.
"Udah kan? Aku udah kasih nomor Kak Nathan ke temen aku yang paling cantik." Bisik Maura.
"Aku juga udah, semoga Kak Nathan bakal suka." Kata Naura dengan penuh harap.
Nathan menggelengkan kepalanya pelan ketika mendengar itu semua.
"Kakak juga udah kasih nomor Nathan ke temen kampus yang paling cantikkk." Kata Nadhin.
"Ide Kak Nadhin memang oke." Kata kedua adiknya sambil tertawa.
Nathan tersenyum dan berusaha menahan tawanya, jadi ini semua ide dari kembarannya.
"Oh jadi chat Kakak itu temen kalian." Kata Nathan yang membuat ketiganya menoleh.
Mereka terlihat terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Nathan. Terlihat sekali Naura dan Maura takut, tapi kalau Nadhin biasa saja.
"Kak Nadhinnn"
Naura dan Maura mengatakan itu lalu berlari meninggalkan Nadhin yang langsung melotot karena dijadikan tumbal.
Begitu kedua adiknya pergi Nathan langsung menghampiri kembarannya. Dia merangkul Nadhin seraya tertawa pelan.
"Perhatian banget kembaran aku sampe cariin aku pacar." Kekeh Nathan.
Nadhin berdecak kesal, "Nathannn, lo tuh harus punya pacar supaya enggak gangguin adek-adek lo dan gue juga."
Nathan kembali tertawa ketika melihat kekesalan kembarannya itu.
"Berisik banget, lagian lo mau ngapain sih pacaran? Udah deh kuliah dulu aja yang bener." Kata Nathan sambil mencubit pelan pipi kembarannya itu.
"Nathannnn"
Nadhin lelah sendiri berbicara dengan kembarannya itu. Masa tidak mengerti sihh??
Nadhin kan mau ada yang membuatnya semangat untuk ke kampus. Misalnya ketika punya pacar dia jadi semangat kuliah karena mau ketemu pacarnya.
Huh masa begitu saja tidak mengerti!!!
"Kenapa Nathan tuh adik kamu lari ketakutan." Kata Devano ketika Nathan dan Nadhin muncul.
"Kalian ini ada aja yang diributin." Kata Daffa sambil tertawa pelan.
"Biasalah Mas kalau enggak ribut kayak ada yang kurang." Kata Fahisa menanggapi perkataan suaminya.
"Mereka tuh ngasih nomor Nathan ke cewek katanya biar Nathan punya pacar, jadi enggak bisa larang mereka pacaran." Kata Nathan yang membuat orang tuanya juga Daffa dan Fahisa tertawa.
Lihat kan? Semua orang pasti mendukung Nathan!!!
Menyebalkan sekali!!!
•••••
Yeyeyeye updateee😚
Maaf kemarin malem gak jadi update heheheh oh iya cerita ini aku usahain update setiap hari yaaaa🥰
Jadi jangan lupa vote dan comment biar aku semangattt🥰