
"Zelline? Mau memperhatikan atau keluar dari kelas?"
Seruan itu membuat Zelline tersentak dan mengerjapkan matanya hingga beberapa kali. Entah kenapa Zelline malah melamun ketika jam pelajaran berlangsung.
Wajah Zelline terlihat sangat ketakutan ketika Bu Ida menatapnya dengan tajam.
"Maaf Bu"
"Sekali lagi kamu melamun, keluar dari kelas saya." Kata Bu Ida tanpa kasihan.
Zelline mengangguk lesu membuat Kiara langsung menepuk-nepuk pelan pundaknya dan meminta dia untuk tenang.
Kali ini Zelline berusaha untuk fokus dan memperhatikan Bu Ida yang tengah menjelaskan materi sejarah yang diajarnya.
Sedangkan di kelas lain ada Gema yang tidak bisa berhenti tersenyum ketika mengingat Zelline. Niat awalnya untuk bolos pelajaran dia urungkan karena istirahat nanti dia harus menyusul Zelline ke kelasnya.
Rasanya aneh sekali karena Gema mendadak sesuka itu berada di dekat Zelline. Melihat wajah lucu dengan beragam ekspresi yang tidak membuat kecantikannya hilang.
"Sadar Ma sadar"
Suara itu membuat Gema menoleh dan menatap Laurent lalu tertawa pelan.
"Zelline cantik ya? Lo enggak ada niat untuk deketin dia beneran kan?" Tanya Gema pada Laurent.
Takut juga kalau Laurent mendadak ingin mendekati Zelline mengingat pria itu pernah satu kali jalan bersama dengan Zelline.
"Enggak, soalnya Kakak dia terlalu nyeremin." Kata Laurent yang malas berurusan dengan Kakak Zelline yang sangat menyeramkan.
Masalahnya juga Laurent belum mau serius dalam menjalani hubungan, jadi dari pada masa mudanya habis dengan dipukuli oleh Kakak Zelline lebih baik dia mundur.
Tapi, awalnya memang ada ketertarikan pada Zelline dan Laurent pun memang ingin mendekati gadis itu.
Dulu kalau sekarang sih tidak.
"Lemah."
"Lo tunggu aja sebentar lagi pasti Kakaknya Zelline bakal hubungin lo dan nanyain kedekatan lo sama dia." Kata Laurent yang membuat Gema langsung menatapnya.
"Sampe segitunya?" Tanya Gema tidak percaya.
"Iya, gue yakin mungkin hari ini atau mungkin juga besok pasti Kakaknya bakal chat lo dan yang paling parah nyamperin lo ke sekolah." Kata Laurent.
Bukan takut Gema malah tersenyum. Tidak masalah dia akan menghadapi Kakak Zelline itu.
"Laurent Gema kalian mau diam atau keluar?!"
Teguran dari Pak Aldi membuat Laurent dan Gema langsung mendongak lalu meminta maaf.
Kini Gema mulai menyimak pelajaran. Meskipun pikirannya di penuhi oleh sosok Zelline.
Ah tidak sabar menunggu waktu istirahat.
••••
"Sumpah ya masa Gema deketin Zelline"
Maura bergosip dengan kembarannya di kantin ketika melihat Zelline datang ke kantin bersama Gema yang berjalan disebelahnya.
Ikut melihat ke arah yang sama Naura menatap dengan tidak percaya.
"Wah ini sih Gema mengundang keributan." Kata Naura.
Mereka memperhatikan Zelline yang terlihat gugup dan tidak nyaman karena diperhatikan oleh orang-orang. Berbeda dengan Gema yang berjalan santai dengan satu tangan yang berada di saku celana dan satu tangan lainnya merangkul tubuh Zelline yang lebih pendek darinya.
Gema pasti sudah gila!!
"Eh sumpah ini kalo Kak Arthan sama Ardhan tau bisa habis tuh si Gema." Kata Naura sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Ditambah lagi kalo mereka berdua ngadu ke Kak Nathan wahh pecah pasti." Kata Maura menambahkan.
"Eh itu Kiara tuh dia jalan bareng Laurent pasti dipaksa sih." Kata Naura yang membuat Maura setuju dengan perkataannya.
"Samperin Nau." Kata Maura mengajak kembarannya.
Mereka lagi berdua ke kantin karena Levi dan Haikal sedang pergi ke ruang guru.
"Wah wahh Gema berani banget lo deketin Zelline"
Maura datang sambil memukul pelan meja. Dia dan Naura segera duduk di hadapan mereka yang membuat Gema mendengus kesal.
Sedangkan itu Zelline terlihat meminta pertolongan pada Naura dan Maura.
"Kenapa? Enggak usah ikut campur sana sama cowok lo berdua aja." Kata Gema sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Heh lo jangan macem-macem sama Zelline ya?! Gue aduin ke Kakaknya nanti." Ancam Naura.
Gema hanya bergumam pelan sebagai tanggapan.
"Kasian Zelline takuttt sama lo." Kata Maura yang melihat Zelline terlihat gelisah berada di samping Gema.
"Enggak, gue enggak makan orang, ngapain dia takut?" Kata Gema.
Zelline menatap Naura dan Maura lagi.
Gadis itu sudah mau berdiri, tapi Gema langsung menahannya.
"Heh enggak usah larang-larang ya?!" Kata Maura sambil melotot.
"Lo sama Naura pergi ke pantai bareng Levi dan Haikal minggu kemarin gue ada fotonya." Kata Gema dengan senyuman licik.
"Kok?!"
Gema tertawa melihat wajah panik kedua orang itu begitu juga dengan Zelline yang terlihat terkejut.
"Levi sama Haikal temen gue mereka juga satu ekskul basket sama gue, jadi gue tau." Kata Gema yang terlihat puas melihat wajah pias kedua gadis itu.
"Gue enggak bakal ngapa-ngapain lagian tanpa lo berdua kasih tau gue juga tau Kakak Zelline gimana. Enggak inget Laurent abis dipukulin??" Tanya Gema.
"Oke, tapi kenapa lo deketin Zelline?" Tanya Naura.
Gema melirik Zelline sekilas lalu tersenyum ketika gadis itu menatapnya juga.
"Gue suka." Kata Gema yang membuat Zellina langsung menatapnya.
"Suka aku?" Tanya Zelline kaget.
Gema tertawa lagi melihat ekspresi wajah Zelline yang menggemaskan.
"Sama Kakak lo! Ya iyalah sama lo." Kata Gema.
"Tapi...."
"Tuh Levi sama Haikal sana lo berdua enggak usah ganggu." Kata Gema yang membuat Naura dan Maura langsung melihat ke arah lain.
"Oke Zelline jangan takut ya? Nanti gue aduin Kak Nathan juga biar tau rasa tuh Gema." Kata Naura berusaha menenangkan Zelline.
Hanya anggukan saja yang Zelline berikan. Kemudian dia melirik Kiara sekilas yang kini tersenyum untuk menenangkannya.
Begitu kedua orang itu pergi Gema langsung menanyakan apa yang ingin Zelline pesan dan Zelline mengatakan pesanan yang biasa dia makan.
Gema pergi bersama Laurent untuk memesan.
"Tenang tenang Gema kayaknya enggak bakal aneh-aneh." Kata Kiara pada Zelline.
Zelline mengangguk sambil tersenyum. Baiklah dia tidak boleh takut!!!
Gema tidak akan berbuat jahat padanya, jadi dia tidak boleh takut.
Tak lama Gema kembali dan duduk lagi di samping Zelline yang sekarang sudah tidak terlalu canggung lagi. kini Gema berusaha mencari topik untuk berbicara dengan Zelline.
Hingga dia melihat sebuah ponsel di meja.
"Handphone lo bagus kayaknya baru." Kata Gema yang membuat Zelline melihat ke arah ponselnya.
Tanpa Gema duga gadis itu langsung tersenyum dan terlihat antusias.
"Iya, aku dibeliin Papi." Kata Zelline yang membuat Gema tersenyum melihatnya.
Hal itu tidak luput dari pandangan Kiara yang merasa kalau Gema sepertinya memang benar-benar menyukai Zelline.
Mungkin belum terlalu suka, tapi jelas sekali kalau Gema tertarik pada Zelline.
"Lucu, case nya juga lucu." Kata Gema.
"Makasih, aku udah lama mau handphone ini, tapi enggak berani bilang sama Papi baru kemarin beraninya terus langsung dibeliin." Kata Zelline senang.
"Gila!" Kata Kiara tidak percaya.
Bisa-bisanya baru minta langsung dibeliin kalau Kiara kayaknya dikeluarin dari kartu keluarga kalau sampai minta dibelikan handphone seperti Zelline.
"Hehe terus sampe rumah aku ribut sama Kak Arthan sama Kak Ardhan soalnya mereka minta sesuatu sama Papi enggak dibeliin." Kata Zelline bercerita.
"Lo pasti anak kesayangan." Kata Laurent.
"Enggak Mami sama Papi sayang sama semuanya, tapi aku anak perempuan sendiri dan anak terakhir juga." Kata Zelline.
Oh pantas saja.
"Bagus handphonenya, nomor gue udah disimpen kan??" Tanya Gema pada Zelline.
Zelline mengangguk sebagai jawaban membuat Gema tersenyum.
Pria itu mengusap kepala Zelline dengan sayang membuat Zelline melotot dan merasa jantungnya berdegup sangat kencang.
Laurent dan Kiara berasa menjadi nyamuk sekarang.
••••
Yuhuuuu aku updateeeeee🥰
Next part Gema baru berhadapan sama tiga bodyguard Zellinee😚
Aku update lagi sore atau malam yaaa🤗
Jangan lupa vote dan comment❣️❣️❣️