Possessive Brothers

Possessive Brothers
2 : Gema



"Siapa nama cewek yang di kelas IPA 2?"


Gema bertanya pada teman-temannya ketika mereka berada di rooftop sekolah dan membolos di pelajaran setelah istirahat. Ada tiga orang pria di sana, Gema, Justin dan Laurent yang selalu langganan bolos mata pelajaran.


Mereka terlihat santai sambil meminum es jeruk yang dibeli di kantin ketika waktu istirahat tadi.


"Cewek banyak Ma enggak usah ngajak ribut lo, cewek yang mana?" Kata Justin kesal.


Gema tertawa pelan, "Yang Kakaknya mukulin si Laurent kemaren, siapa namanya?"


"Oh Zelline"


"Iya itu tadi gue ketemu dia di uks." Kata Gema.


"Kakaknya galak banget gila, gue di keroyok." Kata Laurent kesal.


Justin tertawa mendengarnya, kasihan sekali.


"Cakep anaknya, tapi kayaknya pendiam ya?" Kata Gema penasaran.


"Polos, gue jalan sama dia kemarin itu anaknya pemalu parah enggak mau ngomong kalau enggak diajakin." Ungkap Laurent.


"Lo kenapa bisa tiba-tiba jalan sama dia? Bukannya tipe cewek lo yang kayak Maura?" Kata Gema bingung.


"Dia kalah taruhan sama Arthur terus disuruh ajak jalan Zelline dan karena niatnya buruk sih, jadi dia kena karma dipukulin Kakaknya haha." Kata Justin sambil tertawa.


Laurent mendengus kesal. Awalnya memang begitu, tapi ternyata Zelline cantik juga.


"Tapi, dia cakep cuman Kakaknya agak galak." Kata Laurent.


"Lo jangan sering taruhan gitu lah Rent." Kata Gema memperingati.


"Kayak lo enggak pernah aja." Sindir Laurent.


"Dih memang enggak pernah gue mah." Kata Gema jujur.


"Memang kenapa lo nanyain Zelline? Naksir ya?" Tanya Justin yang membuat Gema tertawa mendengarnya.


"Enggak, waktu liat dia cuman terpesona.. soalnya cantik." Kata Gema.


"Suka itu mah." Kata Justin dengan penuh semangat.


"Enggak"


"Masih gagal move on dia." Kata Laurent sambil tertawa.


"Itu juga enggak. Gue udah enggak pernah mikirin Stella lagi." Kata Gema dengan raut wajah serius.


"Iya dah iya, tapi seriusan lo enggak naksir Zelline?" Tanya Justin.


Gema tak langsung menjawab, dia menenggak habis es jeruk miliknya lalu melempar wadah minuman itu ke dalam tempat sampah.


"Belum, enggak tau nanti."


Dan kedua temannya tertawa mendengar pernyataan itu.


Sejauh ini Gema memang tidak pernah dikabarkan dengan wanita. Terakhir kali pria itu berpacaran dengan Stella Gabriella yang sekarang sudah pindah sekolah.


Mereka putus dan sejak saat ini Gema belum memiliki kekasih lagi.


••••


"Kak Arthannn"


Zelline menyengir lucu sambil melambaikan tangannya pada Kakak laki-lakinya. Hari ini ternyata hanya Arthan saja yang menjemput menggunakan motornya.


Dengan senyuman manisnya Zelline berlari kecil menghampiri Arthan yang tertawa pelan melihat adiknya yang lucu itu.


"Ayo pulang"


Arthan mengangguk singkat. Kemudian dia memakaikan helm untuk adiknya. Ada banyak mata yang menatap ke arahnya dengan kagum.


Sudah biasa Arthan ditatap begitu.


"Naik"


Zelline menurut, dia segera naik ke atas motor lalu melambaikan tangannya pada Kiara yang juga baru keluar dari area sekolahan dengan salah satu temen sekelas mereka yang memang searah dengan gadis itu.


Diperjalanan Zelline menatap ke sekitarnya sambil hingga setelah lima belas menit perjalanan motor Arthan malah berhenti di area minimarket.


"Ehh"


Arthan segera turun, "Ayo mau gue beliin ice cream gak?"


Mata Zelline langsung berbinar. Dia mengangguk dengan semangat dan langsung turun dari atas motor.


"Ayoooo"


Dengan manja Zelline memeluk lengan Kakak laki-lakinya itu dan bersama-sama masuk ke dalam minimarket.


Di sana Arthan mengambil troli belanjaan karena sebelum menjemput adiknya Devina memang menitip beberapa keperluan dapur.


"Kakak mau borong?" Tanya Zelline yang membuat Arthan tertawa mendengarnya.


"Enggak, tadi disuruh Mami beli beberapa keperluan dapur." Kata Arthan.


Zelline mengangguk faham dan mengikuti Kakaknya terlebih dahulu.


"Gimana sekolahnya? Ada yang gangguin kamu enggak?" Tanya Arthan.


"Enggak kalau Kakak gimana? Terus Kak Ardhan mana?" Tanya Zelline penasaran.


"Ardhan lagi ada kumpulan sama organisasinya, kamu tau lah dia gimana." Kata Arthan.


Zelline mengangguk faham ketika mendengarnya.


"Sana kamu mau beli apa? Nanti Kakak yang bayar." Kata Arthan.


"Nanti nemenin Kakak dulu." Kata Zelline sambil tersenyum.


Gadis itu terus mengikuti Arthan yang mengambil beberapa bahan makanan yang Devina minta.


Setelah selesai dia baru bertanya pada Zelline apa yang mau gadis itu beli. Dan dengan penuh semangat Zelline mengambil beberapa cup ice cream.


"Udah"


"Itu aja?" Tanya Arthan tidak yakin.


"Sama coklat nanti di kasir." Kata Zelline yang membuat Kakak laki-lakinya itu tersenyum.


Keduanya langsung pergi ke kasir dan Zelline segera mengambil lima buah coklat. Melihat itu Arthan menggelengkan kepalanya pelan.


Zelline kembali naik ke atas motornya dan berpegangan pada Arthan ketika motor milik Kakaknya itu mulai melaju.


Ah Zelline suka kalau Arthan lagi baik.


••••


082*********


Zelline?


Kening Zelline berkerut ketika mendapat pesan dari orang yang tidak dia kenal. Baru saja ingin mengabaikan pesan itu, tapi malah ada satu pesan lagi yang masuk dari nomor yang sama.


Dan ketika membacanya mata Zelline membulat. Gadis itu merasa terkejut dan langsung bertanya-tanya, dari siapa orang ini mendapatkan nomornya?


082*********


Ini Gema


Bales!


Dengen cepat Zelline segera membalasnya karena takut memiliki masalah dengan berandal sekolahannya itu.


Zelline


Iya, kenapa?


Masih dengan wajah bingungnya Zelline menunggu balasan yang Gema berikan dan ternyata pria itu membalas dengan sangat cepat.


082*********


Ya, simpen nomor gue


Zelline semakin kebingungan, tapi mau menolak dia tidak enak dan malah takut menimbulkan masalah nantinya.


Dia tidak mau berurusan dengan Gema.


Zelline


Iya Gema


082*********


Ya makasih


Zelline


Iya sama-sama


Dan Zelline langsung menutup percakapan dengan menaruh ponselnya di atas nakas. Tidak mau berbalas pesan lagi dengan pria itu karena jujur Zelline sedikit takut.


Wajah Gema sangat menyeramkan kalau menurutnya. Matanya sangat tajam ketika menatap seseorang.


"LO JALAN SAMA TANIA KAN?!"


Zelline terkejut bukan main ketika suara teriakan Kakaknya terdengar. Dia mendengus kesal setelah sadar nama yang Arthan sebutkan.


Jujur saja Zelline sangat tidak suka dengan kekasihnya Kak Arthan.


Jadi, saat mendengar keributan itu Zelline langsung keluar kamar dan menghampiri kedua Kakaknya yang sepertinya sudah pergi ke kamar.


Dia membuka pintu kamar Ardhan dan benar saja sudah ada Arthan yang mengomel di sana.


"Gue udah berapa kali bilang jauhin cewek gue! Cewek banyak Dan enggak usah gangguin cewek gue." Kata Arthan.


Raut wajah Ardhan sudah tidak bersahabat, dia paling tidak suka dituduh begini.


"Gue enggak jalan sama dia! Terakhir kali cuman nganterin dia balik itu juga karena udah mau malem dan dia sendirian di halte! Bisa gak berhenti nyalahin gue?!" Tanya Ardhan kesal.


"Basi Dan! Gue tau lo suka sama Tania dan lo mau ngerebut dia dari gue kan?" Kata Arthan yang membuat Ardhan menghela nafasnya pelan.


"Terserah! Gue udah berkali-kali bilang kalau gue enggak ada niat untuk deketin cewek ganjen lo itu." Kata Ardhan.


Arthan mengepalkan tangannya kuat-kuat dan sudah akan memukul kembarannya itu kalau saja Zelline tidak bersuara.


"BERANTEM AJA TERUS!"


Kini kedua pria itu langsung mengalihkan pandangannya pada Zelline yang terlihat cemberut dengan kedua tangan terlipat di dada.


"Tania Tania Tania! Berantem aja terus karena cewek itu!" Omel Zelline.


Keduanya masih diam ketika Zelline mulai mengomel dengan wajah kesalnya.


"Kak Arthan tuh cuman karena Tania berantem terus sama Kak Ardhan! Kesel banget, seharusnya pacar Kakak enggak buat Kakak ribut sama kembaran Kakak sendiri!" Omel Zelline lagi.


"Tau, tuh dengerin kata adek lo." Kata Ardhan kesal.


Arthan berdecak sebal dan mendorong kepala Ardhan cukup kuat.


"TUH KANNN!"


Zelline berseru kesal, dia langsung mendekat dan memeluk lengan Ardhan.


"Sana sama Tania aja! Kalau ada apa-apa yang dibeli dia terus, awas aja kalau aku punya pacar aku bakal kayak gitu juga." Kata Zelline kesal.


Dengan penuh kekesalan Zelline menarik lengan Ardhan dan meminta Kakak laki-lakinya meninggalkan Arthan sendirian.


"Zelline"


Ardhan tersenyum puas. Biar saja, biar Arthan sadar kalau dia sudah gila karena kekasihnya yang keganjenan itu.


Semoga saja mereka cepat putus Ardhan sudah darah tinggi sendiri melihat Tania yang dekat dengan banyak pria padahal sudah berpacaran dengan kembarannya.


Arthan kalau sudah bucin bodohnya tidak ketulungan sampai Ardhan rasanya ingin memukul kepala pria itu.


"Zelll"


Oh Arthan tidak akan tahan kalau Zelline merajuk padanya.


Memang enak dimusuhin adiknya sendiri. Salah siapa belain pacarnya terus.


•••••


Kapok Arthan adeknya ngambek🙄


Part ini tidak ada Naura dan Maura yaa, tapi next part mereka baru muncul lagi🥰


Kalian suka gak