
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
******
Alex sedang di dalam sebuah mobil dan berhenti di sebuah toko bunga
Alex turun dan keluar dari mobil mewahnya seketika banyak gadis yang berada di situ terkejut, kagum dan salah tingkah melihat Alex dengan setelan jas mahal berwarna biru gelap menambah ketampanannya, bahkan ada yang diam-diam memotretnya namun Alex tetap cuek dan berjalan ke dalam toko bunga
"Saya mengambil pesanan atas nama Alex." ucapnya kepada pegawai toko tersebut lalu pegawai itu langsung mengambilkan buket bunga yang besar berisikan bunga delphinium yang masih segar dan cantik dengan warna birunya yang khas menjadi pilihan Alex untuk menjadikan ya hadiah
setelah mengambil bunga itu Alex masuk ke mobil dan pergi dari toko tersebut
Hampir 30 menit di jalan ahkirnya mobil mewah berwarna merah itu berhenti di sebuah butik
*Jangan tanya itu butik siapa* 😁
Alex keluar dari mobil sambil membawa buket bunga tadi dan masuk ke dalam butik tersebut dan mendekat ke meja pegawai penjaga toko
"Selamat pagi pak ada yang bisa saya bantu." ucap wanita tersebut
"Saya ini bertemu Rara Winarti." ucap Alex
"Ada perlu apa ya pak? apa kah sudah membuat janji bertemu sebelumnya." tanya wanita tersebut
"Saya memiliki urusan yang belum selesai dengan dia." ucap Alex dengan santainya
"Kebetulan owner kami tidak ada di tempat dan tidak bisa datang ke butik hari ini di karenakan dalam keadaan sakit, jika urusan bapak berkaitan dengan butik ini saya bisa membantu bapak atau bapak ingin bertemu dengan menejer kami." jelasnya
Alex langsung diam dan berpikir (sakit bukanya kemaren baik-baik saja bahkan masih kuat menendangku) batin Alex
"Ya sudah kalau gitu." Alex pergi bergitu saja keluar butik dan masuk ke mobilnya
Alex membuka catatan dan mendapatkan sebuah alamat tanpa pikir panjang Alex menyalakan mobilnya dan pergi ke alamat tersebut.
Tak berapa lama Alex menemukan rumah yang sesuai dengan alamat tersebut
Rumah ini milik Rara karna dia tinggal sendiri dia tak ingin tinggal di rumah yang besar karna dia akan kesusahan untuk merawatnya dan pasti akan kesepian
Alex keluar dari mobil dan memperhatikan rumah ini (rumah yang sanget kecil, apakah di tinggal di rumah jelek ini, malang sekali nasibnya) batin Alex sambil masuk ke pekarangan rumah dan menekan bel yang ada di pintu
Rara mendengar bel pintunya berbunyi lantas langsung bangun dari sofanya dan membukanya
"Kau!!!!! mau apa kau ke sini? tau dari mana kau alamatku?" tanya Rara dengan nada yang tinggi
Alex bukan nya menjawab malah memberikan bunga tersebut dan berjalan memaksa untuk masuk ke dalam rumah
Rara hanya rekfles menyambut buket bunga tersebut dan membiarkan Alex masuk ke dalam rumah
Alex yang seenaknya saja masuk dan duduk di sofa lalu mengeluarkan hp ya lalu melakukan panggilan
"Kirimkan dokter terbaik dan harus wanita ke alamat yang saya kirim" ucap Alex
lalu tak berapa dia menutup panggilannya
Rara yang melihat hal ini terdiam dan bingung setelah sadar Rara berjalan mendekat ke arah Alex
"Apa maksud semua ini." ucap Rara berdiri dekat Alex yang sedang duduk sambil mengetik sesuatu di hpnya
Alex narik tangan Rara untuk duduk di sampingnya sehingga Rara terduduk di sofa dan buket bunga tadi ada di pangkuannya
Alex mendekatkan wajahnya dan tangan ya menyetuh dahi Rara setika wajah Rara memerah
"Kau benar-benar panas, dibagian mana kau merasa sakit." ucap Alex kembali duduk normal
Rara yang mulai jengkel mengankat tangannya hendak menampar Alex namun tangan itu di tahan oleh Alex
"Wow.. orang sakit di larang untuk melakukan tindakan kekerasan." ucap Alex sambil menahan tangan rara dan memegangnya
"Apakah kamu sudah makan?" tanya Alex sambil melepaskan tangan Rara
"Sudah aku sarapan dengan buah aple." jawab Rara refleks
"Pantas saja kau sakit hanya makan buah, dan tinggal di rumah yang jelek ini sendiri" ucap Alex dengan santainya
" Apa katamu!!!" teriak rara
Namun Alex langsung berdiri dan mengendong Rara. berjalan menuju ke kamar, Rara memberontak dan berteriak
"PRIA GILA apa yang kau lakukan!!!!! turunkan aku, atau aku akan memangil polisi dan melaporkanmu" teriak rara tapi Alex tak bergeming dia tetap mengendong Rara masuk ke kamarnya dan menurunkannya di kasur lalu menyelimutinya
" Beristarhatlah dan jangan teriak-teriak atau aku harus membukam mulutmu dengan mulutku" ucap Alex sambil menyelimutin Rara
Rara langsung menutup mulutnya dengan tangan dan diam saja tubuhnya di selimutin oleh Alex
tak berapa lama bel pintu berbunyi
"Tunggu sebentar jangan ke mana-mana itu dia dokternya datang" ucap Alex beranjak pergi keluar kamar untuk membukakan pintu rumah
Kemudian masuk lagi bersama dokter cantik berjalan mendekat ke Rara yang sedang berbaring di kasur
"Selamat pagi saya dokter Anita, akan memeriksa anda" ucapnya sambil mengeluarkan Stetoskop dari tas ya dan memakainya lalu mulai mengecek Rara
sedangkan Alex keluar dari kamar karna dia menelpon seseorang