Please Love Me

Please Love Me
Kumat



Haiiii..... 🤗🤗


Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan


Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏


Selamat menikmati 😊😘


Jangan lupa di 👍 dan ❤


Di tunggu kritik dan sarannya 😊


*******


Rara bergegas keluar dari gedung itu dengan nafas yang seperti orang habis lari maraton


sampai di parkiran lalu Rara membuka jok motornya dan mengambil obat dan air di botol yang sudah dia siapkan untuk berjaga-jaga


setelah meminum obatnya dia pun terduduk di samping motornya mengatur nafasnya dan berusaha mengelap keringat dinginnya


Beberapa menit kemudian Rara nafasnya mulai teratur dan kepalanya tidak lagi berat, dalam keadaan terduduk di samping motornya Rara berusaha bangun untuk segera pulang karna dia tidak ingin berada di gedung ini lebih lama lagi


Jam 16.00


Rara memasukan motor ya ke bagasi di samping rumahnya lalu kedepan rumah untuk membuka pintu dan masuk ke dalam dan langsung terduduk di sebuah sofa di ruang tamunya


"Ya Tuhan ujian apa lagi ini." ucap Rara sambil meluruskan badannya di sofa


"Kenapa aku selalu mendapatkan kesialan." ucap Rara dengan mata yang mulai tertutup


******


Sementara itu di sebuah ruang tamu yang megah


"Apakah masih perih Lex." tanya Rio melihat temannya yang termenung sambil memegang pipinya


Pria itu tersadar dan berkata "tidak... aku hanya heran apa aku kurang tampan baginya hingga aku mengajak nikah malah di tampar." ucap Alex yang sedang duduk sambil memegang pipinya dan tersenyum


"Wow....wow... apakah itu senyuman tulus? aku tak pernah melihatmu tersenyum setulus itu" ucap Rio yang sedang memperhatikan sepupunya itu


"Jangan sampai ada besok berita *seorang gadis cantik owner WO di temukan tak bernyawa* haha...haha." ucap Rio sambil terkekeh


"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu mengikutiku seharian ini bahkan dari kantor sampai ke rumah ku." lanjut ucapnya Alex


"Aku hanya bosan Lex, tapi siapa sangka aku mendapatkan pemadangan terbaik hari ini haha..haha, seorang Alex si penakluk wanita hari ini di tolak lamaran dan di tampar hahaha....hahaha." ucap Rio yang tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian tadi siang


"Candra Rio Wijaya apakah kamu bosan hidup?." ucap Alex dengan wajah datar dan aura yang dingin


"Sabar...sabar.. bro aku hanya bercanda" ucap Rio berhenti tertawa dan berdiri bersiap mau pulang


"Sudah sana pulang atau kamu mau pulang tinggal nama." ucap Alex dengan nada mengancam


" Ia ia ia aku pulang, bye bro." ucap Rio pergi ke arah pintu sambil memutar kunci mobil di jarinya


Melihat sepupunya pergi dia segera berdiri dan berjalan ke kamar sambil melepas jas dan kemejanya lalu meleparnya ke kasur dan pergi mandi


*****


"Hhmmm sudah jam berapa ini" ucap Rara yang sedang merenggakan tubuhnya yang kaku akibat tidur di atas sofa lalu melihat jam di tangan kanan ya


" Aku tidur sudah tidur 3 jam pantas aja badan ku sakit semua dan perut ku lapar" ucap Rara sambil berdiri dan kedapur niat untuk masak lalu makan dan mandi tak lama setelah membersihkan diri dan mengisi perutnya lantas dia ke meja kerjanya yang terletak di samping kasurnya untuk melanjutkan desain gaun pernikahan pesanan para pengguna jasanya tak lama kemudian hingga ahkirnya dia tertidur dengan posisi terduduk di meja kerjanya mungkin ini efek dari obat yang dia minum hingga dia selalu merasa mengantuk


*****


Alex tidak bisa tidur dia bolak balikkan badannya di kasurnya namun tetap tidak bisa tidur bahkan setiap dia menutup mata wajah wanita cantik yang menamparnya itu ada di otaknya


lalu dia bangun dan duduk melihat jam yang ada di meja kecil samping kasurnya sudah menujukan jam 2 dini hari


"Ada apa denganku???? aku tak bisa berhenti memikirkannya!!! bahkan wajahnya seperti potongan film yang berputar-putar terus di ingatanku." ucapnya sambil mengosok kasar wajahnya


"Aku ingin melihat senyumnya lagi seperti tadi siang siapa dia???? kenapa dia bisa membuatku seperti ini aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya." ucap Alex sambil berdiri dan mengambil hpnya mencari nomor seseorang lalu menelponnya


Suara laki-laki keluar dari telpon tersebut "Siap bos ada apa?." ucap pria tersebut


"Apakah kamu tau the papredise WO?" tanya Alex


"saya ingin kamu mencari data tentang ownernya jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun" lanjut ucap Alex memerintah pria di telpon tersebut


"Siap bos laksanakan." ucap pria di telpon


"Saya ingin data itu ada di meja saya besok." ucap Alex lalu menutup telpon