
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
******
Rara tersadar bahwa dia tidak sesak nafas dan tidak merasa pusing atau keringat dingin saat berada dekat Alex tadi, pikiran Rara mulai berpikir bagaimana hal ini terjadi dia pun hanyut dalam pikirannya
"Anda hanya kecapean dan terlalu banyak pikiran serta tidak makan secara teratur." ucap dokter tadi memecah lamunan Rara
"Oh ia dok." jawab canggung Rara
"Saya akan membuat menbuatkan resep obat dan vitamin untuk anda." ucap dokter itu sambil menbereskan perlengkapannya
Rara yang merasa canggung hanya terdiam dan tersenyum, dokter itu keluar dari kamar Rara dan menemui Alex yang sedang berada di ruang tamu
Rara langsung bangun dari tempat tidur dan bejalan menuju kaca besar yang ada di kamar
"Rambut acak-acakan, wajah kusam pucat dan masih memakai piyama." ucap Rara memperhatikan dirinya yang tidak beraturan bentuknya
"Kau tetap cantik kok." ucap Alex masuk sambil membawa nampan berisikan bubur, susu dan air putih dan menaruhnya di meja kecil samping kasur
"Kau!!! pria gila mau apa lagi kau masuk ke sini?" ucap Rara sambil menunjuk Alex
"Kemari dan makanlah lalu istarhat Ra." ucap Alex
Rara kembali ke kasur dan duduk lalu Alex mengangkat nampan tadi lalu menaruhnya di depan Rara
"Makanlah yang banyak Ra kau sangat kurus." ucap Alex sambil tersenyum
"Aku tidak kurus aku memang sedang menjalankan program menurunkan berat badan." ucap Rara sambil memasukan bubur ke mulutnya
"Hhhmmm..... ini sangat enak di mana kau membelinya." ucap Rara
"Aku tak mengerti wanita kenapa mereka merasa dirinya selalu gendut." ucap Alex
"Dan bubur itu tidak aku beli, aku membuatnya" sambung Alex
Mendengarkan hal itu Rara tersedak dan batuk, Alex yang melihat itu langsung berusaha memberikan air minum untuk Rara
"Hahaha.... kau memang bisa masak, aku tidak percaya bahwa seorang Alex William bisa masak bubur seenak ini" ucap rara dengan nada mengejek dan menekan di bagian namanya
"Ya ialah aku tau kamu siapa, foto mu berjejer di surat kabar mana pun di kota ini bahkan ada berita yang menurutku di lebih-lebihkan tentang " ucap Rara sambil mengehabiskan buburnya
(Kau tau aku siapa tapi masih menolakku Rara... wow kau wanita yang sangat menarik) batin Alex sambil memperhatikan Rara yang disibuk mengisi mulutnya dengan bubur
Mereka ngobrol dengan santai tidak ada lagi rasa canggung dan Rara tidak menyadari bahwa dirinya tidak kumat saat berada di dekat Alex
Rara selesai makan lalu bangun dari kasurnya
"Kau keluar dari kamarku, aku ingin mandi dan istarhat." ucap rara sambil mendorong Alex yang membawa nampan yang berisi piring bubur tadi
"Aku akan merawatmu Ra biarkan aku di sini." ucap Alex sambil mengangkat tinggi nampan takut jatuh
"Tidak... aku bukannya sembuh malah tambah sakit jika berada di dekatmu dan asal kamu tau kaulah penyebabku sakit." ucap Rara mendorong Alex keluar kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya
"Apa maksud mu Ra?" teriak Alex yang berada di depan pintu kamar Rara
Rara hanya diam dan terduduk di belakang pintunya
Alex yang merasa tidak ada jawaban Rara dari kamar lantas ke dapur membawa nampan yang berisi piring kotor tadi
"Apa yang terjadi sama aku kenapa aku tidak sesak nafas berada di dekatnya" ucap Rara sambil memegang dadanya
Tak lama kemudian dia bangun dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
sekitar 20 menit Rara melakukan aktivitasnya lantas dia membuka pintu kamarnya dan mengeluarkan kepalanya untuk mengintip
"Tidak ada tanda-tanda dia ada di sini" ucap Rara keluar dari kamarnya
"hhhmm ke mana dia perginya" sambil berjalan ke dapur mencari Alex namun tidak menemukan siapapun
"Sepertinya dia sudah pergi..... syukur lah." ucap Rara sambil mengambil air minum.
Rara melihatan ada sebuah panci dan kertas di atasnya
Rara mengambil kertas itu dan membuka panci kecilnya melihat ada sebuah bubur di dalamnya
"Maaf sayang aku harus pergi, aku membuatkan bubur lagi untukmu makanlah yank banyakM" tulisan di kertas itu
"Dasar pria gila." ucap Rara sambil mengambil sendok dan mencoba bubur yang ada di panci
"hhmmm enak... ternyata dia memang membuatnya sendiri" ucap Rara sambil mencicipin bubur itu
Rara keluar dari dapur dan ke ruang tamu
sebuah buket bunga besar di lantai menjadi perhatian Rara, dia mengambilnya dan meletakkannya di meja depan tv lalu dia duduk di sofa sambil mendang bunga tersebut.
Tak lama kemudian dia beranjak ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya dan hp yang di masukkan ke tasnya lalu keluar rumah masuk ke mobilnya