
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
********
1 Minggu setelah kejadian Rara pingsang sambil di gendong Alex
Pria itu tidak pernah lagi datang ke butik bahkan pembayaran untuk gaun ya sudah di lunasi namun gaunnya tetap di biarkan di dalam butik tidak di ambil
Rara tidak mau ambil pusing tentang permasalahan ini dan pekerjaan rara berjalan dengan lancar bahkan semua pesanan untuk bulan ini sudah di kerjakannya
sekarang dia sedang bersantai duduk di sebuah dijendela yang di sulap Rara menjadi tempat bersantai dengan buku di tangannya dan teh hijau kesukaannya menemaninya
Tok....tok....tok
"Permisi owner... kiriman bunga hari ini?." kata pegawai dengan membawa rangkaian bunga yang cukup besar masuk ke dalam ruangannya
"Kirimanan bunga lagi." ucap Rara sambil berdiri dan menerima buang tersebut
" Ini sudah ke 7 kalinya orang itu mengirimkan buket bunga untukku. " ucap Rara sambil menaruh bunga tersebut di atas mejanya lalu mengambil kartu ucapan yang berada di atas bunganya lalu membukanya
" I miss you " tulisan di kartu ucapan itu
" Sebenarnya tujuan dia melakukan ini apa??" ucap Rara yang mulai risih karna sudah 1 minggu ini mendapatkan kiriman bunga dan kartu ucapan yang berisi kata i miss you
"Aku rasa dia benar-benar jatuh cinta padamu owner" ucap pegawainya dengan tersenyum
"Hahaha.... cinta itu tidak ada..." ucap Rara sambil tertawa
"Kau bisa pergi" ucapnya lagi ke pegawainya untuk pergi dari ruangannya
Rara terdiam sambil melihat buket bunga
tak lama kemudian Rara mengambil tas dan kunci mobilnya tidak lupa juga buket bunga itu di bawanya lalu keluar dari butiknya
Sekitar 30 menit Rara sampai di gedung pecar langit lalu masuk sambil membawa buket bunga tadi
"Permisi saya ingin bertemu bapak Alex." ucap Rara kepada resepsionis
"Maaf bu apakah sudah membuat janji." tanya resepsionis
"Pak ceo sedang tidak di tempat." ucapnya lagi sambil melihat Rara dari atas sampai bawah
Sebelum resepsionis itu menjawab seorang pria mendekat ke belakang Rara dan resepsionis itu langsung membungkuk dan berkata "selamat pagi pak ceo." kata wanita tersebut
"Kau datang mencariku." ucap Alex yang sedang di belakang Rara seketika Rara pun berbalik melihat wajah yang berbicara di belakang ya
" Ia aku ingin bicara dengan mu sekarang juga." ucap Rara dengan nada kaku sambil berusaha menjauh dari Alex
"Baiklah kalau seperti itu." Alex langsung menarik tangan Rara dan berjalan ke lift khusus ceo
Rara hanya diam dan mengikutin hingga di dalam lift Rara tetap diam sambil memegang buket bunga yang dia bawa tadi sama begitu juga Alex yang diam sambil memperhatikan wajah Rara
Hingga tiba lift itu terbuka dan ternyata langsung di dalam ruangan kerja Alex
Alex keluar dari lift di ikutin Rara di belakangnya
"Tujuan saya ke sini ingin menanyakan maksud dan tujuan bapak mengirimkan saya bunga seperti ini apa." tanya Rara tanpa basa basi sambil melempar bunga itu ke alex yang berada di depannya
Bukannya menjawab Alex malah mendekat ke arah rara yang langsung mundur pelan lahan sehingga tidak sadar bawah dirinya sudah terpojok ke dinding seketika Rara mulai merasa sesak nafas namun Rara tetap berusaha tenang
"Aku sangat ingin membuatmu berdesah di bawahku." bisik Alex ke ketelinga Rara seketika wajah ya Rara memerah
tidak lama tangan Rara bergerak nampar pipi Alex
*P*pppllaaaakk....!!!!
Suaranya cukup keras namun Alex hanya mundur sedikit dari Rara
"Dasar kurang aja.... orang gila." ucap Rara sambil marah dan mendorong Alex namun tangan di tersebut di tangkap oleh Alex dan menguncinya di atas kepala Rara
"Le....lepas....lepaskan aku dasar pria gila." ucap rara sambil memgatur nafasnya yang mulai sesak akibat ganguan kecemasannya mulai kumat
Alex melihat hal tersebut bukannya melepaskannya dia malah mendekatkan wajahnya dan menciumnya.
Rara yang merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir Alex dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri
Ciuman itu tak belangsung lama
Alex melepaskan Rara dan sedikit mundur
Rara yang merasa dirinya sudah bebas langsung mendorong Alex dan menendang kakinya Alex sehingga membuat mundur Alex kesakitan
Seketika Rara lari keluar ruang tersebut dan menuju ke lift dan menekan tombol lift dengan cepat karna dia melihat Alex berlari keluar ruang itu untuk menyusulnya namun kalah cepat Rara sudah di dalam lift turun
"Aaahhh...... sial...." teriak Alex marah sambil memukul tembok
Sementara itu Rara lari keluar gedung tersebut dan masuk ke dalam mobilnya segera mencari obat dan air minumnya
" Apa-apa pria gila itu." teriak Rara sambil meminum air dan menenangkan dirinya
" Aku harus segera pulang dan membersihkan diri parfum pria gila itu masih tercium." ucapnya Rara sambil menyalakan mobilnya