
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
*******
Setelah Alex pergi Rara pun mulai sadar dan membuka matanya
"Rara kau sudah bagung." ucah Yeni yang sedang duduk di samping nya
" Bagaimana perasaanmu." tanya Yeni sambil memberikan segelas air
"Aku sudah merasa lebih baik Yen." ucap Rara setelah duduk sambil meminum air lalu menaruhnya ke meja kecil di samping kasurnya
"Apa yang terjadi Yen?" tanya Rara sambil memijit pelepis alisnya
"Kau pasti tidak percaya, seorang pria tampan bagaikan malaikat merawatmu di ruang ini." ucap Yeni dengan senyum
"APA!!!!."teriak Rara
"Bagaimana bisa kamu membiarkan pria masuk ke kamar ku dan merawatku YenM" ucap Yara dengan nada tinggi
"Aku tak bisa berbuat apa-apa... kamu memegang tangannya dengan erat seolah-olah tak ingin dia pergi darimu." ucap Yeni menjelaskan apa yang terjadi
"Aku memengang tangan seorang pria." ucap Rara tak percaya
"Ia Ra, siapa dia Ra? kenapa kamu bisa di gendongnya?.....apa benar dia calon suamimu?.... apa dia orang kirimanan orangtuamu lagi?" pertanyaan Yeni bertubi-tubi sedangkan Rara hanya terdiam, duduk dan berpikir mengingat apa yang terjadi
"Aaahhhhh!!!!!....... pria tidak tau diri." teriak Rara sambil berdiri berjalan ke arah kaca dan melihat dirinya di kaca mencari apakah pria itu melakukan sesuatu padanya
"Baju ku masih utuh...... tidak ada bekas apa pun!!!!." ucap Rara sambil memperhatikan dirinya di depan kaca
Melihat hal itu yeni kebingungan dan bertanya "Ada apa Ra!!! Siapa dia???.
"Dia pria yang tidak tau malu, dia yang memesan gaun dan setelah jas dengan harga gila itu Yen." jelas Rara sambil berjalan ke kasur lagi untuk duduk
"Kemaren aku ke kantornya untuk menanyakan perihal masalah gaun dan jasa WO kita yang tidak akan kabarnya lagi eehh dia dengan enteng ya menjawab tidak memiliki pengantin wanita untuk melanjutkan hal tersebut lalu mengajak ku menikah lalu aku tampar dan pergi dari kantornya lalu hari ini katanya dia akan membayar lunas biayanya tapi dia malah menarik ku ke pangkuannya dan mengajakku menikah lagi setelah itu aku tak ingat lagi" jelas Rara
"Aku tidak tau Yen tapi apakah dia tindak melakukan hal tidak sopankan?" tanya Rara
"Tidak ada dia hanya duduk di sampingmu sambil memengang tangan mu dan membantu mu untuk mengatur nafasmu." jawab Yeni sambil berdiri
"Bangun dan mandi lah Ra lalu makan lah itu makanan yang dia belikan untuk mu." ucap Yeni sambil menunjuk sebuah plastik putih di meja lalu pergi keluar kamar Rara
(Apa aku tidur berpegangan tangan dengan orang yang tidak malu itu tidak mungkin.) batin Rara
Rara lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Kantor Rara memang di buat sederhana dan memiliki ruang khusus yaitu kamar untuk dirinya yang sudah lengkap berserta dapur kecil untuk memasak
Setelah selesai mandi Rara keluar dari kamar mandi dengan memakai celana panjang putih dan kaos biru lalu berjalan ke kasur sambil mengelap rambut ya dengan anduk, lalu mata ya tertuju pada plastik putih yang di bilang Yeni tadi lalu dia membukanya
"Apa ini???" ucap Rara sambil melihat isinya dan di dalamnya ada sebuah seporsi bubur ayam dan dua buah apel yang besar serta sepucuk surat lalu Rara membuka surat tersebut
"Makanlah yang banyak kau sangat kurus dan jagalah kesehatanmu." tulisan dikertas itu, Rara tersenyum sambil membaca surat itu
"Aku tidak kurus bahkan aku saja masih merasa tubuhku ini gendut." ucap Rara sambil mengambil buah apelnya dan mengigitnya lalu berjalan keluar kamar dan melihat jam yang menunjukan sudah jam 15.00 melihat jam segitu Rara langsung duduk di meja kerjanya dan melanjutkan kerjaannya yang tertunda tadi
Sementara itu di sebuah ruangan gedung pecakar langit di lantai paling atas seorang pria duduk diam sambil berpikir setelah membaca sebuah data pribadi yang ada di meja ya dan jelas data itu adalah milih Rara Winarti dan yang membacanya adalah Alex yang penasaran terhadap wanita yang menolaknya
"Apakah hanya ini data yang bisa kau kumpulkan. " bentak Alex kepada anak buahnya
Dengan gugup pria itu menjawab "ssiap.. bos itu semua sudah data yang terkait dengan wanita itu bos."
Alex diam dan berpikir sejenak lalu berkata bagaimana dengan penyakitnya, di sini tidak ada yang menjelaskan dia sakit apa dan ternyata bahwa dia tidak memiliki penyakit apapun atau pernah pergi kerumah sakit mana pun. " ucap Alex kenapa anak buahnya
"Nona itu baik-baik saja tuan bahkan sukses dengan usahanya sendiri dan dia lulusan terbaik dari universitas desainer di kota X." jawab anak buahnya yang merasa heran pada pertanyaan bosnya
(Dia tidak memiliki penyakit apa pun lalu bagaimana dengan kejadian itu dia pingsang di pangkuanku apakah dia segitunya membenciku sehingga jika melihat dan dekat padaku dia ketakutan sampai sesak nafas dan pingsang.)batin Alex kemana-mana mencari jawaban atas apa yang terjadi tadi siang
"Kau bisa pergi." ucap Alex menyuruh pergi anak buahnya
Alex terdiam dan berpikir kenapa wanita ini berbeda dengan wanita lainnya padahal setiap dia menginginkan wanita dia pasti mendapatkannya tak peduli siapapun wanita itu bahkan ada yang rela naik kekasurnya tanpa di minta
Alaxsander William pria tampan dengan tinggi 179cm, umur 30th dan memiliki postur tubuh yang sangat bagus berdarah bangsawan alih waris tunggal perusahan terbesar di kotak S dari kecil sudah mendapatkan apa yang tidak orang lain dapatkan baik dari segi pendidikan, kemewahan, uang dan kasih sayang orangtua dan ibu asuhnya hal tersebut membuat Alex arogan, egois dan tidak mau kalah serta tak suka ada yang membantah atau menolaknya.
Sekarang Alex sedang menjalankan bisnis keluarganya dia baru di angkat tahun lalu tapi sudah banyak membuat perusahaannya lebih besar lagi pria jenius ini berhasil menbuka cabang baru di negara asing lagi hal tersebut membuat namanya menjadi pusat perhatian banyak orang mengingikan dia menjadi suami, menantu atau rekan kerja
sungguh pria yang luar biasa dan sempurna.